
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini mereka sampai di Wonosobo.Bi Siti memang berasal dari Wonosobo,dia bekerja di jakarta untuk membiayai anaknya.memang anaknya kuliah karena beasiswa, tetapi Bu Siti tetap berkewajiban membiayai doa dan kehidupannya.
Setelah sampai di rumah yang cukup sederhana,Bu Siti mengajak Kinan masuk ke dalam.
" Ayo Masuk Syah. " ucap Bu Siti
Kinan mengikuti Bu Siti, dan dia masuk.
" Assalamualaikum... " ucap Kinan
" Wangalaikum salam.. " ucap Bu Siti
Kinan mengedarkan pandangannya,rumah yang terlihat nyaman walaupun hanya terbuat dari anyaman bambu.tetapi terasa asri dan adem.
" Duduk dulu sini Syah... " ucap Bi Siti
Kinan duduk di kursi rotan, Bu Siti ingin mengetahui semua tentang kehidupan Kinan.
" Aisyah,bukan Ibu kepo atau apa. tapi jujur Ibu ingin sekali tau kenapa kamu bisa sampai pergi dari rumah dulu dan bekerja di Bandung.. " ucap Bu Siti
" Dulu waktu saya bayi, ibuku membuang ku di rel kereta api.ibuku ingin aku tiada di dunia ini, kebetulan Papa melihat dan dia membawaku pulang.mereka merawat ku, walaupun aku selalu di bedakan dengan Kak Maura.tadinya,aku akan di jodohkan dengan pria yang lumpuh.sebenarnya dia lumpuh gara" kecelakaan dengan kak Maura.mereka ingin Maura yang menikah tetapi tidak mau, makah menyuruhku untuk menebus kesalahannya.Pagi itu aku mendengar semua kebenarannya,kalau aku bukan anak kandung mereka. aku hanya anak wanita murahan, aku terlahir dari hasil hubungan gelap. aku memilih pergi dari rumah.akhirnya aku bertemu Bu Mega. tetapi di sana aku di perkosa Kak Rayyan, yang merupakan kekasih Kak Maura. aku memilih pergi menjauh dari pada tersiksa setiap hari.mereka selalu memandang rendah aku Bu... " ucap Kinan sambil menangis
" Astaghfirullah,malang sekali nasibmu Syah.. " ucap Bu Siti memeluk Kinan
" Aku hina Bu, aku sekarang sudah kotor. aku takut Bu Siti malu membawa ku disini.. " ucap Kinan
" Sama sekali Ibu tidak malu.justru ibu iba padamu Syah.kamu tidak bersalah,orang" yang menghinamu itu yang tidak memikirkan perasaan mu.semua orang ingin terlahir dari rahim wanita yang baik.ibu juga percaya padamu,kamu tidak seperti apa yang mereka katakan.. " ucap Bu Siti
" Terimakasih ya Bu, sudah mau menolongku.. " ucap Kinan
" Sekarang sudah malam, kita istirahat dulu.kamu tidur di kamar anak ibu ya, dia cewek kok.lagian dia tidak ada di rumah.. " ucap Bu Siti
" Iya Bu... " ucap Kinan
Kini Kinan tidur di kamar yang tidak terlalu luas.kasur yang sederhana tetapi terasa nyaman.
Saat Kinan mulai mengistirahatkan badannya,pikirannya menerawang kemana"
__ADS_1
"Semoga saja hidupku disini aman dan damai.aku tidak mau lagi bertemu dengan mereka, orang" yang telah menyakitiku.. " ucap Kinan
" Sebaiknya aku besok cari kerja,aku tidak mau menjadi beban bagi Bi Siti.. " ucap Kinan
Kini Kinan tidur karena sudah pukul 1 dinihari.
Kinan terbangun saat mendengar suara kokok ayam bersahutan.Kinan merasa nyaman tinggal di desa seperti ini.rasanya adem dan damai.
Kinan ke belakang untuk membersihkan diri dan berwudhu.
" Eh Syah sudah bangun nak.mau wudhu ya?.. " ucap Bu Siti yang sedang menggoreng pisang
" Iya Bu,pagi sekali ibu sudah masak.. " ucap Kinan
" Iya,ibu bawa dari kota kemarin.. " ucap Bu Siti
Kini Kinan sholat subuh, setelah selesai dia mendekati Bu Siti di depan rumah.
" Sini Syah, ayo kita jalan" berkeliling.disini udaranya sangat sejuk loh.. " ucap Bu Siti
" Em Bu, kalau boleh tau. Ibu kerja di mana di kota?.. " ucap Kinan hati"
" Sebenernya Ibu kerja di jakarta,tapi kemarin Majikan ibu mengajak Ibu Ke Bandung,di vilanya.Ibu dapat telfon dari kampung,katanya Paman Ibu meninggal. jadi ibu pulang.nah nanti kalau sudah siang Ibu akan ke sana.. " ucap Bu Siti
" Jadi nanti Ibu pergi lagi ke kota.. " ucap Kinan
" Ibu sih penginnya nggak kembali lagi.tapi belum tau juga, kalau majikan ibu memaksa ya ibu terpaksa kembali lagi ke sana... " ucap Bu Siti
Bu Siti yang paham perasaan Kinan, dia mencoba berbicara padanya.
" Kamu nggak usah khawatir.kalau kamu mau, kamu bisa ikut ibu ke Jakarta.tapi seandainya kamu ingin tinggal disini,silahkan.ibu tidak apa", malah ibu senang ada yang nempatin rumah ini.. " ucap Bu Siti
" Tapi Bu, kalau aku disini sendirian bagaimana?.. " ucap Kinan
" Tidak apa".nanti ibu bilang sama Bibi ibu, kalau kamu adalah keponakan jauh ibu... " ucap Bu Siti
" Aku takut Bu.seandainya aku kembali ke jakarta, kalau aku hamil bagaimana.aku ingin hidup sendiri disini.ingin hidup tenang, walaupun nantinya aku hamil. aku bisa beralasan kalau suamiku sudah meninggal.. " ucap Kinan
__ADS_1
" Iya Syah, Ibu paham.lagipula seandainya kamu hamil,itu bukan kesalahan kamu.tapi ingat kamu jangan pernah berbuat nekat.rawat anakmu, jangan sampai kamu tega membuangnya apalagi sampai membunuhnya... " ucap Bu Siti
" Iya Bu, pasti aku tidak akan begitu.. " ucap Kinan
Bu Siti tersenyum pada Kinan.
" Kamu gadis yang kuat Syah, ibu salut padamu.semoga suatu saat kamu akan dapatkan kebahagiaan ya nak.. " ucap Bu Siti menggenggam tangan Kinan
" Amin Bu.. " ucap Kinan
Hari sudah semakin siang,Bu Siti mendatangi rumah Bibinya.dia juga datang dengan Kinan.
" Loh Mbak yu, dia siapa?.. " ucap Bu Ratih
" Dia keponakan ku Rat,dia akan tinggal di rumahku.aku akan kembali lagi ke kota.dia akan tinggal disini.. " ucap Bu Siti
" Ooh Iya Mbak yu,ngga apa".lagian rumahnya daripada kosong... " ucap Bu Ratih
"Syukurlah, kalau kamu setuju.aku juga titip dia ya Rat, kalau ada apa" kamu bisa menghubungi aku... " ucap Bu Siti
" Iya Mbak yu.aku akan menjaga dia.oh ya sudah menikah apa belum neng.. " ucap Bu Ratih
" Em Rat, dia menikah Siri. tetapi suaminya baru saja meninggal.jadi aku titip dia kalau sampai dia hamil,takutnya orang" akan memandang hina dia, kamu jaga dia dan katakan sebenarnya... " ucap Bu Siti
" Iya Mbak yu, kasihan sekali sudah nikah siri makah di tinggal.. " ucap Bu Ratih
Setelah cukup lama, mereka akhirnya pamit pulang.
Saat sampai di rumah, Bu Siti langsung berbicara pada Kinan.
" Aisyah, maafin Ibu ya yang sudah berbohong. ini demi nana baikmu nak.ibu tidak mau kamu terus" an di hina oleh orang".biarkan mereka taunya kamu sudah menikah.... " ucap Bu Siti mengelus tangan Kinan
" Justru aku yang harus berterimakasih Bu, Ibu sudah mau berkorban demi aku. padahal aku bukan siapa"...."ucap Kinan
" Kamu sudah ibu anggap sebagai anakku.Ibu akan membelamu semampu ibu Syah.. " ucap Bu Siti
Bu Siti berencana akan kembali ke Jakarta satu minggu lagi.karena dia kasihan pada majikannya yang hidup sendiri.
__ADS_1