
Syafa berjalan keluar ke taman samping rumah, dia duduk di kursi panjang dan Galang juga mengikutinya.
" Fa apa kamu mau kembali lagi padaku, aku sudah menyesali perbuatanku padamu dulu. aku ingin menikahi kamu secara sah.. " ucap Galang
" Apa anda yakin dengan perkataan anda, apa anda tidak akan mencampakkan aku seperti dulu lagi?.. " ucap Syafa dingin
" Aku berjanji Fa, aku akan menjadi Ayah dan suami yang baik untukmu dan putri kita aku akan menjaga dan mencintai kalian dengan sepenuh jiwaku.. " ucap Galang
Syafa menatap mata Galang,dia menatap begitu dalam.Syafa tidak menemukan kebohongan di mata Galang,ucapan Galang begitu tulus. Dia benar" menyesali perbuatannya,Galang sangat mencintai Syafa dan Maura dengan sepenuh hati.
" Berikan aku waktu untuk berfikir, aku tidak percaya begitu saja dengan ucapan anda.sekarang anda menyesal, bisa jadi setelah kita bersama lagi anda akan kembali menyakiti aku dan anakku. hati seseorang tidak ada yang tau... " ucap Syafa
" Fa aku benar" menyesal.setelah kita bercerai,aku baru sadar kalau kamu begitu sangat berarti di hidupku.selama ini aku menyuruh orang untuk mencari mu.aku hancur, bahkan perusahaan ku tidak aku pikirkan. aku fokus mencari mu,berbulan-bulan aku hidup dalam rasa bersalah.aku seperti orang gila Fa,aku sudah dapat karmanya selama ini.. " ucap Galang menangis
Syafa juga meneteskan air mata
" Anda tersiksa dengan kepergianku, aku juga menderita.apa anda merasakannya,selama hamil aku berjuang sendiri. hinaan dan cacian aku dapatkan,aku berjuang menahan malu demi sesuap nasi.saat melahirkan aku bertaruh nyawa, apa anda tau bagaimana rasanya berjuang sendirian hanya di kelilingi dokter.dimana anda saat itu hah..! anda bayangkan saja betapa aku menderita saat itu... " ucap Syafa menangis
"Syafa maafkan aku, kamu bisa hukum aku.tampar aku, pukul aku. aku pantas mendapatkan ini semua Fa, aku memang sudah jahat sama kamu... " ucap Galang sambil memegang tangan Syafa
Galang bersimpuh di kaki Syafa, dia menangis mendengar perkataan Syafa.
" Bangunlah aku tidak sejahat itu,aku tidak akan menghukum anda.sekarang anda tancapkan paku ini ke tembok.. " ucap Syafa sambil memberikan paku dan palu yang ada di samping kursi
" Buat apa Fa.. " ucap Galang
"Lakukan dulu ngga usah banyak tanya.. " ucap Syafa
Galang menancapkan paku ke tembok
" Dan sekarang cabut kembali pakunya.. " ucap Syafa
Galang bengong dengan perkataan Syafa
" Kan kamu nyuruh aku tancapkan pakunya tadi, tapi kenapa kamu suruh aku cabut lagi.. " ucap Galang bingung
Akhirnya Syafa mengambil palu di tangan Galang, dan dia mencabut paku yang ada di tembok tadi. Setelah paku tercabut, Syafa menyuruh Galang menyentuh bekas cabutan paku itu
__ADS_1
" Sekarang coba anda sentuh bekas anda menancapkan paku tadi.. " ucap Syafa
Galang nurut dan dia masih bingung
" Sekarang apa yang anda lihat, apa paku yang tadi di tancapkan dan di cabut akan meninggalkan bekas.tembok yang tadinya mulus setelah di tancapkan paku pasti ada bekasnya kan, apa bisa di tambal kembali.sama halnya seperti hatiku, anda telah menancapkan luka di hati ini dan itu akan membekas seumur hidupku. walau aku memaafkan tapi aku tidak mudah untuk melupakan.. " ucap Syafa
Deg...Galang melihat bekas paku yang ada di tembok. dia tidak sadar telah menyakiti hati Syafa begitu dalam. bahkan butuh seumur hidup untuk menyembuhkan lukanya.
" Fa aku sangat" minta maaf padamu, izinkan aku untuk menghapus dan menyembuhkan luka yang sudah aku torehkan di hatimu.aku akan menyayangi kalian dengan sepenuh jiwaku Fa... " ucap Galang sambil menggenggam tangan Syafa
"Aku tidak akan membatasi kamu untuk bertemu putriku, tapi untuk hatiku aku belum bisa membukanya.. " ucap Syafa
Galang menghembuskan nafasnya kasar. dia sudah putus asa dengan perasannya.Galang merasakan sesak di hatinya, ternyata tidak mudah menyembuhkan luka yang dia torehkan di hati Syafa.
Syafa pergi dari situ dan masuk ke dalam, Syafa masuk ke kamar dan mengunci pintunya.
Syafa menangis dalam diam, dia sebenarnya ingin sekali kembali pada Galang. tapi hatinya masih sulit menerima nya.
" Apa yang harus aku lakukan Ya Alloh, tunjukkan jalanmu padaku.. " ucap Syafa
" Haruskah aku mati Fa, jika itu yang kamu inginkan maka akan aku lakukan.. "ucap Galang berteriak
Galang pergi dari rumah Syafa, dia tidak menunggu Mamanya.Galang sudah putus asa.
Syafa yang melihat Galang pergi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia jadi khawatir dan takut. terlihat sekali Galang pergi dalam keadaan marah.
" Ya ampun Mas Galang mau ke mana, bawa mobilnya ngebut gitu.." ucap Syafa
Galang sudah tidak perduli lagi dengan keselamatannya, dia kecewa marah pada dirinya sendiri.
Pada saat berada di perempatan jalan,ada truck besar yang juga melaju dengan kecepatan tinggi.Galang tidak dapat menghindari truck tersebut, akhirnya kecelakaan terjadi.Mobil Galang menabrak Truk dan terpelanting ke pinggiran jalan raya.Galang yang masih di dalam tidak dapat menyelamatkan diri.
Orang" yang melihat menjadi panik dan ada juga yang langsung menghubungi polisi.
Keadaan Galang sangat parah dia terjepit di dalam dan dia juga sudah tidak sadarkan diri
Syafa yang mendengar dentuman yang sangat keras menjadi khawatir.Karena Kecelakaan tidak jauh dari rumah Syafa.
__ADS_1
Banyak orang berlarian akhirnya Syafa turun dan bertanya pada seseorang.
" Maaf Pak ada apa ya, kok ramai gitu di jalan sana.. " ucap Syafa
" Itu Neng ada kecelakaan.mobil mewah berwarna hitam yang melaju dengan sangat cepat dengan truck besar.mobilnya hancur neng.. " ucap Seseorang yang melihat kejadian tadi
Deg... " mobil mewah berwarna hitam, apa jangan " Mas Galang. tidak... aku harus melihatnya... " ucap Syafa
Syafa mengambil motornya dan dia buru" melihat dan dia mendekati mobil itu. disitu sudah ada polisi yang sedang mengevakuasi korban.
Syafa yang paham dengan mobilnya, dan juga melihat Korban yang di keluarkan dari dalam. dengan darah bercucuran di kepalanya dan keadaan yang mengenaskan. Syafa berteriak menangis histeris.dia tidak bisa menopang tubuhnya, Syafa terduduk dan menangis
" Ya Alloh Mas Galang, tidak... " ucap Syafa
Polisi yang melihatnya mendekati Syafa
" Maaf apa anda mengenal korban.. " ucap Pak Polisi
" Iya Pak, saya istrinya.. " ucap Syafa
" Baiklah silahkan ikut kami ke rumah sakit.. " ucap Pak Polisi
Syafa ikut mobil Ambulans yang membawa Galang, Syafa terus memegangi tangan Galang.dia tidak ingin kehilangan Galang
" Mas Galang maafin aku,kamu harus kuat Mas demi anak kita.. " ucap Syafa menangis
Syafa teringat ucapan Galang waktu akan pergi tadi.
" Mas Galang jangan tinggalin aku, aku mencintaimu.aku tidak ingin kamu pergi Mas.. "ucap Syafa mencium tangan Galang
Darah terus mengalir di kepala Galang, Syafa yang melihatnya menjadi panik.
" Pak cepat pak.. tolong suami saya.. " ucap Syafa berteriak
" Iya ibu, ibu yang tenang. kita akan segera sampai. ibu berdoa saja ya Bu.. " ucap Polisi yang ada di situ
Polisi juga langsung mengabari Bu Fatma
__ADS_1