Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Permohonan Maaf Galang


__ADS_3

Bu Murni membawa cucunya ke kamar atas, dia meninggalkan Syafa dan Galang.


" Syafa aku mohon maafkan aku, aku sangat menyesal karena dulu mencampakkan kamu. aku tidak tau kalau kamu yang aku renggut kesucian nya di hotel pada malam itu... " ucap Galang


Syafa hanya meneteskan air mata,dia tidak bisa berbicara apapun. hatinya terlalu sakit atas perbuatan Galang padanya dulu.


" Syafa aku mohon, maafkan aku. aku ingin memperbaiki hubungan kita.. " ucap Galang sambil menggenggam tangan Syafa


Syafa menjauhkan tangannya dari genggaman Galang


" Maaf Pak Galang yang terhormat, saya tidak ingin mengulang kesalahan yang kedua kali. cukup sekali aku menjadi istri yang tidak di anggap dan tidak di akui.Apa anda tau bagaimana rasanya di campakkan, selama pernikahan kita apa pernah anda mendatangi saya,saya juga tidak mau menikah dengan anda.saya hanya menolong anda, dan saya juga korban.di saat aku hamil semua orang menganggap aku wanita tidak benar, mereka menganggap putriku anak haram. karena apa... karena aku tidak punya buku nikah. putriku juga jadi korban disini...!!! " ucap Syafa menangis


" Maafkan aku Syafa, aku bersalah aku menyesal... " ucap Galang juga menangis


" Selama saya hamil,saya berjuang mencari sayuran di kebun bahkan di hutan untuk aku jual.untuk memenuhi kebutuhan ku sehari" , bahkan susu Ibu hamil pun aku tidak mampu beli. apa anda tau penderitaan ku selama ini, hinaan cacian terus aku dengar dari mulut orang".Aku tidak bisa membungkam mulut mereka karena memang aku hanya dinikahi siri, dan aku juga sudah anda ceraikan.. " ucap Syafa menangis


Galang merasakan hatinya perih saat mendengar perkataan Syafa.


Bu Murni pun ikut menangis mendengar Syafa berbicara pada Galang.


" Ternyata selama ini kamu sangat menderita nak, maafkan Ibu... " ucap Bu


murni mendekati Syafa dan memeluk nya


Galang kaget mendengar ucapan Ibu Murni

__ADS_1


" Apa... Ibu. jadi Syafa masih punya Ibu... " ucap Galang dalam hati


" Syafa aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk menyayangi kamu dan putri kita.... " ucap Galang


"Soal putriku,anda tidak usah khawatir. aku bisa memberikan kasih sayang yang utuh untuknya. aku akan memberikan sepenuh jiwa dan ragaku untuk menjaga dan mencintai putriku... " ucap Syafa


" Tapi Syafa, lama kelamaan juga dia akan bertanya di mana Ayahnya.. " ucap Galang


" Itu gampang, aku tinggal menikah lagi. toh aku juga menikah dengan anda bukan nikah sah.anda juga sudah membuang saya seperti sampah... " ucap Syafa meneteskan air mata


" Aku tidak bermaksud mencampakkan kamu Fa,dulu aku belum siap menikah. apalagi menikah dengan orang asing,dulu aku memang tidak menganggap kamu istri. aku menyesal telah menyakiti hatimu begitu dalam... " ucap Galang


" Tidak ingatkah anda setelah kita menikah, apa pernah anda datang ke rumah untuk menemui aku.bahkan bertemu saja anda tidak sudi melihatku,aku lebih hina dari sampah di mata anda.di mana hati nurani anda saat menceraikan aku, tanpa perasaan anda membuang ku.apa anda tau saat anda merenggut kehormatan ku,aku hancur saat itu.bahkan aku hamil pun apa anda tau,anda pikir aku ini apa. setelah anda menyakiti aku begitu kejamnya,kini dengan mudahnya anda meminta maaf dan ingin kembali padaku.. " ucap Syafa


Syafa diam dia mengalihkan pandangannya pada arah lain.


" Galang.. Ibu mohon kamu berikan waktu pada Syafa untuk berpikir.lebih baik sekarang kamu pergi dari sini.. " ucap Bu Murni


" Tante tapi aku ingin melihat putriku.ijinkan aku melihat putriku walau sebentar saja Tante... " ucap Galang memohon


Bu Murni melihat ke arah Syafa, dia i gin meminta pendapat Syafa.


" Jangan lama" dan jangan mengusik tidurnya.. " ucap Syafa


" Terimakasih Fa.. aku janji hanya sebentar saja.. " ucap Galang senang

__ADS_1


Kini Syafa mengantar Galang ke kamar untuk menengok putrinya


" Sayang maafin papa nak, pala tidak tau kalau kamu sudah ada di perut ibumu dulu.. " ucap Galang sambil mengelus pipi putrinya


" Sudah sekarang silakan anda pergi.. " ucap Syafa


" Sebentar lagi Fa, aku ingin menggendong dia.. " ucap Galang


" Tidak boleh,lebih baik anda pergi.. " ucap Syafa


" Ya Alloh Fa kejam amat sama aku.. " ucap Galang


Syafa dian saja, Galang terpaksa pergi. tapi sebelum dia pergi dari situ, Galang mencium pipi putrinya.


"Papa pulang dulu ya sayang,putri Papa yang cantik jangan rewel ya. besok papa datang lagi kesini... " ucap Galang


" Ehem... " Syafa berdehem


Galang menatap wajah Syafa dan dia mengerti maksud Syafa. akhirnya dia pergi dan pulang


" Aku pulang dulu ya Fa, besok aku datang kesini lagi.. "ucap Galang


Syafa diam,dia tidak berniat menjawab perkataan dari Galang.


Akhirnya Galang pamit pada Bu Murni dan Nenek Siti.

__ADS_1


__ADS_2