Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 33


__ADS_3

Shubuh pun menjelang. Ara yang mendengar suara orang muntah di kamar mandi pun langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi.


"Hoek Hoek"


Ara yang melihat Axel muntah pun berinisiatif untuk memijit tengkuk nya. "Udah muntahnya?" tanya Ara.


Axel pun mengangguk lemah. Dengan sabar Ara pun memapah Axel menuju tempat tidur. Setelah duduk di ranjang,, Axel langsung memeluk Ara dan menaruh wajahnya di tengkuk Ara.


"Jangan gini ah,,aku bau loh belum mandi" omel Ara.


"Ngga,,kamu wangi kok" ujar Axel yang membuat muka Ara merona.


"Udah ah aku mau masak terus beres-beres rumah" tutur Ara melepaskan axel dari tengkuknya..


Dengan berat hati Axel melepaskan Ara. Setelah lepas dari pelukan Axel,, Ara pun turun kebawah dan menyiapkan sarapan bersama bi Imas.


15 menit berkutat dengan alat-alat dapur akhirnya Ara pun beranjak pergi mandi.


"Udah mandi yank?" tanya Ara pada Axel yang sedang duduk di atas ranjang.


"Udah kok,, Sono mandi yank bau tau" titah Axel. Ara pun langsung masuk ke kamar mandi dan mandi.


...****************...


Di rumah papa David


"Mas aku pergi dulu,,aku akan menemui orang-orang yang akan membunuh Ara agar dia tidak menghalangi jalan kita" ucap Mama Erin.


"Hati-hati,,jangan sampai tertangkap" ingat papa David pada Mama Erin yang akan menjalankan rencananya.


Mama Erin pun mengangguk dan pergi meninggalkan rumah nya menuju sebuah gudang tua. Mama Erin pun masuk ke dalam dan menemui beberapa pembunuh bayaran.


Setelah membayar pembunuh itu,,mamah Erin pun langsung pulang dan menunggu pembunuh itu beraksi.


...****************...


Di rumah Axel dan Ara


"Yank lemes" keluh Axel karena sedari tadi dia terus muntah-muntah.

__ADS_1


"Ke dokter aja yank" usul Ara.


"Tapi takut di suntik yank" ucap Axel


"Badan gede perut sixpack tapi takut sama jarum suntik,, sungguh memalukan" ledek Ara.


Axel mendengus kesal dan langsung menarik Ara hingga jatuh ke pelukannya. "Ya udah ke dokter tapi temenin yaa" ujar Axel


"Asiaaaaap" balas Ara sambil menyimpan tangannya di jidat seperti tanda hormat.


Axel pun terkekeh dan beranjak dengan lemas. Mereka berdua pun bersiap-siap untuk pergi ke dokter. Setelah 40 menit berkendara akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah sakit GNJK HOSPITAL 1.


Rumah sakit GNJK HOSPITAL 1 adalah salah satu rumah sakit terbaik di Jakarta,,oleh karena itu Ara dan Axel memilih untuk memeriksakan diri Axel disana.


"Tuan dokter Axelo silahkan masuk dokter sudah menunggu tuan" panggil salah satu suster.


Axel dan Ara pun masuk ke dalam ruangan itu. Di dalam dokter itu pun menyapa Ara dan Axel dengan ramah dan senyum khas milik dokter.


"Selamat datang Dokter Axel dan nona" sapa dokter itu. Ara dan Axel pun mengangguk untuk menanggapi nya.


"Ada keluhan apa dokter?" tanya dokter itu.


"Mari saya periksa" ucap dokter itu.


Dokter itu menyuruh Axel untuk berbaring di brankar. Dengan teliti dokter itu memeriksa Axel. Setelah memeriksa Axel,, dokter itu pun duduk di kursi kedokteran nya.


"Sepertinya yang bermasalah anda nona,,lebih baik anda memeriksakan diri ke dokter kandungan saja" jelas dokter itu.


"Hah? maksud kamu istri gue hamil gitu?" tanya Axel yang memang akrab dengan dokter itu. Toh mereka juga sama-sama dokter di rumah sakit yang sama.


Dokter itu pun mengangguk. "Silahkan cek ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya" tutur dokter itu.


Dengan cepat Axel pun menarik Ara keluar dari ruangan itu dan mendaftarkan Ara untuk diperiksa dokter kandungan.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Ara pun dipanggil.


"Nona Ara" panggil suster itu.


Mendengar itu pun Ara dan Axel pun langsung masuk ke dalam ruangan dokter kandungan.

__ADS_1


"Selamat siang nona Ara dan dokter Axel" sapa dokter wanita itu yang bertag name Nisa.


"Juga dok" sahut Ara sedangkan Axel hanya mengangguk.


"Ada keluhan apa nona?" tanya dokter itu.


"Tadi kata dokter umum istri gue hamil tolong periksa,,dan jangan banyak bicara lagi" sahut Axel


"Baiklah mari nona" ajak dokter itu.


Ara pun mengangguk dan mengikuti dokter itu begitu juga Axel. Ara membaringkannya dirinya di atas brankar dan dokter itu pun memulai pemeriksaan nya.


Dokter itu pun mengoleskan gel dan melakukan USG pada Ara. Dokter itu pun tersenyum saat menemukan janin Ara.


"Selamat dokter Axel dan nona Ara,,nona Ara tengah mengandung dan usia kandungannya sudah berusia 7 Minggu dan titik hitam ini adalah janin nona Ara" jelas dokter itu.


Tanpa di sadari Ara dan Axel mereka berdua menitikkan air mata terharu karena sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua.


Axel mencium kening Ara. "Terimakasih sayang" ucap Axel.


Ara pun mengangguk dan tersenyum pada Axel. Dokter itu pun menyuruh suster untuk membersihkan gel di perut Ara.


Setelah selesai pemeriksaan dan menebus vitamin mereka berdua pun langsung keluar dari rumah sakit itu.


"Yank jalan-jalan dulu yaa" rengek Ara pada Axel yang sedang fokus mengemudi.


"Ngga yank,,kamu ga boleh capek kita langsung pulang aja oke" balas Axel tanpa menoleh ke arah Ara.


Ara pun mengerucutkan bibirnya dan melihat keluar jendela mobil. Tiba-tiba Axel menghentikan mobilnya yang membuat Ara mengkerut kan keningnya.


"Kenapa yank?" tanya Ara.


"Bentar" ucap Axel yang langsung keluar dari mobil menuju penjual kaki lima.


Axel membeli beberapa makanan,,yang Ara kira Axel sedang ngidam. Setelah membeli makanan yang Axel ingin kan,, Axel pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan nya ke rumah nya.


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2