
Aiden yang dibuat bingung berusaha mencerna kata-kata bright. Bright yang mengerti bahwa Aiden sedang bingung pun menepuk bahunya.
"tidak usah dipikirkan" ucap bright.
Aiden pun mengangguk. Beberapa saat kemudian Ara pun datang dan bergabung bersama mereka.
"Kalian ngomongin apa?" tanya Ara yang sebelumnya melihat mereka berbincang-bincang.
Aiden dan bright hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ara pun menghela nafas karena jawaban yang di dapatkan nya kurang memuaskan.
"kakak kakakku tersayang,,apakah kalian mau ikut aku ke kantor?" tanya Ara
"bukannya hari sudah sore? mengapa akan ke kantor lagi?" balas Aiden.
"Mantan kak Rendy ngajak main" sahut Ara sambil menunjukkan wajah kesalnya.
"Maksud lu si sena?" tanya aiden memastikan. Ara pun mengangguk sebagai jawabannya.
"Emang main gimana?" tanya Bright penasaran.
"Dia demo-demo di depan kantor kek orang gila" jawab Ara sesuai dengan laporan yang ia terima.
"Wah jangan-jangan emang udah gila" celetuk Aiden.
"Mana saya tahu" sahut Ara
"Ara" panggil seseorang yang tak lain adalah suami Ara.
__ADS_1
Ara,, Aiden dan Bright pun menoleh ke arah Axel. Axel yang melihat keberadaan bright pun membelalakkan mata dan hampir menjatuhkan babby Al.
"Ayo pulang hari udah sore" ajak Axel yang tak mempedulikan tatapan bright.
"Ibu gimana?" tanya Ara.
"Ibu ngejaga ayah di rumah sakit,,besok ayah pulang kok" jawab Axel.
Ara pun mengangguk dan mengambil alih gendongan baby Al.
"Pulang dulu kakak-kakak ku sekalian bye-bye" pamit Ara.
"Bye,, hati-hati Ara ku sayang,,jangan kangen yaaa" gombal Aiden.
"Klo butuh pengganti suami lu gua mau daftar" teriak bright.
Ara yang mendengar itu pun berbalik dan mengacungkan jempol nya beberapa detik dan kembali melangkahkan kakinya ke parkiran mobil.
"Tadi siapa yank?" tanya Axel.
"Yang di samping bright itu kakak kelas ku" jawab Ara.
"Kamu menyukainya?" tanya Axel kembali
"Ya karena dia setia dan gak pernah ngehamilin anak orang" jelas Ara yang sengaja mengucapkan itu untuk menyindir Axel.
Glek
__ADS_1
Axel berusaha menelan ludahnya. Dia merasa tersindir dengan ucapan Ara. Untuk menetralkan kegugupannya Axel berdehem dan menoleh ke arah Ara sekilas dan kembali fokus ke jalanan.
Setelah pembicaraan itu suara di dalam mobil hening,,dan beberapa saat kemudian mereka sampai di mansion Leonard.
Ara langsung turun tanpa menunggu Axel. Sedangkan Axel hanya menghela nafas panjang.
'apa bright udah nyeritain segalanya' batin Axelo bertanya-tanya.
Axel langsung mengambil ponselnya dan menelpon bright.
"Halo" ucap bright di sebrang saat panggilannya terhubung.
"Apa yang lu bicarain ke Ara?" tanya Axel to the point
"Hahaha gua ga bicara apa-apa,,mungkin bini lu aja yang nyari tau" jawab Bright.
"lu ga ngumbar-ngumbar kejadian masa lalu kan?" tanya Axelo memastikan.
"Gue cuman nyindir doang.. Lu harus nya sadar Axel lu ngehamilin adek gue terus bikin adek gue keguguran. Dan sekarang adik gue ada di rumah sakit jiwa gara-gara Elu" pekik bright marah ketika mengingat kejadian yang menimpa adiknya.
"Dia sendiri yang jatoh lu malah nyalahin gue,,salahin aja adik lo" ketus Axel.
"Cik terus Napa lu ceraiin dia? Napa lu nikah lagi ma si Ara hah?" tanya bright geram
"Cukup-!! gue harap lu jangan pernah ngebahas tentang masa lalu" ucap Axel dan langsung memutuskan panggilannya secara sepihak.
Dengan wajah kesalnya Axel langsung keluar dari mobil dan masuk ke mansion Leonard milik sang ayah mertua.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️