
Selama perjalanan banyak sekali Bu Murni dan Syafa bercerita, Bu Murni merasa sangat bersalah pada anaknya.
Bu Murni memang tidak datang sendiri, dia datang dengan sopirnya.
" Cucu Oma sini biar sama Oma.. " ucap Bu Murni
Syafa memberikan Maura pada ibunya, Neneknya duduk di depan sedangkan Syafa dan Bu Murni duduk di belakang. Bu Murni ingin selalu dekat dengan anak dan cucunya.
" Oh Iya Bu, Ibu bilang tau aku ada di kampung dari anak tiri ibu, siapa dia Bu?... " tanya Syafa
" Kamu mengenalnya, dia juga anak yang sangat baik. tidak jauh beda dengan ayahnya, Ibu sangat beruntung bertemu mereka nak. walaupun Ibu bukan Ibu kandungnya, tetapi dia sangat menghormati Ibu... " ucap Bu Murni
"Selama aku di desa, aku rasa tidak ada orang yang tau Bu. cuma kemarin waktu aku melahirkan, ada seseorang yang menolongku bahkan kita bertemu baru sekali dulu di kota. tetapi dia sangat baik padaku.. " ucap Syafa
" Siapa dia Sayang?.. " ucap Ibu Murni
" Mas Wildan Bu, dia sangat baik. aku bertemu dia dulu waktu hatiku hancur, dia hampir saja menabrak ku.. " ucap Syafa mengingat pertemuan pertamanya dengan Wildan
" Iya dia anak tiri Ibu... " ucap Bu Murni
"Apa..., jadi Mas Wildan anak tiri Ibu.. " ucap Syafa kaget
" Iya Sayang, dia memang seorang Dokter muda yang baik.dia sedang ada tugas di desa kita, dan dia tau Ibu sedang mencari kamu.akhirnya dia memberitahu pada Ibu, di mana kamu berada.. " ucap Bu Murni
__ADS_1
Syafa tidak menyangka ternyata Wildan adakah saudara tirinya.
Perjalanan masih panjang, mereka tertidur di mobil. tetapi bergantian karena ada Bayi mungil yang harus mereka jaga.
Setelah menempuh perjalanan Satu haru, kini mereka sampai di kota jakarta.
Mereka sampai di halaman rumah yang mewah dan luas. Ibu Murni mengajak mereka turun dan masuk ke dalam rumahnya.
Tidak banyak barang " yang mereka bawa. karena memang Syafa dan Nenek Siti tidak punya baju" banyak.
Kini Bu Murni menunjukkan kamar buat Putri dan Cucunya di atas, sedangkan untuk Nenek Siti kamarnya di bawah. karena kasihan kalau harus naik turun tangga.
" Ibu.. ini kamar ibu. semoga ibu betah dan nyaman ya tinggal disini.. " ucap Bu Murni mengantarkan Nenek Siti ke kamarnya
" Iya Bu,maafkan aku yang membuat ibu dan Syafa menderita.. " ucap Bu Murni
" Tidak Murni Ibu berterimakasih padamu, karena kamu mau mengajak Ibu tinggal disini bersama kalian. Ibu sangat bersyukur dengan ini semua.. " ucap Nenek Siti
" Ibu kan Ibuku,kalian adalah satu-satunya keluarga ku Bu.semia ini tidak ada, artinya tanpa kehadiran kalian.. " ucap Bu Murni menggenggam tangan Ibunya
" Ibu ganti pakaian dulu,di lemari sudah lengkap baju" ibu.setelah itu Ibu istirahat ya, aku mau mengantar Syafa ke kamarnya.. " ucap Bu Murni
Nenek Siti istirahat, beliau sangat bersyukur karena Murni sudah menjadi orang yang kaya, dan hidupnya tidak susah lagi seperti dulu. dulu mereka selalu di hina orang" karena miskin dan di pandang rendah.
__ADS_1
Setiap hari Murni dan Suaminya selalu bertengkar karena masalah ekonomi, Ayah Syafa tidak pernah mau bekerja dia seseorang yang malas. akhirnya Murni memilih berpisah dan merantau ke Jakarta. Walaupun sempat menderita, tetapi sekarang kehidupan mereka lebih baik dari kemarin.
Bu Murni menunjukkan kamar Syafa. Kamar yang sangat bagus, luas dan sangat mewah.
"Sayang ini kamar kalian, semoga kamu betah ya sayang di sini.. " ucap Bu Murni pada Syafa
" Alhamdulillah Bu, kamarnya sangat bagus dan luas. terimakasih ya Bu, sudah mau mengajak kita tinggal disini.. " ucap Syafa dengan mata berkaca "
" Ini sudah kewajiban Ibu membahagiakan kalian... " ucap Bu Murni
" Tapi Bu, apa suami Ibu tidak marah kalau tau kita tinggal disini.. " ucap Syafa
" Sayang suami Ibu itu tinggal di Singapura,lagipula ini rumah Ibu yang beli dengan uang Ibu sendiri.ibu mengumpulkan uang hasil kerja ibu selama di Singapura. Rumah ini ibu beli memang untukmu sayang.. " ucap Bh Murni
" Jadi rumah ini bukan rumah suami ibu?.. " ucap Syafa
"Rumah suami Ibu ada di sebelah rumah ini. Awalnya kita tinggal di Singapura,tapi sekarang akan kembali ke sini dan mengurus bisnisnya di kota ini... " ucap Bu Murni
" Di lemari sudah ada baju" kamu,kamu ganti dulu ya Sayang jangan pakai baju ini lagi. Setelah itu kalian istirahat, Ibu juga mau istirahat. Kamar ibu di bawah.. " ucap Bu Murni
" Iya Bu.. " ucap Syafa
Syafa sangat bersyukur sekarang hidup nya sudah berubah.hanya saja hatinya masih teringat sakitnya dulu di campakkan oleh suami siri nya.
__ADS_1
Kini Mereka beristirahat. Dulu mereka tinggal di gubug reot dan di hina orang, sekarang mereka tinggal di istana.Dulu mereka sampai kekurangan makan, kini mereka bisa membeli apapun yang mereka mau. Memang roda kehidupan itu berputar, siapa yang selalu bersabar pasti suatu saat akan merasakan kebahagiaan.