Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 47


__ADS_3

Axel langsung mencari Ara di mansion Leonard. Ketika membuka pintu kamar babby Al senyum Axel mulai terbit.


"Sayank aku nyari kamu kemana-mana tau" ucap Axel sambil memeluk Ara dari belakang.


"Untuk apa kamu mencari ku?" tanya Ara sambil mendongakkan kepalanya agar bisa melihat Axelo yang memeluknya dari belakang.


"Gak papa cuman kangen doang kok" ucap Axel.


Ara menghela nafas panjang dan menatap Axel.


"Katakanlah semua kebohongan mu di masa lalu dan di masa sekarang" titah Ara pada Axel.


Axel yang mendengar itu pun terkejut dan berusaha menormalkan ekspresi nya. "Maksudmu?" tanya Axel.


"Aku ingin kamu jujur meski menyakitkan,,akan tetapi lebih menyakitkan lagi bila kita berbohong" balas Ara bijak.


"Apa kamu mengetahui segalanya?" tanya Axel kembali.


"Mengapa tidak" sahut Ara dengan santainya.


"Maaf jika aku berbohong waktu itu,,tapi aku gak mau kamu kecewa dengan kenyataan diri ku" lirih Axel sambil menunduk.


"Tapi kamu telah membuat ku lebih kecewa karena berbohong" balas Ara.


"Aku tahu jika kamu menikahi ku karena kamu takut aku menghilang" imbuhnya.


"Tapi aku tidak berniat untuk menyakiti mu,,tolong maafkan aku" ujar Axel sambil menangkup kedua tangannya.


"Biar aku pikirkan" ucap Ara dan beranjak keluar dari kamar babby Al dengan menggendong babby Al yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Kamu akan tidur diluar" ucap Ara dan berjalan menuju kamar nya sendiri.


Dika yang melihat kakaknya pun langsung menghampirinya dan menariknya menuju sofa di lantai atas.


"Kakak berantem ya sama bang axel?" tanya Dika.


Ara pun mengangguk sebagai jawabannya dan menghela nafas panjang.


"Dia telah bikin kakak kecewa luar dalem" ucap Ara


Dika yang mendengar itu pun menghela nafas. "Sungguh rumah tangga menyulitkan" gumam Dika.


Dika menatap kakaknya dan menggenggam tangan sang kakak sambil tersenyum.


"are you oke kak?" tanya Dika yang menatap kakaknya dengan tatapan iba.


Oek oek oek


Babby Al menangis dengan kencang. Dengan sigap Ara menenangkannya. Setelah beberapa saat akhirnya babby Al pun tenang.


Ara menciumi wajah babby Al dengan penuh kasih sayang seperti kasih sayang seorang ibu.


"Kasian kamu nak kecil-kecil udah di buang orang tua mu,,kakak janji akan merawat mu dengan penuh kasih sayang" lirih Ara.


"Bang Dika juga janji bakal jadi Abang yang baik buat babby al" timpal Dika.


Ara pun berdiri dan mengisyaratkan bahwa dirinya akan masuk ke kamar. Dika yang mengerti dengan isyarat itu pun mengangguk.


Ara melangkahkan kakinya ke kamar miliknya dan membaringkan babby Al di kasur queen size miliknya.

__ADS_1


Setelah memastikan babby Al tidak akan terjatuh Ara memutuskan untuk mandi karena hari telah menjelang sore.


25 menit kemudian Ara telah selesai dengan ritual mandinya dan memakai piyama berwarna merah muda. Ara duduk di pinggiran ranjang sambil memoleskan krim wajah miliknya.


tok tok tok


"Masuk aja" sahut Ara.


ceklek


"Nona makan malam sudah siap" lapor bi Yeni


"Ohh iya bi,,tolong siapin susu bayi dan jaga babby Al ya bi,,Ara mau makan dulu" titah Ara sambil mengelus-elus kepala babby Al.


"Siap laksanakan nona" ucap bi Yeni sambil terkekeh.


Ara pun beranjak turun ke bawah dan di meja makan Ara melihat 2 orang yang tinggal bersamanya dan 1 orang tamu yang tak di undang.


"Ada yang mau numpang makan nih" sindir Ara pada Aiden.


"Biarin dong,,biar hemat" ujarnya.


Ara hanya berdehem dan mengambil makanan untuk dirinya dan sang adik. Axel yang memperhatikan Ara sudah tak melayaninya lagi pun menunduk.


Mereka berempat pun makan bersama dan kembali ke kamarnya masing-masing.


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2