
Pada Saat Syafa melahirkan, Di jakarta Galang yang sedang di kantor merasakan sakit di perutnya,sakit yang luar biasa.
" Akkhh, Leo tolong aku. perut ku sangat sakit... " ucap Galang yang meremas perutnya
" Anda kenapa Bos,mari saya antar ke rumah sakit.. " ucap Leo memapah Galang
" Cepat Le, aku sudah tidak kuat.. " ucap Galang
Leo membawa Galang ke rumah sakit dan Dia di periksa oleh Dokter.
" Bagaimana Dok, apa sakit saya parah..? " ucap Galang sambil memegangi perutnya
" Tidak ada masalah pada perut anda Pak.. " ucap Dokter
" Aakkhhh... sakit Dokter. tolong saya.. " ucap Galang mengejan
" Mungkin anda merasakan ikatan batin pada seseorang yang sedang berjuang melahirkan, karena ciri" anda ini seperti orang yang akan melahirkan.. " ucap Dokter
" Aakkhhh... " ucap Galang merasakan sakit yang luar biasa sampai dia meremas bantal dan keringat bercucuran di tubuhnya
Anehnya setelah itu, dia tidak merasakan sakit lagi. seperti biasa rasanya
" Dokter kok tiba" saya tidak merasakan sakit lagi ya.. " ucap Galang sambil mengelap keringat yang ada di wajahnya
" Aneh kok bisa ya, sakit yang luar biasa tiba" hilang begitu saja.. " ucap Leo
" Iya Pak Galang, mungkin anda benar" merasakan ikatan batin dengan seseorang. mungkin istri anda yang sedang melahirkan.. " ucap Dokter
Deg...Deg... " apa mungkin Syafa yang melahirkan anakku, kalau benar aku akan jadi ayah yang buruk bagi anakku.. " ucap Galang mengusap rambutnya
" Kalau begitu Saya permisi pulang dulu Dok.. " ucap Galang
Kini Galang akan pulang, Leo mengantar Galang ke rumahnya.
" Leo kamu sudah dapat info belum tentang Syafa.. " ucap Galang
" Belum Bos, sangat sulit sekali mencari Syafa.. " ucap Leo
" Bagaimana sih. Terus berusaha dong, pokoknya aku ngga mau tau, kalian harus secepatnya menemukan Syafa.. " ucap Galang
Sedangkan Syafa kini sedang melakukan aktivitas biasanya. dia akan memetik sayuran di belakang rumah jika pagi hari, dan sore hari Nenek Siti yang akan mencari di kebun"
" Kamu tidak usah ke kebun nduk, jaga saja anakmu.. " ucap Nenek
" Iya Nek.. " ucap Syafa
" Oh iya Nduk, Kamu akan memberi nama siapa pada putrimu.. " ucap Nenek
" Maura Adinda nek.. " ucap Syafa
" Maura, nama yang sangat bagus nduk.. " ucap Nenek
__ADS_1
Kini Syafa membopong putrinya di depan rumah, Tiba" ada mobil yang datang dan berhenti di depan rumah nenek Siti.
Seseorang turun dari mobil dan mendekati Syafa.
" Syafa... " ucap Seorang wanita yang terlihat modis dan cantik
Syafa mematung melihat wanita tersebut, wajahnya seperti tidak asing baginya.
" Syafa ini Ibu Sayang, maafin Ibu yang dulu telah meninggalkanmu... " ucap Ibu Murni langsung memeluk Syafa dan menangis
Sedetik kemudian Syafa juga menangis, dia sangat rindu dengan ibunya.Nenek Siti yang mendengar orang menangis, Beliau keluar habis dari belakang rumah.
" Ada apa nduk.. " ucap Nenek Siti
Beliau tidak melanjutkan ucapannya karena kaget melihat Anaknya kembali
Bu Murni langsung memeluk Nenek Siti,dia merasa sangat bersalah padanya.
" Ibu, maafkan aku. aku sudah meninggal ksn kalian.. " ucap Bu Murni menangis
Nenek Siti menangis, anak yang sudah lama ia rindukan kini kembali juga.
" Murni... ini benar " kamu nak?... "ucap Nenek Siti sambil menatap wajah anaknya
" Iya Bu, ini aku anakmu.. " ucap Bu Murni
Bu Murni mendekati Syafa dan bertanya pada nya
" Sayang ini bayi siapa? apa ini anakmu.. " ucap Bu Murni
" Murni,Syafa.kita masuk ke dalam saja, biar kita bicara di dalam.. " ucap Nenek Siti
Bu Murni masuk ke dalam, dia duduk di kursi kayu yang sudah usang dan rapuh. Pandangannya menelisik ke sekeliling, hatinya semakin teriris ketika melihat keadaan rumah yang hampir roboh.
" Sekarang ceritakan,kenapa dulu kamu pergi meninggalkan Syafa sendirian murni.. " ucap Nenek Siti
" Bu, Syafa.. maafkan Ibu, aku dulu pergi untuk bekerja di Luar Negeri Bu. selama beberapa tahun di sana, aku tidak pernah menghubungi kalian. aku berpikir,aku harus berjuang mengumpulkan uang yang banyak untuk membahagiakan anakku.aku tidak bisa menghubungi siapa pun.setelah bekerja dua tahun masa kontrak ku habis, aku akan kembali ke jakarta. tetapi majikanku menyuruh aku memperpanjang kontraknya.aku nurut karena aku pikir semakin lama aku di sana,semakin banyak uang yang akan aku hasilkan.beberapa tahun aku di sana, aku di nikahi oleh majikanku karena dia memang duda. dia sangat baik orangnya, dia juga berasal dari indonesia. akhirnya setelah menikah,aku kembali ke jakarta. tetapi aku tidak menemukan Syafa, aku berusaha mencarinya beberapa bulan ini. tapi kemarin anak tiriku memberi tahu aku kalau Syafa ada di sini.. " ucap Bu Murni
" Jadi selama ini kamu bekerja di Luar Negeri?.. "ucap Nenek Siti
Syafa yang mendengar cerita ibunya, sebenarnya kecewa padanya.
" Tapi kenapa Ibu tidak pernah mengabari aku, aku hidup sendiri Bu. aku berjuang sendiri di jakarta, bahkan aku menderita.. " ucap Syafa menangis
Bu Murni mendekati Syafa dan menangis
" Syafa maafin Ibu nak, Ibu tidak bisa menghubungi kamu. Ibu tidak punya no HP kamu, Ibu juga sangat rindu padamu sayang.. " ucap Bu Murni
" Sayang terus suami kamu mana..? " ucap Bu Murni
" Dia sudah di ceraikan oleh suaminya.. " ucap Nenek Siti
__ADS_1
" Maksudnya gimana Syafa.. " ucap Bu Murni
Akhirnya Syafa menceritakan semuanya.dari awal saat Ibu Murni perg,sampai sekarang dia melahirkan
" Ya Alloh maafin Ibu nak,begitu berat penderitaan kamu sayang.. " ucap Bu Murni meneteskan air mata
Ibu Murni merasakan sesak di dadanya ketika melihat Syafa yang memakai daster yang sudah lusuh, jahitan sana sini. dan tempat tidur mereka yang terbuat dari ranjang bambu, dan kasur yang sudah usang.
Ibu Murni membopong cucunya, dia juga perih melihat baju yang dipakai cucunya. mungkin bekas dari tetangga.
" Sayang kamu ikut Ibu ya ke Jakarta, Ibu tidak akan meninggalkan kamu lagi nak.. " ucap Bu Murni
Syafa melihat Neneknya, dia juga tidak tega dengan neneknya di sini.
" Kamu tenang saja, Nenek juga akan Ibu ajak.. " ucap Bu Murni
Tiba " ada beberapa Ibu" yang mendatangi rumah Nenek Siti.
" Syafa keluar kamu, kamu harus pergi dari sini. bawa anak harammu pergi Syafa.. " ucap Ibu"
Bu Murni keluar untuk melihat siapa mereka
" Iya.. Syafa memang akan pergi dari sini. asal kalian tau,cucuku bukan anak haram.sebagai seorang wanita di mana hati nurani kalian. bukankah Syafa juga sudah memberitahu kalian, kalian ini juga punya anak perempuan. bagaimana seandainya anak kalian merasakan apa yang Syafa rasakan.. " ucap Bu Murni
" Murni ini kamu.. " ucap Ibu"
" Iya ini saya Murni, orang yang dulu kalian hina dan sekarang kalian juga menghina anak dan cucuku. kalian tenang saja, kami akan pergi dari sini.. " ucap Bu Murni
"Maafkan kami Murni, kami tidak bermaksud.. " ucap Ibu"
" Terserah... " ucap Bu Murni
" Syafa, Ibu. sebaiknya kita cepat pergi dari sini, Ibu gerah mendengarkan mulut" sampah yang ada di depan.. " ucap Bu Murni tajam
Ibu" yang tadinya menghina mereka, kini malu sendiri melihat keadaan Bu Murni yang sudah kaya sekarang. Syafa membopong putri kecilnya, Nenek Siti berjalan di belakangnya dan Bu Murni berjalan membukakan pintu mobil.
" Ingat ya Ibu", roda itu berputar. jadi jangan bangga menghina orang.. " ucap Bu Murni sambil membuka pintu mobil dan pergi dari situ
Ibu" hanya diam, mereka merasakan malu.
Mereka mampir ke warung Bu Tuti untuk berpamitan.
" Bu Tuti, terimakasih ya selama ini kalian sudah baik sama kami.. " ucap Syafa
" Iya Syafa, syukurlah kamu sudah kembali murni.. " ucap Bu Tuti
" Iya Mba, makasih sudah membantu mereka Mba. ini ada sedikit uang tanda terimakasih untuk Mba.. " ucap Bu Murni sambil memberikan uang
" Ya ampun Murni tidak usah.aku ikhlas membantu mereka.. " ucap Bu Tuti
" Tidak mba, terima saja. anggap saja ini uang bayar hutang, karena selama ini mba sudah banyak membantu anak dan ibuku... " ucap Bu Murni
__ADS_1
Akhirnya Bu Tuti menerima uangnya dan para tetangga melihat. mereka merasa malu selama ini sudah merendahkan Syafa dan Ibunya
Kini Bu Murni pergi membawa keluarganya ke Jakarta.