
Amel kini sampai rumah, dia langsung masuk.Disaat itu juga Mama dan Papa nya sedang di depan Televisi
" Loh sayang kok cepat banget makan malamnya, Galang mana..? " ucap Bu Dela
Amel mendekati Orang tua nya, dia duduk di kursi dekat Bu Dela
" Mah, tadi aku sama Mas Galang ketemu sama Celine,Ternyata mereka pacaran Mah... " ucap Amel meneteskan air mata
" Maksud kamu apa..? "ucap Pak Arya
" Mas Galang dan Celine,ternyata mereka pacaran. bahkan pada saat Celine berpacaran dengan Kak Devan.Sekarang pun mereka masih berhubungan Pah.di depan ku tadi Celine mencium Mas Galang.. " ucap Amel
" Ya Ampun,, tega sekali mereka Pah. ini tidak bisa di biarkan, kita harus memberitahu pada Prasetyo dan Fatma.. " ucap Bu Dela
" Sudahlah Mah,aku tidak mau di teruskan dengan Mas Galang.. " ucap Amel sambil membuka cincin pertunangan nya dengan Galang
Amel menaruh cincin itu di tangan Mamanya
Dia naik ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
" Ternyata Galang brengsek juga, bisa" nya dia berhubungan dengan wanita ular itu.. " ucap Amel kesal
Galang yang mencari Amel tidak ketemu, akhirnya dia kembali pulang ke rumah
Galang menghubungi Amel lewat WA. Di telvon tidak di angkat,pesan juga tidak di balas
" Akh... ini semua gara" Celine. kenapa sih harus ketemu dia, jadi kacau kan hubunganku sama Amel. padahal aku sudah menerima pertunangan ini... " ucap Galang mengusap kasar wajahnya
Galang masuk ke rumah, dia melihat Dean sedang minum di dapur
Dean yang melihat Galang lesu, dia bertanya
"Darimana Kak, kok kayak nya lesu amat.. " ucap Dean
" Habis makan malam sama Amel tapi gagal, Celine datang dan mengacaukan semuanya.. " ucap Galang
" Apa Celine..terus Amel tau kalian ada hubungan.. " ucap Dean
" Iya, Amel pergi begitu saja dan kayak nya dia marah. dia pikir aku sudah membohongi dirinya... " ucap Galang
"Apa saja yang Celine katakan Kak.. " ucap Dean
__ADS_1
"Dia memberi tahukan hubunganku dengannya bahkan semenjak masih bersama Devan.Celine juga mencium ku di depan Amel, aku tidak bisa menghindar karena itu sangat tiba".. " ucap Galang
" Pantas saja Amel marah, kamu juga ngapain masih berhubungan dengan ular betina itu.. " ucap Dean
" Siapa yang masih berhubungan dengan nya, aku sudah tidak mau lagi kembali padanya. aku ingin memulai hubunganku dengan Amel, aku sudah mulai menyukai nya.. " ucap Galang
Deg.. Jantung Dean serasa ada yang menghimpit nya.
" A.. apa. Kak Galang sudah mulai menyukai Amel.berarti sudah tidak ada kesempatan buatku... " ucap Dean dalam hati
Dean langsung berjalan ke kamarnya
Dia merasakan sakit di hatinya
Dean duduk bersandar di ranjang King Size miliknya
" Amel juga kayaknya suka sama Kak Galang, dan Kak Galang juga sudah mulai menyukai nya.itu berarti aku harus mundur, aku harus mengalah.. " ucap Dean meneteskan air mata
Dean merasakan sakit di hatinya, dia ingin melupakan Amel di hatinya
" Satu" nya jalan aku harus pergi dari jakarta, aku akan pergi jauh dari kalian... " ucap Dean putus asa
Dean langsung menghubungi Devan, dia ingin resign dari kantor Devan
" Maksudnya gimana Dean.. kamu mau pergi ke Luar Negeri..? " ucap Devan
" Iya Dev, aku akan pergi besok pagi.. " ucap Dean
Dean langsung menutup telvon nya, doa langsung memesan tiket pesawat sekarang juga. Bahkan Orang tuanya pun tidak dia kasih tau. Dean ingin segera pergi, dia tidak kuat jika harus melihat orang yang dicintainya bersanding dengan Kakaknya
Pagi" Sekali Dean langsung pergi, dia tidak berpamitan pada siapapun.
Galang juga tidak mengetahui apa yang terjadi pada Dean.
Dean sudah sampai di Bandara, dia langsung naik ke pesawat yang akan terbang sebentar lagi. Dean memakai kacamata hitam,dia meneteskan air mata kala pesawat yang di tumpangi nya mulai lepas landas
" Selamat tinggal Mel, semoga kau berbahagia dengan Kak Galang.Maafkan aku yang banyak berharap pada mu,aku ikhlas melepas mu aku mundur... " ucap Dean
Kini Dean pergi dan mungkin tak akan kembali, luka hatinya begitu dalam.Dia kalah dari saudara nya.Dia harus merelakan pujaan hatinya menjadi Kakak iparnya kelak
Amel yang pagi ini berangkat ke kantor, dia tidak melihat Dean sejak pagi
__ADS_1
" Kok tumben sih Kak Dean tidak masuk kantor, apa dia sakit ya.. " ucap Amel
Amel memberanikan diri bertanya pada Devan. Amel masuk ke ruangan Kakaknya
Tok.. tok.. tok..
Amel mengetok pintunya
" Masuk.. " ucap Devan
Amel masuk dan langsung duduk di depan Devan
" Kamu Mel. ada apa, tumben datang ke ruangan Kakak.. " ucap Devan
" Kak..kok Kak Dean ngga masuk ya hari ini, apa dia sakit... " ucap Amel
" Dean pergi ke Luar Negeri. aku juga ngga tau kenapa dia tiba" resign dari sini.. " ucap Devan
" Apa... Kak Dean resign dan pergi ke Luar Negeri.. " ucap Amel kaget
Dia shock mengetahui Dean pergi. Amel merasakan sesak di hatinya dan langsung merasakan tidak bersemangat
Amel langsung pergi keluar dari ruangan Devan. Amel berjalan gontai, tidak terasa air matanya menetes begitu saja. Dia merasa kehilangan.
Amel duduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
" Tega kamu Kak, tega kamu ninggalin aku... " ucap Amel dalam hati
Amel berjalan ke kamar mandi, dia menangis di sana.
Devan yang mengerti perasaan Amel, dia menjadi bingung.
Devan mengirim pesan pada Dean
"Dean sebenarnya apa yang terjadi sehingga kamu resign dari kantor dan memilih pergi ke Luar Negeri.. " isi chat Devan
Dean yang masih di pesawat belum membuka HP nya
Dean merasa ini jalan yang terbaik untuknya
" Semoga aku bisa melupakanmu Mel.. " ucap Dean
__ADS_1
Sementara Amel sudah puas menangis, dia kembali ke meja kerjanya. Tetapi dia tidak bersemangat