Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Bertemu Sandi


__ADS_3

Keesokan harinya Kinan terpaksa berangkat kerja.dia tidak ingin dipecat,karena terlalu lama tidak berangkat kerja.


" Ais, muka kamu masih pucat.seharusnya nggak usah berangkat dulu.. " ucap Putri


" Enggak apa" kok Put, aku tidak mau kalau kelamaan bolos nanti malah di pecat. sedangkan aku sangat membutuhkan pekerjaan ini.. " ucap Kinan lemas


Begitu banyak pembeli dari luar kota, sehingga Kinan mungkin kecapean.dia lemas, dan kepalanya terasa pusing.


Kinan memaksakan terus berdiri melayani pelanggan.Tiba" matanya berkunang" dan kepalanya merasakan pusing,dia sudah tidak kuat lagi.


Brug... Kinan akhirnya pingsan.


Beruntung ada orang yang langsung mendekatinya dan menolong Kinan.


"Kinan, dia Kinan kan... " ucap Sandi yang melihat Kinan pingsan


Sandi langsung mendekati Kinan dan menolongnya.


" Kinan, bangun Ki.kamu kenapa... " ucap Sandi sambil menepuk" pipi Kinan


Kinan masih tetap tidak sadarkan diri. akhirnya Sandi membopong tubuh Kinan ke mobil, dia akan membawa Kinan kerumah sakit.


Putri yang melihat Kinan di bawa pergi, dia menahan Sandi.


" Maaf Mas, mau di bawa kemana teman saya?.. " ucap Putri


"Saya akan bawa dia ke rumah sakit.kamu tenang saja,saya temannya dari kota.kalau mau,kamu boleh ikut ke rumah sakit.. " ucap Sandi


" Baiklah saya ikut kerumah sakit.. " ucap Putri


Akhirnya Mereka membawa Kinan kerumah sakit terdekat.


Sandi memang sedang berbelanja membeli oleh" untuk dibawa pulang ke Jakarta.Dia disana sedang Touring bersama teman" nya.Sandi membawa mobil Jeep nya

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit, Kinan langsung di tangani oleh dokter. dia dibawa ke ruang periksa.


Setelah selesai memeriksa, Dokter kini keluar menemui Sandi dan Putri.


" Maaf apa anda suaminya?.. " ucap Dokter


Sandi bingung mau jawab apa, dia tidak tau apa yang terjadi pada Kinan.


" Emm, sebenarnya dia sakit apa Dok?.. " ucap Sandi


" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,dia tidak sakit. tapi pasien sedang hamil muda... " ucap Dokter


Deg.... " Ha... hamil Dok?.. " ucap Sandi dan Putri kaget


" Iya Pak, selamat ya sebentar lagi anda akan jadi seorang ayah.. " ucap Dokter tersenyum


Sandi mundur beberapa langkah, dia terduduk di kursi yang ada di belakangnya. sedangkan Putri langsung masuk ke ruangan Kinan.


" Hamil, Kinan hamil anak Kak Rayyan.ya Tuhan kasihan sekali dia harus menanggung aib sebesar ini.. " ucap Sandi sambil mengusap kasar wajahnya


"Andai aku yang jadi suamimu pasti aku akan bahagia Ki,aku mencintaimu tapi kamu malah mengandung benih orang lain.. " ucap Sandi


Putri terus menemani Kinan, dia menggenggam tangan Kinan.


" Ais,kamu yang sabar ya.kamu cepat sadar Is.jangan khawatir, aku Kan selalu menemani kamu. aku tidak akan membiarkan orang" meremehkan kamu Is.. " ucap Putri


Sandi mendekati Kinan.Putri yang paham dengan posisinya,dia bangun dan mundur dari hadapan Kinan.


" Ki aku bersedia menikahi kamu,aku akan bertanggungjawab walaupun itu bukan anakku Ki.aku akan menjaga nama baikmu.. " ucap Sandi sambil menggenggam tangan Kinan


" Maksud anda apa? bukankah Aisyah sudah menikah dan suaminya meninggal?.. " ucap Putri


" Aisyah, siapa Aisyah.maksud kamu apa dia sudah menikah dan suaminya meninggal.. " ucap Sandi

__ADS_1


" Iya dia kan bernama Aisyah,dia cerita kalau sudah menikah siri tetapi suaminya sudah meninggal.. " ucap Putri


" Jadi Kinan menggunakan nama belakang nya disini, dan dia mengaku pada orang" susah menikah. padahal dia masih sendiri... " ucap Sandi dalam hati


" Iya memang suaminya sudah meninggal, tapi aku akan menikahinya kalau dia mau. karena kasihan juga kan anaknya nanti kalau lahir.. " ucap Sandi


Tiba" Kinan membuka matanya, dia mengedarkan pandangannya.


"Sandi.. apa benar ya g aku lihat.. " ucap Kinan tidak percaya


" Iya Ki, ini memang aku Sandi.aku yang membawamu ke rumah sakit. kamu tasi pingsan di toko.. " ucap Sandi


" Tidak, pasti mereka sudah tau kalau aku hamil.aoa yang harus aku lakukan.. " ucap Kinan dalam hati


Kinan langsung berusaha bangun. Sandi langsung memegangi tangan Kinan.Dia membantu Kinan duduk dan bersandar di ranjang.


" San, Put. pasti kalian sudah tau kan kalau aku hamil.aku mohon San, jangan kau katakan hal ini pada Kakak mu.. " ucap Kinan menangis


" Em.. maaf mba put.bisa Anda keluar sebentar, saya ingin berbicara berdua dengan tenang saya.. " ucap Sandi


" Baiklah, saya, keluar dulu... " ucap Putri sambil berjalan keluar


Sandi tidak ingin kalau Putri mengetahui masalah yang sebenarnya.


" Ki, anakmu butuh sosok seorang ayah.kalau kamu tidak memberitahukan hal ini Pada Kak Rayyan,pasti dia tidak tau.kasihan anakmu kelak kalau sudah lahir, dia akan dipandang rendah oleh orang"... " ucap Sandi


" Tapi aku tidak mau San,pasti Kak Rayyan juga tidak akan mau bertanggungjawab.pasti dia hanya akan menghina ku.. " ucap Kinan


" Biarlah aku tanggung semua ini sendiri.aku akan menjaga dan menyayangi bayiku sepenuhnya.walaupun tanpa kehadiran seorang ayah, aku yang akan menjadi ayah sekaligus ibu baginya.. " ucap Kinan menangis


" Ki aku mengerti perasaan mu,pasti ini sangat berat bagimu. kalau kamu mau, aku ingin menikahimu.aku ingin menyelamatkan nama baikmu. kamu tenang saja, kita menikah hanya status. aku juga tidak akan meminta hak sebagai suami.setidaknya kalau bayimu lahir dia akan mempunyai ayah.. " ucap Sandi


" Tapi... " ucap Kinan

__ADS_1


" Biarlah dosa kita yang tanggung, yang terpenting anakmu tidak dicap anak yang tidak punya ayah. aku juga akan merahasiakan ini semua dari orang".. " ucap Sandi


Kinan berpikir,ada benarnya juga Sandi berbicara seperti itu.kelak setelah bayinya lahir, pasti akan butuh sosok seorang ayah untuk mendampinginya.


__ADS_2