Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Nasib Kinan


__ADS_3

Kinan dan Dea kini berada di taman. Dea ingin tau masalah yang menimpa sahabatnya.


" Ki sebenarnya apa yang terjadi padamu,kenapa kamu seperti takut pada Kak Maura tadi.kan kalian saudara kandung... " ucap Dea


"Kamu ngga tau De,setiap hari aku harus merasakan sesak di hatiku.walaupun kita saudara kandung, Mama dan Papa selalu membedakan aku dan Kak Maura.. " ucap Kinan


" Maksud kamu apa Ki. kan kalian sama" anak kandung mereka... " ucap Dea


"Aku juga nggak tau De,kenapa Mama dan Papa bersikap tidak adil padaku.kemarin saja waktu aku sakit karena jatuh dari motor,boro" mereka nanya keadaan aku bagaimana.nawarin makan aku aja ngga De,mereka pikir aku ini kuat.beda dengan Kak Maura yang katanya dulu sering sakit" an, bahkan waktu hamilnya dalam keadaan susah.jadi merek ingin mencurahkan sepenuh kasih sayangnya pada Kak Maura.. " ucap Kinan berkaca"


" jadi selama ini kamu tidak dapat kasih sayang yang utuh dari mereka?.. " ucap Dea


"Ya bisa kamu lihat De.aku yang notabennya katanya anak orang kaya.tapi aku selalu pakai motor.beda dengan kak Maura yang dari kecil sudah terpenuhi semua kebutuhan nya.pernah sekali aku minta mobil,Mama marah katanya buat apa aku punya mobil.tapi kak Maura dari SMA aja sudah di belikan mobil,bahkan motor pun baru kemarin De waktu aku masuk kuliah.. " ucap Kinan


" Ya ampun Ki kamu yang sabar ya,kamu harus kuat menghadapi semua ini.. " ucap Dea menggenggam tangan Kinan


" Setiap hari kalau aku berangkat, aku hanya cium tangan doang De. beda dengan Kak Maura pasti di peluk,cium pipi.bahkan sama aku bilang hati" aja enggak.. " ucap Kinan


" Kok ada ya Orangtua yang membedakan anaknya seperti itu Ki,parah sih ini... " ucap Dea


" Enggak tau lah De, mungkin aku bukan anak kandung mereka kali.. " ucap Kinan


Dea hanya diam, dia juga merasa begitu. tetapi Dea juga tidak mau berburuk sangka pada Orangtua sahabatnya.


Di balik pohon dekat dengan kursi yang Dea dan Kinan duduki, Sandi mendengar semua pembicaraan mereka. Sandi juga kaget dengan keadaan yang menimpa Kinan.


" Ya ampun Ki,ternyata selama ini kamu tersiksa dengan keadaan mu.kamu hebat Ki, kamu gadis yang kuat.padahal kamu anak yang baik dan penurut, tapi kenapa orangtua mu bersikap tidak adil padamu... " ucap Sandi dalam hati


" De tolongin aku ya,ini belanjaan tadi aku titipin ke rumah kamu dulu.tadi kan Kak Maura lihat kita belanja, pasti dia ngadu sama Mama De. nanti pasti Mama marah,takutnya aku di tuduh macam".pasti kalau marah bilangnya aku cuma bisa menghabiskan uang mereka,aku cuma bisanya foya".karena selama ini aku cuma di biayai kuliah dan uang saku pun hanya 50 ribu sehari De... " ucap Kinan

__ADS_1


" Ya ampun segitunya mereka Ki,iya nanti aku bawa belanjaan kamu.kamu tenang saja ya... " ucap Dea


" Bahkan untuk membawa barang belanjaan kamu saja ke rumah,kamu begitu takut Ki.ya ampun kejam sekali mereka pada Kinan.sehari 50 ribu, bahkan buat makan sama bensin aja udah habis.. " ucap Sandi di balik pohon


" De aku minta tolong kamu satu kali lagi ya, boleh kan.. " ucap Kinan ragu"


" Iya Ki,mau minta tolong apa?.. " ucap Dea


" Cariin aku pekerjaan dong De.tapi yang separuh waktu, kan paginya aku kuliah dulu.. " ucap Kinan


" Oke deh nanti aku tanyain sama teman" aku, yang kerja di cafe atau resto ya.siapa tau mereka ada lowongan pekerjaan buat kamu.. " ucap Dea tersenyum


Sandi sebenarnya ingin sekali menampakkan dirinya, tetapi dia takut kalau mereka marah padanya. Sandi ingin menolong Kinan, dia punya cafe yang dia rintis dari waktu SMA dulu. Walupun dia tergolong anak orang kaya, tetapi Sandi tetap ingin mandiri.tidak cuma" mengandalkan kekayaan orang tuanya.


Hari sudah sore, Kinan dan Dea pulang ke rumah.Kinan mengantarkan Dea pulang terlebih dahulu.Dea juga anak orang kaya, tetapi mobilnya sedang di bengkel.jadi dia berangkat di antar kakaknya, dan pulang diantar Kinan.


" Iya De, aku pulang dulu ya.bay... " ucap Kinan sambil meninggalkan pekarangan rumah Dea


Dea masuk ke rumah,di depan pintu sudah ada Kakaknya yang menghadang Dea


" Diantar siapa De?.. " ucap Rendi


" Teman... " ucap Dea langsung masuk


" Kok kaya ngga asing ya muka sama motor nya,kayanya aku pernah lihat. tapi di mana ya... " ucap Rendi sambil berpikir


" Ya elah, motor kaya gitu banyak kali Mas... " ucap Dea


" Iya, tapi wajahnya itu loh.kaya pernah ketemu.. " ucap Rendi

__ADS_1


" Halah... kalau lihat cewek cantik aja langsung pikiran nya kemana"... " ucap Dea sambil berjalan naik keatas menuju kamarnya


Rendi mencoba mengingat wajah Kinan,dia pernah ketemu terapi lupa.


" Ah mungkin bertemu di jalan kali... " ucap Rendi sambil masuk ke kamarnya


Kini Kinan sudah sampai di rumah. saat Kinan masuk,Namanya sudah berdiri di dekat pintu.


" Kinan dari mana kamu, sudah sore begini baru pulang.. " ucap Mama Syafa


" Mah,aku habis nemenin Dea beli sepatu.. " ucap Kinan


" Tapi tadi Maura bilang ketemu kamu di mall,di suruh kuliah malah kelayapan ngga jelas kamu... " ucap Mama Syafa


Kinan tidak menjawab apapun, dia terus berjalan menuju kamarnya.percuma menjelaskan pada Mamanya,pasti akan selalu salah di mata mereka.


Kinan masuk ke kamarnya dan menutup pintu. begitu masuk, Kinan langsung melemparkan tasnya di kasur.dia terduduk di lantai sambil menangis.


" Aku capek ya Allah,kenapa aku selalu di salahkan.di mata mereka aku selalu salah, aku selalu tidak di perdulikan.. " ucap Kinan


Setelah lega mengeluarkan unek" nya, kini Kinan mandi dan akan melaksanakan sholat ashar.


Setelah sholat, Kinan berdiri di balkon kamarnya.dia melihat Maura yang di antar oleh Rayyan.


Terlihat mereka sangat bahagia.pada saat Maura masuk ke rumah, Rayyan yang akan masuk ke mobil,melihat ke atas.Rayyan melihat Kinan yang juga sedang menatap nya.Rayyan tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Kinan.Kinan juga membalas senyuman Rayyan.


Kinan masuk ke kamar karena takut terlihat oleh Kakaknya, nanti malah jadi masalah.


" Beruntung nya kamu Kak.mendapatkan kasih sayang Mama dan Papa, dan juga punya kekasih yang sangat sayang padamu... " ucap Kinan

__ADS_1


__ADS_2