Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 10


__ADS_3

3 jam berlalu. meeting sudah selesai. Ara keluar dari ruangan tersebut dengan wajah datarnya. Dia mengendarai mobilnya ke mansion GN. Setelah sampai Ara memakirkan mobilnya di garasi.


Ara berjalan menuju kamarnya dengan mengacuhkan sambutan dan sapaan para pelayan dan bodyguard. Setelah sampai di kamarnya,,Ara menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size. Tiba-tiba ponsel Ara berdering. Ara memincingkan matanya dan melihat siapa yang menelpon. My Boyfriend❤️.


Ara pun menggeser kan tombol hijau itu dan meletakkan ponselnya di telinga.


"Haloo mbull" sapa Axel


"hmmm,, ada apa?" tanya Ara


"kapan kamu ke mansion?" tanya Axel yang sudah di hantui rasa kangen.


"malam ini" jawab ara


"oke aku jemput ya" usul Axel. Ara yang mendengar itupun membulatkan matanya.


"jangan-!!" pekik Ara


"aku bisa pergi sendiri kok" sambung Ara dengan nada manja nya


"uhh suaranya bikin pengen cium deh mwehehe" Gemas Axel


"LEBAY" ucap Ara sedangkan yang disebut lebay hanya cengengesan.


"Ya sudah yaa,,aku mau lanjut kerja duluu Babay sayang kuh" pamit Axel. Ara tidak menjawabnya dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


Ara meletakkan ponselnya di atas nakas dan beranjak membersihkan diri. Ia pun turun kebawah dan memberi tahu para pelayan disana bahwa mereka hanya makan malam sendiri saja tanpa Ara.

__ADS_1


Meskipun sifat Ara dingin dan datar jika di dalam mansion tapi dia memperlakukan pelayan nya seolah-olah setara dengan nya. Setelah memberi tahu para pelayan dan bodyguard nya Ara pun kembali ke kamar dan wudhu untuk menjalankan shalat Maghrib. Adzan Maghrib pun berkumandang di telinga Ara.


Ara melaksanakan ibadah shalat itu dengan sangat fokus. Dia berdoa untuk semua orang. Setelah shalat Ara pun bersiap pergi ke mansion anata. Ara memakai baju simple berwarna ungu dan celana berwarna hitam. Tak lupa juga sepatu senada dengan bajunya.


Ara memakai bedak bayi dan lips ice yang sangat natural. setelah itu Ara memakai jilbab pashmina plisket berwarna hitam,, Ara pun tak lupa memakai jam tangan limited edition nya yang berwarna hitam.


Setelah benar-benar siap Ara pun berjalan menuju garasi dan mengendarai mobil sport nya ke mansion anata. Setelah 40 menit menyetir,, Ara pun sampai di mansion anata.


Ara memakirkan mobilnya di halaman mansion anata dan berjalan masuk ke dalam mansion anata. Sebelum masuk Ara menekan belnya terlebih dahulu. 20 detik kemudian salah satu pelayan membukakan pintu.


"siapa ya non?" tanya pelayan itu


"Eumm saya mau bertemu sama Axel" tutur Ara dengan ramahnya.


"baik non saya akan tanyakan dulu pada tuan Axel" ucap pelayan itu dan berlalu pergi


"jangan panggil saya Tante panggil aja mommy seperti Axel dan lainnya" ujar mommy Vian


Ara pun tersenyum dan mengangguk. "baiklah mom" ucap Ara terbata bata. mommy Vian pun tersenyum dan mengelus kepala Ara yang terbungkus hijab.


"seriring berjalannya waktu kamu akan terbiasa,, ayo masuk nak" ajak mommy Vian dan Ara pun mengangguk. Mereka berjalan masuk berdua seperti ibu dan anak.


Mereka berjalan ke ruang keluarga. Terlihat Axel yang tengah menunggu nya.


"kamu tuh lama yah,,liat aku sampe karatan gini nungguin kamu" kesal Axel sambil berkacak pinggang.


mommy Vian dan Ara terkekeh. "karatan ngga tuh?" ledek keduanya. sedangkan Axel mendengus kesal.

__ADS_1


"kompak amat" cibir Axel pelan dan masih terdengar oleh mommy Vian dan Ara.


"terserah kami dong" ucap mereka serempak. sedangkan Axel hanya memutar bola matanya karena malas berdebat.


Ara,, Axel dan mommy Vian duduk di sofa. Mereka berbincang ringan tentang persiapan pernikahan mereka. Twins A yang melihat Ara pun berteriak dengan kencangnya dari lantai 2.


"Kak Ara" teriak twins A


"Hai twins" sapa Ara sambil berteriak agar terdengar.


Axel dan mommy Vian yang mendengar itu pun menutup telinga. "punya calon bini kok suaranya kek toa yee" guman Axel yang masih terdengar oleh Ara.


Ara pun menatap Axel dengan tatapan membunuh. Axel yang menyadari tatapan itu pun menelan ludahnya dengan susah. "bilang apa tadi hmm?" tanya Ara dengan nada menyeramkan.


"eh aku cuman bilang itu.. a-anu itu tuh ah itu sebenernya yang maling parfum mommy itu twins A. ah iya itu" ceplos Axel yang gugup. mommy Vian yang mendengar itu pun membulatkan matanya.


"kakak kok ngebocorin rahasia kita sih" teriak twins A yang mendengar ucapan sang kakak. Twins A pun berlari masuk ke kamarnya karena takut sang mommy akan mengamuk.


"Twins A kenapa kalian ngambil parfum ibu" teriak mommy Vian. Ara yang mendengar nya terkekeh. Ara menarik tangan mommy Vian untuk duduk. Setelah mommy Vian duduk Ara pun membisikkan sesuatu yang membuat mommy Vian tertawa.


Axel yang melihat itu pun memincingkan matanya dan bingung mengapa sang mommy tertawa. apakah ada hal yg lucu? Axel ingin bertanya akan tetapi takut di sebut ibu-ibu. 'tanyain jangan ya,,tapi ntar disebut ibu-ibu lagi kek dulu ogah,,tapi gue kepo. ah gue jadi bingung sendiri' perang batin Axelo.


...----------------...


...Andin dan Andini kok kalian kayak bang Rendy sih,,suka banget maling barang ibu kalian,,hadeh pasti ibu kalian pernah ngidam ga keturutan jadinya gitu deh,, hahaha 🤣...


Halo readers semua,,maaf ya up nya dikit Dede lagi bantuin mama buat jualan kue di ig.. Semoga kalian support terus author nya yaa. salam online dari Dede. bye mwuuuach

__ADS_1


__ADS_2