Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 21


__ADS_3

Sore pun menjelang.. Kini semua anggota keluarga Anata tengah berpamitan dengan Axel dan Ara.


"Nanti setelah sampai kabarin mommy ya Ra.. eh iya sesekali jangan lupa kamu berkunjung juga,,nanti mommy berusaha buat mengunjungi kalian deh" jelas mommy Vian yang sebenarnya tidak terima sang anak pergi.


"Mommy yang anak mom itu siapa aku atau ara? kok perhatian nya ke Ara doang sih" omel Axel.


"ciee yang cemburu hahaha" ucap serempak Ara serta twins A.


"hmm serah dah,,eh iya ayah Axel bakal jadi dokter nah nanti yang gantiin Axel Ara aja.. Axel ogah jadi CEO mah ribet harus meeting keluar kota and lain-lainnya" ucap Axel memberi tahu ayahnya.


"Oh gitu toh,,ya bagus dong moga perusahaan ayah berkembang kek perusahaan Leonard.. Setau ayah semenjak Ara datang perusahan Leonard makin sukses makanya ayah ngasih sarat itu hehehe" jelas ayah allan


brugh


ibu glaudi memukul kepala ayah allan dengan cukup keras.


"sakit mom" ringis ayah allan


mereka yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah pasutri yang sudah jelas memiliki 5 anak tapi tingkahnya seperti remaja.


Skip


"kamu pamit yaaa semuanya,,byee.. assalamualaikum" pamit Ara yang mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.


Mobil mereka pun melaju dan bergabung dengan pengendara lainnya.


...****************...


Di mansion Leonard yang berada di Jakarta.


"Ah anak sialan kemari kan handphone gua" teriak Rendy yang mengejar Dika.


Dika terus berlari sambil membawa handphone milik Rendy. "Ya elah bang kok lambat amat kek siput hahaha" ledek Dika dan terus berlari.


"Emang siput dia mah dik" ucap ayah arka yang terus memperhatikan kedua anaknya yang sedang kejar-kejaran.


Dika dan ayah arka pun tergelak bersama sedangkan Rendy mendengus kesal. "Uhh Napa juga di rumah ini harus ada anak laki-laki mana sifatnya kek tuyul Amazon" celetuk Rendy dan mendapatkan tatapan membunuh dari Dika.


glek


Rendy berusaha menelan saliva nya saat melihat tatapan itu. "Ah klo kamu mau handphone itu buat kamu aja deh" pasrah Rendy yang capek mengejar Dika.


Dika pun melemparkan handphone itu ke arah Rendy. Beruntung handphone itu bisa ditangkap jika tidak akan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Tidak usah kak,,niat ku hanya menjahili mu saja" ucap Dika dan menghampiri ayah arka yang sedang duduk.


Rendy pun menghela nafas lega dan ikut duduk di samping sang ayah.


"om mau tanya" izin Dika pada ayah arka.


Ayah arka pun menoleh ke arah Dika. "Jangan memanggilku om panggil saja ayah seperti kakakmu" ucap ayah arka dan Dika pun mengangguk.


"Loh jangan bilang ayah mau ngangkat si tuyul ini jadi anak ayah" sela Rendy.


Ayah Arka pun mengangguk. "Ide bagus tuh boleh lah nambah anak,,tapi inget jangan panggil Dika dengan sebutan tuyul orang kamu aja tuyul Pepsodent" celetuk ayah arka yang membuat Rendy malu dan Dika pun tergelak.


"Wah yah apakah Abang ini suka maling Pepsodent ya yah?" tanya Dika sambil tersenyum smirk.


"Oh no dad.. please jangan disebarin" pinta Rendy dengan wajah memohon.


"iya dik,,klo ga percaya tanya aja sama kak Ara" ucap ayah arka yang membuat Rendy malu.


"oh no dad .. you sangat kejam" ucap Rendy dengan nada dramatis nya.


"ih drama king Abang mah" sindir Dika.


Mereka semua pun tertawa bersama.


"uhh keponakan om sini gendong" ujar ayah arka sambil merentangkan kedua tangan nya.


"nda mawu aman au" cadel bayi itu.


Mereka pun tergelak karena ucapan bayi perempuan itu. sedangkan ayah arka jangan di tanyakan lagi tentang malunya.


"Ini anak aunty Rena ya bu?" tanya Rendy. ibu glaudi pun mengangguk.


"Dek kamu klo ngomong itu suka bener yaa" celetuk Dika yang membuat bayi perempuan itu tertawa riang.


"Baby Al dimana bund?" tanya ayah arka


"babby Al lagi tidur jadi ibu asuh babby El deh" jawab ibu glaudi. ayah arka pun beroh ria.


Mereka semua pun berbincang bersama. Jika tanya kemana nenek dan kakek Ara? mereka sedang izin untuk beristirahat di kamarnya.


...****************...


Di rumah baru Axel

__ADS_1


Sekitar 50 menit di perjalanan akhirnya Axel dan Ara sampai di rumah baru mereka. Rumah minimalis namun cukup besar untuk mereka berdua tinggal beserta 1 pelayan kepercayaan Ara.



(visual rumahnya)


"Gimana ra suka ga rumahnya?" tanya Axel di depan rumah.


"Bagus banget sayang" jawab Ara dengan mata berbinar.


Axel pun tersenyum melihat semangat Ara. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah itu. Axel membukakan pintu untuk Ara.


Ceklek



"wow interior yang klasik namun indah.. aku suka banget xel makasih" ucap Ara dengan mata berbinar binar.


"Kasih hadiah dong klo suka" ucap Axel sambil menunjuk ke arah pipinya.


cup


Ara mengecup pipi Axel. Seketika jantung Axel berdebar tak berkaruan. Mereka berdua masuk bersama bi Imas. Axel dan Ara terlebih dahulu menunjukkan dimana letak kamar bi Imas. Setelah itu mereka berdua berjalan menuju kamarnya.


ceklek


kali ini Ara yang membukakan pintu kamarnya.



"Wow beautiful" ucap Ara yang menyukai kamar mereka.


Axel pun tersenyum karena melihat Ara sangat bahagia. Setelah melihat-lihat kamar mereka,, Axel pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Sedangkan Ara kini tengah membereskan barang-barang nya.


Setelah membereskan barang-barang mereka,,Ara pun membersihkan dirinya dan Axel hanya rebahan saja. 20 menit kemudian Ara telah selesai dengan ritual mandinya dan keluar menggunakan pakaian panjang dengan rambut tergerai.


Ara memoles bedak bayi pada wajahnya dan turun ke bawah untuk memasak makan siang. Setelah selesai berkutat dengan peralatan masak,,Ara pun ke atas untuk memanggil Axelo.


Mereka berdua pun makan bersama dengan keheningan dan yang terdengar hanya dentingan sendok saja.


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2