Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Dean Menemani Galang


__ADS_3

Syafa terus menemani Galang,bahkan dia sampai lupa Putrinya di rumah


" Mas makan dulu ya.. " ucap Syafa sambil membantu Galang duduk bersandar di ranjang


Syafa mulai menyuapi Galang. Galang bahagia karena Syafa terus menemaninya.


" Fa apa kamu tidak pulang dulu, kasihan Maura. biar Dean atau Mama yang tungguin aku disini... " ucap Galang


" Iya Mas, nanti aku pulang. tapi kamu makan dulu ya.. " ucap Syafa


Galang menganggukkan kepalanya,Galang juga menghubungi Dean untuk menemaninya di rumah sakit.


Setelah Galang selesai makan, kini Syafa menunggu Dean untuk menemani Galang.


"Kak maaf aku telat,habisnya Amel tidak mau di tinggal... " ucap Dean


" Loh kenapa malah kamu tinggal,kalau gitu kan tadi aku telfon Mana .. " ucap Galang


" Nggak apa" dia cuma takut kalau tidak bisa tidur sendirian.. " ucap Dean


" Ooh.. " ucap Galang


" Fa kamu pulang naik taksi atau di jemput?.. "ucap Galang

__ADS_1


" Supir Ibu yang jemput Mas, paling bentar lagi.. " ucap Syafa


Pada saat Syafa berbicara, tiba" ada pesan dari supir Ibunya. dia sudah menunggu di depan.


"Mas aku pulang dulu ya, besok insya Allah kesini lagi.. " ucap Syafa


" Iya sayang, jagain Maura ya.. " ucap Galang


" Iya... Assalamu'alaikum.. " ucap Syafa sambil mencium tangan Galang


Galang juga mencium kening Syafa. Dean yang melihatnya menjadi malu sendiri.


" Ehem... " ucap Dean


" Maaf Mas Dean, permisi... " ucap Syafa tersenyum malu


" Ciee yang sudah baikan,semoga kalian bahagia selalu ya Kak.. " ucap Dean tersenyum


" Iya Dean,kalau aku sudah kembali dari sini aku akan segera menikahi Syafa.. " ucap Galang


" Harus itu,tapi ingat kak jangan kaya dulu lagi. kamu harus menghargai dia, menyayangi menjaga menghormati dan mencintai nya.. "ucap Dean


" Siap Bos,iya aku berjanji aku akan menyayangi dia sepenuh hatiku.aku juga akan membahagiakan mereka, aku tidak dapat hidup tanpa dia dan putriku Dean.. " ucap Galang

__ADS_1


Dean tersenyum menanggapi ucapan kakaknya, dia ikut berbahagia dengan kembalinya mereka berdua.


" Oh iya De gimana Amel, apa dia tidak marah kamu tinggal ke sini... " ucap Galang


" Kan ada Mama yang temani, maklum mungkin bawaan bayi kali.. " ucap Dean


" Iya Dean, kamu beruntung bisa mendampingi Amel di saat dia hamil. tidak seperti aku yang bahkan tidak tau anakku sudah tumbuh di rahim ibunya, tau" waktu dia sudah ada di dunia ini. rasanya menyesal sekali De.. " ucap Galang


" Ya yang terpenting sekarang kamu sudah menyesalinya,kamu harus, menebus kesalahan murni waktu dulu. jangan biarkan mereka terluka lagi.. " ucap Dean


Galang tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


" Sudah makam Kakak sudah minum obat belum?.. " ucap Dean


" Sudah tadi sana Syafa.. " ucap Galang


" Ya sudah istirahat dulu biar cepat sembuh, kalau kamu sembuh kan jadi cepat nikahnya.. " ucap Dean tersenyum


" Iya iya... " ucap Galang


Kini Galang beristirahat dan Dean tidur di sofa panjang dekat ranjang Galang


Amel memang sedang hamil 7 bulan, mereka tinggal di rumah Orang tua Amel.

__ADS_1


Dean sangat menyayangi istrinya, dia tetap siaga jika Amel minta apapun. Dean menjadi suami yang baik dan bertanggungjawab untuk istrinya, karena bagi dia istri adalah segalanya bagi kehidupannya.


Galang sangat menyesali perbuatannya dulu, dia merasa gagal menjadi seorang ayah karena tidak bisa mendampingi Syafa selama hamil.Tapi Galang bersyukur anaknya adalah anak yang kuat, walau tidak ada kasih sayang dirinya, dia bosan tumbuh dan lahir dengan sehat dan sempurna. Syafa adalah wanita yang kuat dan itu membuat Galang malu padanya. Dia bisa berjuang sendiri saat hamim, tanpa kasih sayang suami. tidak bisa di bayangkan betapa menderita nya dia, karena harus mendengarkan ocehan tetangga dan hidup serba kekurangan.


__ADS_2