Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 16


__ADS_3

Kini Axel dan altar tengah berada di satu mobil,,mereka memutuskan untuk mencari altar setelah sekian lama.


"Gimana klo kita tanya ke si Ara,,dia kan sahabat nya juga,, mungkin dia tau alamat atran" usul altar dan di angguki Axel.


Axel pun menghubungi Ara,, tetapi tidak di angkat. Sudah beberapa kali Axel berusaha menghubungi Ara akan tetapi selalu tidak diangkat. "Ga di angkat" lirih Axel.


"Haish tu anak kebiasaan dah klo ga di butuhin pasti gercep klo lagi dibutuhin malah lambat" umpat altar.


"maksud Lo apaan ngumpat tunangan gua hah?" geram Axel yang membuat altar bungkam seketika. Mereka pun kembali fokus mencari atran di tempat yang sering dikunjungi oleh atran.


Altar dan Axel sudah memutari kota Jakarta dan menyewa beberapa detektif swasta. Di tengah perjalanan ponsel Axel berdering. Axel pun mengangkat nya.


"Mengapa kau menelpon ku?,,tadi aku sedang tidur" ucap seseorang dengan suara khas bangun tidur.


"apakah kau tau dimana rumah altar?" tanya Axel


seketika Ara membulatkan matanya. Bagaimana bisa Axel mencari altar bukan kah waktu itu mereka bermusuhan. "Hmm aku tau,,ada apa?" tanya Ara


"boleh aku minta alamatnya?" pinta Axel.


"maaf Axel yang boleh memasuki kawasan itu hanya orang-orang tertentu. Sedangkan kita? meski punya perusahaan besar juga kita tidak masuk" jelas Ara


Axel dan altar yang mendengar itu pun langsung pasrah dan memarkirkan mobilnya di tepi restauran. "hm ya sudah,,kapan kamu ke Jakarta lagi? bentar lagi kita nikah loh!!" seru Axel


"Besok atau lusa.. kita tunggu saja kesembuhan nenekku. mungkin setelah itu aku pulang ke Jakarta. sudah dulu aku ada urusan nih bye" pamit Ara


"bye" jawab Axel


panggilan itu pun berakhir. Axel menyenderkan punggungnya di kursi mobil dan mulai menerawang. "Gua pengen minta maaf ke atran tapi Ara doang yang tau dimana atran" ucap Axel yang tampak murung.


Altar POV


Aku melirik Axel yang berada di samping ku dan menghembuskan nafas kasar. Memang jika di pikir aku dan Axel kejam karena bermusuhan dengan atran tapi jujur saja aku kecewa pada atran yang tidak mau jujur.


Aku menepuk bahu Axel dan dia pun menoleh. "Ga usah lebay ntar bebeb lu juga nganterin kita ke tempat si atran" ucapku


"haish dia ga janji buat nganter kita ketempat atran bukan?" tanya nya.


Aku pun menggelengkan kepala dan menyenderkan punggungnya di kursi mobil. Tiba-tiba perutku keroncongan. Semua cacing diperut ku sudah minta makan.

__ADS_1


"Xel makan yok disana" ajakku dan diangguki Axel.


Kami berdua berjalan ke restauran dengan arsitektur Prancis. Kami berdua memesan steak dan soda. Aku mengajak nya kemari siapa dia bisa merilekskan pikiran nya dengan pemandangan restauran ini.


Beberapa menit berlalu akhirnya pesanan kami pun datang. Aku langsung menyantap beef itu begitu juga dengan Axel. Aku melihat Axel yang terus makan dengan tatapan kosong pun menepuk bahunya.


"Jangan melamun ntar kesurupan gua lagi yang repot" kata ku sedangkan Axel hanya terkekeh kecil.


Setelah makan kami pun membayar nya. jika tidak membayar mungkin kita akan di suruh cuci piring hehehe. Setelah membayar kami pun berangkat ke Perusahaan masing-masing karena sekarang Axel sudah berhenti menjadi dokter.


Author POV


Setelah sampai di perusahaan,, Axel langsung di sambut oleh ayahnya di ruangan CEO. Axel sedikit terkejut dengan kedatangan ayahnya di Perusahaan. Tapi sebisa mungkin dia menetralkan jantung nya.


"Ada apa?ayah tumben ayah ke ruangan ku" tanya Axel


"apakah bisa kamu ke Bandung? disana ada perusahaan yang bermasalah" jawab ayah allan.


Mendengar itupun Axel langsung berbinar binar dan mengangguk. 'lumayan bisa ketemu Ara hihihi' batin Axel.


tok tok tok


"Maaf mengganggu tuan,,ada seseorang yang ingin bertemu tuan" ucap asisten Axel.


"Tuan leonard" jawab asisten itu.


"Izin kan dia masuk dia calon besan ku" ucap ayah allan diangguki sang asisten yang bernama Mark itu.


Terdengar suara langkah kaki dari luar. Axel dan ayah allan tersenyum menyambut orang itu. "Hai semuanya gimana kabar kalian?" tanya ayah arka


"kami baik,,ada apa?" tanya ayah allan mewakili Axel.


"Apa kalian tau dimana rumah putri ku?" tanya ayah arka.


Axel dan ayah allan saling pandang dan kemudian menggelengkan kepalanya. Ayah arak menghembuskan nafas kasarnya. Dia langsung duduk di sofa tanpa di suruh.


"Apa ayah juga tidak tau?" tanya Axel dan dijawab gelengan dari ayah arka.


Semuanya terdiam memikirkan dimana tempat tinggal Ara selama beberapa hari ini. Axel pun teringat dengan ucapan Ara kemarin.

__ADS_1


"Ayah Ara sekarang sedang di Bandung,,nenek yang merawat Ara sedari kecil sakit" jelas Axel memecahkan keheningan itu.


"Apa ibu kandung Ara tidak mengurus ibunya sendiri?" tanya ayah allan dan ayah arka berbarengan.


Axel pun menggelengkan kepalanya. "Anak-anak nenek Ara tidak mau mengurus ibu nya" ucap Axel sambil menyenderkan kepalanya.


"Entah apa yang terjadi tapi setahu ku mereka kekurangan biaya. Dan Ara pun turun tangan untuk mengatasi itu." jelas Axel.


"Mungkin anaknya nenek Ara juga bingung mencari biaya" sambung ayah arka.


"mungkin,,tapi setahuku nenek Ara pernah di marahi oleh ibu kandung Ara. mungkin saja ibu kandung Ara tidak mau merawatnya" ucap Axel.


Mereka pun terdiam sejenak. Jam pulang kerja pun datang,,Axel dan ayah allan mengajak tuan leonard untuk tinggal di mansion anata akan tetapi di tolak.


"Tidak usah istri dan anak-anakku menunggu di mansion Leonard yang berada di Jakarta" jelas ayah arka dan di angguki Axel dan ayah allan.


Ayah arka berpisah dengan Axel dan juga ayahnya. Ayah arka pulang ke mansion Leonard sedangkan Axel dan ayah nya pulang ke mansion anata.


...****************...


Di Bandung,, RS GN grup.


"Nenek akhirnya nenek sembuh juga. aku sangat khawatir dengan keadaan nenek" ucap Ara sambil mengelus tangan sang nenek.


Nenek Ara pun tersenyum. "Nenek tidak apa-apa,, dimana adikmu?" tanya nenek Ara.


Ara pun terdiam sejenak. "Jangan khawatir ya nek adik baik-baik saja kok" ucap Ara meyakinkan sang nenek.


Nenek Ara pun mengangguk. "Istirahat dulu nin ntar sakit lagi kasian Ara harus nanggung biayanya" ucap sang kakek sambil membenarkan selimut sang nenek.


Nenek Ara pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Setelah beberapa menit nenek Ara tertidur,, Ara pun pergi ke kamar Dika untuk mengecek keadaan sang adik.


"Bagaimana keadaan mu?" ucap Ara setelah masuk ke ruang rawat Dika.


Dika yang melihat sang kakak pun tersenyum. "Aku baik-baik saja kak. Kakak tenang saja yaa" ujar Dika menenangkan Ara.


Ara pun menghela nafas dan mengangguk. "tidurlah" titah Ara.


Dika pun mengangguk dan memenjamkan matanya. Setelah Dika memenjamkan matanya Ara pun duduk di sofa dan memeriksa beberapa dokumen perusahaan nya.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen yaaa. Jika kalian mau vote and simpan ke favorit. Dede Bian tunggu dukungannya yaaa.


__ADS_2