
Hari ini Wildan datang ke rumah Ibu Murni, dia kembali dari desa karena tugasnya Disana sudah selesai.
" Assalamualaikum.. " ucap Wildan
" Wangalaikum sallam, eh kamu Wildan. kapan pulang?.. " ucap Bu Murni
" Aku pulang tadi malam Mah... " ucap Wildan sambil mencium tangan Bu Murni dan Nenek Siti
" Syafa Mana Mah.. " ucap Wildan
" Syafa lagi di kamarnya,lagi mandiin Maura si tadi.. " ucap Bu Murni
"Gimana Mah, apa Papa mau pulang kesini lagi?.. " ucap Wildan
" Iya Papa kamu mau pulang ke sini besok kata nya,sekarang masih menyelesaikan pekerjaan nya di sana... " ucap Bu Murni
Pada saat mereka ngobrol, tiba" Syafa turun dari kamarnya. dia membopong Putri kecilnya yang cantik.
" Mas Wildan, kapan pulang Mas?.. " ucap Syafa
" Tadi Malam Fa,gimana kabar kalian?.. " ucap Wildan
__ADS_1
" Alhamdulilah Mas, kami sehat.. " ucap Syafa tersenyum
Wildan terpesona dengan Syafa yang sekarang. dia memang cantik tapi setelah berhijab, dia terlihat semakin anggun dan tambah cantik.
" Sini sama Om.. " ucap Wildan sambil menggendong Maura
Bayi mungil yang sangat lucu dan Cantik. Wildan mencium pipi Maura dan sesekali mengajaknya berbicara dan bermain. Maura sesekali tertawa melihat tingkah Wildan.
" Kelihatannya Maura senang ya sama Omnya.. " ucap Bu Murni tersenyum
" Iya Mah, aku juga senang bisa bermain dengan ponakan Om yang cantik ini ya.. iya.. " ucap Wildan sambil mencium leher Maura
Maura tertawa karena geli.
" Sudah Mas,kemarin dia datang ke sini.. " ucap Syafa
" Ooh... " ucap Wildan
Sebenarnya Wildan menyukai Syafa semenjak pertama bertemu dulu, tapi dia kecewa saat kemarin melihat Syafa melahirkan. tetapi juga bersyukur karena Syafa sudah bercerai dengan suaminya.
"Tapi Fa kan kamu diceraikan waktu kamu sudah hamil kan, itu artinya perceraian kalian tidak sah. apalagi cuma nikah siri... " ucap Wildan
__ADS_1
" Iya memang aku di talak waktu aku sudah hamil, tapi aku juga sudah tidak mau kembali dengannya. aku sudah terlanjur sakit hati atas perlakuannya padaku dulu Mas.. " ucap Syafa
Wildan hanya diam, dia menghempas ksn nafasnya pelan.
" Iya Nduk, sebenarnya kamu masih istri Galang. karena kalau wanita hamil tidak bisa diceraikan.. " ucap Nenek Siti
" Tapi kan aku tidak pernah di nafkahi Nek, Mas Galang tidak pernah sepeserpun memberikan aku nafkah,selama menikah ataupun selama aku hamil.. " ucap Syafa
"Ya sudah kita jangan bahas itu, biarkan kita jalani hidup ini bersama. walaupun Maura tidak ada Ayahnya tapi ada kita yang akan selalu menyayangi dia.. " ucap Bu Murni
Ternyata di balik pintu, Galang mendengar semuanya. dia hari ini datang ke rumah Syafa, karena ingin bertemu dengan Syafa dan putri nya. awalnya dia senang,karena perceraian nya tidak sah. tapi dia kembali sedih,saat mendengar jawaban Syafa yang tidak mau kembali lagi padanya.
Galang memutuskan untuk pergi dari situ,dia tidak jadi masuk karena merasa sia" perjuangan nya selama ini. Syafa tidak mau memaafkan kesalahan Galang dulu. Memang Galang mengakui kesalahannya,Luka hati Syafa sudah terlalu dalam sehingga Syafa tidak ingin bersatu lagi dengan Galang.
" Ternyata sakit sekali rasanya tidak di inginkan.maafkan aku Fa, dulu aku tidak menghargai kamu sebagai istriku. sekarang penyesalan ku sudah tidak ada artinya lagi... " ucap Galang mengusap kasar wajahnya
Dia masuk ke mobil dan pergi ke kantornya,Galang masih terus kepikiran ucapan Syafa yang tidak ingin kembali lagi dengannya.
" Andai dulu aku tidak menyia " kan Syafa, pasti sekarang aku dan dia sudah bahagia.. " ucap Galang
" Putriku maafkan Papa nak, Papa tidak bisa jadi ayah yang baik buat kamu.. " ucap Galang
__ADS_1
Kini Galang sampai di kantor, dia sibuk mengerjakan pekerjaan nya. Sekarang dia akan fokus mencari uang yang banyak untuk membahagiakan putrinya. dia ingin memberikan harta pada putrinya kelak, walaupun Syafa tidak mau kembali padanya, tetapi masih ada putri kandungnya yang harus ia nafkahi.