Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Devan mendatangi Mega


__ADS_3

Hari ini Mega tidak masuk kuliah


Dia masih sedih dan terguncang atas kejadian tadi malam


Amel panik, karena sejak semalam Mega tidak bisa di hubungi


" Sayang,, sarapan dulu. kenapa kamu terburu" mau berangkat lebih pagi sih,, " ucap Bu Dela


" Ini Mah,, Mega dari tadi malam menghilang. dan HP nya pun dihubungi tidak aktif,, " ucap Amel


Tiba" Devan duduk di sebelah Amel


Mendengarkan ocehan adiknya


" Aku takut terjadi apa" deh Mah sama Mega,, " ucap Amel


" Uhuk, uhuk,, " Devan keselek waktu dengar nama Mega


" Pelan" Dev,,, ngga ada yang mau minta makanan kamu ini,, " ucap Bu Dela


Devan hanya diam, dia terus memakan roti bakarnya sampai habis


" Ya udah deh Mah,,aku berangkat dulu ya,, " Assalamu'alaikum,, " ucap Amel berpamitan


" Ada apa Mah,, " ucap Devan


" Itu,, si Mega katanya menghilang dari acara semalem dan sampai sekarang HP nya juga ga aktif,, " ucap Bu Dela


Devan merasa bersalah karena dia sudah merenggut kesucian Mega


Devan langsung berpamitan pada Mamanya untuk segera ke kampus


Di kampus Amel juga tidak menemukan Mega


" Ya Alloh Kamu kemana Me,,, apa nanti aku susulin aja kali ya ke rumahnya,, " ucap Amel


Devan masuk ke kelas Amel, dia memandangi kursi Mega


Di sana kosong , Mega hari ini tidak masuk


" Ternyata dia tidak masuk kuliah,, apa dia sakit,, " ucap Devan


Devan lanjut mengajar tetapi pikirannya tidak fokus. dia memikirkan keadaan Mega


Setelah selesai kuliah,Amel langsung mendatangi rumah Mega

__ADS_1


Di sana terlihat sepi


Tok,, tok,, tok,, " Mega,,, Me,,, ini aku Amel,, " ucap Amel


Mega yang sedang di kamar dia terpaksa keluar membukakan pintu untuk Amel


Amel langsung masuk ke rumah Mega


" Ya Alloh Me,, lo ngga apa" kan,, gue khawatir banget. lo kemana aja semalem,,, " ucap Amel sambil memeluk Mega


"Aku ngga apa" kok Mel,, cuma pusing aja sedikit,, " ucap Mega


" Lo kenapa,, seperti habis menangis,, cerita sama gue Me,, " ucap Amel


" Engga kenapa" ,, cuma keinget sama Ibu aja Mel,, oh iya gimana kuliahnya,,, lancar,, " ucap Mega mengalihkan pembicaraan


" Sepi tau,, ga ada kamu,,, " ucap Amel


" Insya Alloh aku besok masuk kok Mel,, hari ini aku lagi ngga enak badan,, " ucap Mega


Amel di rumah Mega sampai sore, sekarang Amel pamit pulang


" Aku pulang dulu ya Me,, Cepat sembuh ya,, " ucap Amel memeluk Mega


" Iya,, hati" di jalan,, " ucap Mega


Devan pergi ke rumah Mega, dia bertanya ke orang" di mana rumah Mega dan mendapatkan alamatnya


Devan ingat, dia pernah mengantarkan Mega di depan gang. mulai dari sana Devan bertanya" ke orang" sekitar


Tok,, tok,, tok,, " Devan mengetok pintu rumah Mega


" Siapa lagi sih,, apa Amel kembali lagi ya,, " ucap Mega sambil keluar dari kamar


Mega membuka pintu rumahnya, alangkah kagetnya Mega melihat siapa yang datang


" Ba,, Bapak,,, ngapain anda datang ke sini,, " ucap Mega


" Izinkan Saya masuk dulu,, sebentar,, " ucap Devan


Mega menganggukkan kepalanya, dia mempersilahkan Devan masuk dan duduk di lantai yang di alami karpet


Devan memandangi sekeliling rumah kontrakan Mega,, ada rasa kasihan , tetapi itu di tepis oleh Devan


Mega mengambilkan minum untuk Devan dan dia ikut duduk agak jauh diari Devan

__ADS_1


" Ehem,, begini,,,,, saya ke sini mau membahas soal kemarin malam. Maafkan Saya sudah merenggut kehormatanmu,, Saya juga tidak tau di sana ada kamu dan saya juga tidak sadar apa yang terjadi pada saya,,, " ucap Devan


" Sudahlah Pak,, lebih baik bapak cepat pergi dari sini,, " ucap Mega sambil meneteskan air mata


"Saya tidak ingin nantinya kalau kamu hamil akan meminta pertanggung jawaban dari Saya. Saya sudah mempunyai tunangan, Saya harap kamu mengerti posisi saya,,, " ucap Devan


Deg,,,, jantung Mega serasa berhenti me dengar Devan berbicara seperti itu


" Tenang saja Pak Devan yang terhormat. Saya tidak akan meminta tanggung jawab dari anda,,, sekarang silahkan anda pergi dari sini,, Pergi,,!!! " ucap Mega sambil menangis


Devan langsung pergi dari rumah Mega


Mega langsung menutup pintu rumahnya dan langsung menangis,, tubuhnya luruh ke lantai


"Hiks,, hiks,,, tega sekali dia begitu padaku Ya Alloh,, kenapa hidupku malang seperti ini,, Hiks,, hiks,, , " ucap Mega sambil memegang dadanya


Devan mendengar tangisan Mega,, dia bingung. Di satu sisi ada Celine tunangannya, di satu sisi ada Mega yang sudah di renggut kehormatannya


Devan meremas rambutnya frustasi


Dia duduk di mobil dan merenung di sana


" Bagaimana kalau Amel tau dan Mama juga tau,, kalau aku sudah merenggut kehormatan Mega,, Akkhhh,,, sial,,!!! ini semua gara" Celine. kenapa dia nekat seperti itu,, " ucap Devan


Kini Devan pulang ke rumah,,, dia harus berpikir jernih untuk masalah ini


Sementara Mega,, dia terus menangis. rasanya dia putus asa,,,


" Tuhan,,, rencana apa yang Engkau berikan padaku,,, sudah cukup penderitaan yang aku alami Ya Alloh,,, " ucap Mega terus menangis


Devan ingin berbicara pada Mamanya,,, Tetapi dia takut Mamanya akan murka


Devan bingung, kalau dia menikahi Mega, pasti Celine akan membabi buta. dia pasti akan melakukan hal di luar nalar


jika Devan meneruskan hubungannya dengan Celine,Devan takut kalau Mega akan hamil


" Apa lebih baik aku nikahin Mega secara diam" ya. hanya untuk status. lagipula kan ini kesalahan Celine yang sudah menjebak aku.


biar besok aku datang lagi ke Mega untuk berbicara padanya,, " ucap Devan


Tiba" Celine menghubungi Devan


" Halo Sayang,,, malam ini bisa ngga temani aku makan malam, soalnya aku bosan tau di rumah,, " ucap Celine manja


" Oke,, Sayang,,, tunggu aku ya nanti. aku mau mandi dulu,, " ucap Devan

__ADS_1


" Oke Sayang,, aku tunggu ya,, bay,,, emuach,,, " ucap Celine


Devan langsung membersihkan diri karena akan keluar bersama Celine


__ADS_2