
Dalam hati Kinan sebenarnya ada rasa sedikit iri.dia merasa Orang tuanya lebih sayang pada Kakaknya.pada saat Kinan lulus Sekolah Menengah Atas,hanya Oma yang datang di acara perpisahan nya. sedangkan Papa nya sibuk dengan pekerjaan nya.Mamanya juga waktu itu sedang menunggu Maura di rumah sakit,karena kecelakaan mobil walaupun tidak parah.
Kinan melirik Maura yang terlihat sangat bahagia,bukannya dia iri dengan keberhasilan Kakaknya. Tetapi iri dengan kasih sayang Orang tuanya
" Beruntung sekali kamu Kak,Mama bisa hadir di acara kamu.dan Papa juga bela" in pulang demi menjaga perasaan kamu Kak... " ucap Kinan dalam hati
Kini mereka semua lahap memakan makanan nya, tapi tidak dengan Kinan.Dia tidak suka udang karena alergi, tetapi di situ tersaji udang petai yang merupakan makanan kesukaan Maura.
Kinan tidak menghabiskan makanannya, dia pamit naik ke atas ke kamarnya
" Maaf semuanya, aku ke kamar dulu ya.ada tugas yang harus aku kerjakan.. " ucap Kinan sambil berlalu dari meja makan
" Loh Kinan makanan kamu ngga di habiskan nak?... " ucap Bu Murni
" Ngga Oma,aku sudah kenyang.. " ucap Kinan tersenyum
Sedangkan Orang tuanya hanya menganggukkan kepalanya,pada Kinan saat dia pamit ke kamar.
__ADS_1
Kinan langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Dia menangis dalam diam.Kinan merasakan perbedaan kasih sayang yang di berikan padanya dan Maura.
" Ma... Pa.. kenapa aku merasa kalian membeda" kan aku dan Kak Maura.kalian selalu saja menjaga perasaan Kak Maura tapi tidak dengan perasaan ku.. " ucap Kinan
Memang dari kecil Maura selalu di penuhi kebutuhan nya.apapun yang dia inginkan pasti di turuti.sedangkan Kinan minta mobil saja tidak di belikan oleh Orang tuanya, alasannya karena belum cukup umur. tapi tidak dengan Maura, dia waktu masuk kuliah dulu sudah di fasilitasi semua kebutuhannya dan keinginannya.
Bu Murni datang dan mengetok pintu kamar Kinan. Bu Murni tau perasaan cucunya.
" Sayang buka pintu nya nak, Oma masuk boleh.. " ucap Bu Murni
" Iya Oma... " ucap Kinan sambil membuka pintu kamar nya
Bu Murni masuk dan menutup pintunya. Beliau mendekati Kinan yang duduk di kasur miliknya.
" Kamu menangis Sayang?.. " ucap Bu Murni melihat mata Kinan yang sembab
" hah... enggak kok Oma.aku cuma kelilipan aja tadi.. " ucap Kinan sambil meraba wajahnya
__ADS_1
Bu Murni menghela napas pelan
" Sayang.. Oma tau perasaan kamu nak.kamu kecewa kan sama Orang tuamu.Oma paham sekali kesedihan kamu,kamu merasa mereka tidak sayang kamu kan.mereka lebih menyayangi Maura.. " ucap Bu Murni sambil menggenggam tangan Kinan
Kinan hanya diam, dia menundukkan kepalanya.
" Apa yang dikatakan Oma, semuanya benar. tetapi aku tidak mungkin memperlihatkan kekecewaan ku pasa mereka.. " ucap Kinan dalam hati
" Kinan sayang,Oma juga merasakan hal yang sama. Oma melihat mereka terlalu membedakan kalian, tapi Oma juga tidak bisa menuntut pada mereka.kamu jangan bersedih lagi, kan ada Oma. Oma akan selalu menyayangi kamu.. " ucap Bu Murni memeluk Kinan
Kinan tidak bisa menahan air matanya, dia menangis di pelukan Oma nya
" Sudah ya,sekarang kamu harus fokus ke masa depan kamu.kuliah yang benar dan capailah cita" mu setinggi langit.. " ucap Bu Murni
"Iya Oma, aku akan berusaha sebaik mungkin. aku akan fokus kuliah,walaupun aku tidak sepandai Kak Maura... " ucap Kinan
Kinan memang tidak sepintar Maura, mungkin itu sebabnya Orang tuanya membedakan kasih sayangnya.
__ADS_1