
Setelah Satu jam lebih Kinan pingsan,kini dia sudah mulai sadar.Kinan membuka matanya perlahan,dia merasakan pusing dan sesak pada dadanya.
" Apa aku sudah mati.tapi kenapa aku masih merasakan sakit... " ucap Kinan
" Syukur lah kamu sudah sadar Kinan.. " ucap Rayyan mendekati ranjang Kinan
" Kak Rayyan.. " ucap Kinan berusaha akan bangun
" Sudah kamu istirahat saja,sebentar lagi dokter akan kesini... " ucap Rayyan
" Dokter? jadi aku belum mati... " ucap Kinan
" Kinan kamu tenang dulu,apa perlu aku hubungi keluarga kamu.. " ucap Rayyan
" Jangan..! tidak usah Kak... " ucap Kinan
" Loh kenapa Kinan, mereka juga harus tau keadaan kamu sekarang...
" ucap Rayyan
" Ngga usah Kak,biar saja aku bisa pulang sendiri. bila Kakak mau pulang, silahkan saja.terimakasih sudah mau menolongku.. " ucap Kinan dengan mata berkaca"
" Ya sudah kalau itu maumu. tapi aku tidak akan membiarkan kamu pulang sendiri.. " ucap Rayyan
Dokter masuk dan memeriksa keadaan Kinan.
" Mba Kinan, jangan terlalu banyak pikiran ya.dan jangan nekat lagi kaya tadi.oke.. " ucap Dokter
" Bagaimana bisa aku tidak banyak pikiran Dok,hidupku saja anda tidak tau.. " ucap Kinan sambil menundukkan kepalanya
" Jangan stres" mba pikirannya,sayang loh masih muda dan cantik.masih banyak cowok yang lebih baik di luar sana mba.semangat cari pengganti.. " ucap Dokter tersenyum
" Maksud Dokter apa ya,kok bicara begitu.."ucap Kinan
__ADS_1
" Iya jangan bersedih karena putus cinta, apalagi sampai nekat bunuh diri.itu dosa mba.. " ucap Dokter
" Hah.... putus cinta, siapa juga yang putus cinta. sotoy banget si jadi Dokter... " ucap Kinan dalam hati
" Em Dokter, saya sudah boleh pulang kan?.. "ucap Kinan
" Oh iya Mba boleh.tapi ingat jaga kesehatan dan pikiran anda. jangan terlalu banyak pikiran.. " ucap Dokter
" Iya Dok.. " ucap Kinan
Kini Kinan turun dari kasur,dia masih lemas.akhirnya Rayyan menuntun Kinan sampai ke mobilnya.
Setelah sampai mobil, Rayyan bertanya pada Kinan.
" Kinan,aku antar kamu pulang ya.. " ucap Rayyan
" Tidak,antarkan aku ke pantai.. " ucap Kinan
" Mau apalagi,mau bunuh diri lagi.. " ucap Rayyan
" Ooh kirain.. " ucap Rayyan
" Kinan.. kalau boleh tau kenapa kamu bisa melakukan hal nekat itu.. " ucap Rayyan
" Enggak usah kepo,hidupku dan hidup kakak beda level.jadi tidak bisa mengerti dan paham pikiranku.. " ucap Kinan
" Maksud kamu apa Kinan?.. " ucap Rayyan
" Sudahlah Kak,lebih baik Kakak fokus saja menjalani hidup Kakak sendiri ngga usah kepo hidup aku.. " ucap Kinan
Rayyan menangkap ada hal yang tidak beres pada adik kekasih nya itu.dia melihat beban dan kesedihan yang amat dalam di mata Kinan.
" Aku akan cari tau sendiri Ki lewat Maura.. " ucap Rayyan
__ADS_1
Kini Mereka sampai di Lantai dan Kinan mengambil motornya.
Rendi yang melihat Kinan, ingat dia adalah teman adiknya.
" Ooh iya aku ingat, kamu sahabat Dea kan.. " ucap Rendi
" Iya.. kok Kakak tau?.. "ucap Kinan
" Iy tau lah, aku kan pernah melihat kamu mengantarkan Dea ke rumah.. " ucap Rendi
" Ooh.. jadi kamu kakaknya Dea... " ucap Kinan
Rendi menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Ya sudah aku pergi dulu semua nya. terimakasih Kakak" sudah mau menolong aku.dan buat Kak Rayyan,aku mohon jangan beritahukan kejadian ini pada Kak Maura.. " ucap Kinan
" Iya.. " ucap Rayyan
Kini Kinan menjalan kan motornya,Rayyan terus saja memandangi kepergian Kinan.
Kinan sebenarnya tidak ingin kembali lagi ke rumah Mama Syafa.dia ingin pergi selamanya dari sana. terlalu sakit setelah mendengar ucapan kedua orang tuanya tersebut.
Kini Kinan akan mencari kos" an untuk dia tinggal.dia berpikir akan berhenti kuliah dan akan mencari kerjaan untuk hidupnya sendiri. tidak ada gunanya lagi tinggal di rumah mereka, karena dia juga bukan anak kandungnya.
Tapi sebelum dia mencari kosan,Kinan akan pulang dulu ke rumah.dia akan mengambil ijazah untuk melamar pekerjaan.
Kinan memarkirkan motornya di garasi,dia masuk ke rumah dan langsung naik ke kamarnya.Kinan langsung memasukkan ijazah dan barang" miliknya ke dalam tas yang tidak cukup besar.
Kebetulan keadaan rumah sepi, Maura sedang di rumah sakit.Papa Galang di kantor dan Mama Syafa sedang pergi arisan.
" Selamat tinggal Mah, Pah.aku akan memulai hidupku di luaran sana.terimakasih selama ini sudah mau menerima aku di sini.. " ucap Kinan
Kinan hanya membawa beberapa bajunya saja,dia tidak ingin membawa bajunya terlalu banyak.Kinan langsung turun dan pergi dari rumah itu. Bi Surti yang hanya melihat sekilas karena sedang di dapur, dia tidak memperdulikannya. karena Bi Surti pikir, Kinan pergi hanya sebentar.
__ADS_1
Kinan berjalan dan menyetop angkot.dia akan mencari kosan di jakarta dan mencari pekerjaan.