
Hari ini Amel tetap berangkat ke Kantor
Amel pergi begitu saja tanpa mau sarapan
Sayang, sarapan dulu nak,, " ucap Bu Dela yang melihat Amel turun dan melewati meja makan tanpa menoleh
Amel diam seribu bahasa, dia tidak ingin berbicara dengan siapapun di rumahnya
Pak Arya yang melihat sikap Amel jadi emosi
" Maunya apa sih itu anak,,!! kita itu menjodohkan dia dan Galang,karena Papa percaya dia anak yang baik dan cocok untuk Amel.Dasar anak tidak punya sopan santun,, " ucap Pak Arya emosi
" Sudahlah Pah, nanti Mama bicara baik" pada Amel,, " ucap Bu Dela
Devan dan Mega memang sudah pun dah rumah
Mereka sudah pindah dari kemarin sebelum pertunangan Amel dan Galang
Devan hanya ingin kebebasan bagi keluarga kecilnya dan juga ingin mandiri
Kini Amel sudah sampai di Kantor, dia berjalan tanpa menoleh kepada siapapun
Suasana hatinya sedang kacau saat ini
Begitupun dengan Dean, dia juga langsung berangkat kerja tanpa mau sarapan apapun
" Sayang,, sarapan dulu sini,, " ucap Bu Fatma
" Ngga Mah, biar aku sarapan di kantor saja,, " ucap Dean langsung berangkat tanpa mencium tangan kedua orang tua nya
"Dean kenapa ya Pah, kok dari tadi malem sikapnya jadi aneh gitu,, " ucap Bu Fatma
" Mungkin banyak kerjaan aja kali Mah,, " ucap Pak Prasetyo
" Marak kali, aku yang bertunangan dengan Amel bukan dirinya,,, " ucap Galang sambil meminum kopinya
" Marah kenapa,, emangnya mereka ada hubungan. enggak kan,, " ucap Bu Fatma
Galang mengendikkan bahunya, tanda dia tidak tau
Kini Dean mengendarai mobilnya menuju Kantor tempat dia bekerja
__ADS_1
Pikirannya kacau, hatinya juga galau
" Hari ini aku akan mengajak Amel berbicara, iya aku harus berbicara dengannya,, " ucap Dean
Kini Dean sudah sampai dan dia melihat Amel yang sudah berada di meja kerjanya
Dean menatap wajah Amel yang terus menunduk, Amel fokus mengecek kerjaannya tetapi sebenarnya pikirannya kacau
Dean langsung duduk dan dia menyapa Amel
"Ehem,,Pagi Mel,, " ucap Dean
" Pagi juga,, Jawab Amel tanpa melihat Dean
Amel pikir dengan cuek begini akan membuat dia tenang dan fokus dengan pekerjaan nya
Dean yang melihat sikap Amel berbeda padanya jadi tambah galau
" Kenapa sikap Amel berubah sama aku ya, apa karena dia sudah tidak ingin berdekatan lagi denganku,, " ucap Dean dalam hati
" Mungkin dengan cara ini, aku bisa melupakan perasaan ku pada Kak Dean,, " ucap Amel dalam hati
Devan menghubungi Dean lewat sambungan telepon
" O,, oke,,, baik Pak Devan,, " ucap Dean sambil menutup telepon nya
" Mel,Kita semua besok akan liburan ke puncak,Devan menyuruhku untuk mengumumkan pada semua Karyawan,," ucap Dean
" Hah apa,, Kita besok liburan,asyik,,, " ucap Amel bahagia
" Nah gitu dong ceria lagi,, " ucap Dean pada Amel
" Yee emangnya enggak,, aku tau kali perasaan Kakak,, " ucap Amel pada Dean
" Iya Mel,kamu benar. aku bahkan sangat terluka mengetahui kamu bertunangan dengan Kak Galang,, " ucap Dean sedih
" Maafin aku Kak, aku sudah berusaha menolaknya tetapi Papa dan Mama tetap memaksakan kehendak mereka,, " ucap Amel meneteskan air mata
" Kak sebenarnya aku juga mencintai Kak Dean dari dulu,, tapi aku tidak malu,, " ucap Amel menundukkan kepalanya
Deg,,deg,,,Dean merasa bahagia mendengar kejujuran Amel
__ADS_1
" Tapi sudah terlambat Mel, kamu sebentar lagi akan jadi Kakak Ipar ku,, " ucap Dean sedih
Amel kembali menangis dalam diam, dia segera menghapus air matanya
" Maafkan aku Mel, cinta kita tidak bisa bersatu,, " ucap Dean mengusap kasar wajahnya
Amel langsung pergi ke toilet sambil meneteskan air mata
" Ingin aku memelukmu Mel,, tapi apalah dayaku.aku bukan siapa",,,"cap Dean dia juga meneteskan air mata
Tapi cepat" Dean menghapus nya dan mengikuti Amel
Amel menangis di toilet, dia membekal mulutnya sendiri agar tangisannya tidak keluar. Tetapi Dean yang mendengarnya dari toilet sebelah menjadi ikut sedih
" Begitu dalam kah sakit yang kamu rasakan Mel, aku juga sama seperti kamu. aku merasakan sakit yang amat sangat di hatiku,, " ucap Dean bersandar di dinding toilet
Mereka berdua sama" menangis dalam diam
Takdir cinta mereka terlalu sulit, karena ketidakjujuran membuat hati mereka berdua terluka akhirnya
Amel keluar dari toilet dan bersamaan dengan Dean, dia juga keluar dari toilet
Pandangan mereka bertemu.Detik berikutnya Amel menubruk tubuh Dean. Dia memeluk Dean dan juga di balas oleh Dean
" izinkan aku memelukmu sekali ini saja Kak, izinkan aku menumpahkan rasa cintaku padamu,, " ucap Amel menangis
Dean juga memeluk erat tubuh Amel dan mengecup pucuk kepala Amel.
Dia juga ikut meneteskan air mata
Amel melepas pelukannya dan dia menatap mata Dean
Amel menggenggam tangan Dean
" Terima kasih karena Kak Dean sudah hadir di hidupku. walaupun akhirnya kita tidak bisa bersatu tapi aku bahagia,ini adalah pelukan kita yang pertama dan terakhir,, " ucap Amel dan dia melangkah pergi dan melepas genggaman tangannya.
Dia kembali ke meja kerjanya, sedangkan Dean dia malah menangis di depan toilet
" Aaaakkkhhh,,, " teriak Dean sambil meninju tembok depan toilet
Rasanya hidup ini tidak adil baginya, kisah cinta nya berakhir tragis bahkan sebelum di mulai
__ADS_1
Kini Dean mencuci mukanya dan dia harus mengumumkan apa yang di perintahkan Bosnya tadi
"