Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 20


__ADS_3

Setelah sampai di mansion Anata,, Axel mengajak Ara ke kamarnya untuk berbincang-bincang. Sampai di kamar,,Axel langsung bertanya kepada Ara.


"Aku mau tanya,, waktu itu kamu bilang yang di hotel kita di jebak oleh pacar nya kak Rendy bukan? lalu mengapa kamu menerimanya?" tanya Axel kepada Ara.


"Lantas bagaimana dengan mu? mengapa kamu menerima pernikahan kita? Dan kenapa juga kamu meminta hak mu hmm?" bukannya dijawab Ara malah bertanya kembali.


"Aku menerimanya karena mencintaimu di real mau pun di virtual.. Cinta ku pada mu sudah tumbuh sejak kita anniversary ke 2 bulan" jawab Axel


"Nah itu juga jawaban ku untuk pertanyaan mu..jika urusan sikap kita,, kan udah lumayan kenal di WhatsApp jadi aku ga perlu khawatir" jelas Ara.


Axel menggenggam erat tangan Ara begitu pun juga dengan Ara. Axel mulai mendekati bibir strawberry milik Ara. Ia ingin memulai aktivitas kemarin malam tapi tiba-tiba.......


Duk Duk Duk


"Kakak buka pintunya Andin sama Andini mau main dengan kakak ipar" teriak Andin dan Andini serempak sambil menggedor-gedor pintu kamar Axel.


Axel menghela nafasnya dan pergi membukakan pintu Kamarnya. "Kalian sungguh peganggu" sindir Axel


"Biarin ih kami mau main sama kakak ipar" ujar Andin.


Andin dan Andini masuk ke dalam kamar Axel. Sedangkan Axel hanya menggerutu dan mengikuti langkah adik kecilnya.


"Uhh dasar nyamuk ganggu terus" umpat Axel yang terdengar oleh Andin dan Andini


"Berarti klo kita nyamuk,,kakak juga nyamuk dong.. Kan kita lahir nya di rahim yang sama and benihnya juga sama" celetuk Andini


"Hmm nyesel deh ngomong gitu" ujar Axel dan langsung berbaring di atas ranjang.


Ara,, Andin dan Andini pun keluar dan bermain bersama di taman luar. Dengan semangat Andin dan Andini bermain bulutangkis. Sekitar 1 jam lebih mereka bermain dan kini tengah istirahat.


"Ara" panggil seseorang sambil menepuk pundak Ara


Ara pun menoleh dan tersenyum kepada orang itu. "Kamu adiknya Axel yaa? yang usianya 21 tahun" tebak Ara


"Mengapa kamu tahu tentang itu?" tanya orang itu


"aku tau karena Axel pernah cerita tentang dirimu" jujur Ara dengan polosnya.


"ohh dasar kakak kebiasaan dah.. btw kenalin gue Anindita" ucap Dita mengenalkan diri


"Vliara" balas Ara


Ara menyadari jika Dita sedang menatapnya dengan tatapan tak suka. Tetapi Ara pun cuek saja. 'Sepertinya aku harus berhati-hati,, terlihat dari tatapan matanya jika dia tidak menyukaiku' batin Ara yang masih mengobrol dengan Andin dan Andini.


'lihat saja aku akan memisahkan mu dengan kak Axel' batin Dita

__ADS_1


Setelah bermain Ara pun masuk ke dalam kamar Axel dan membersihkan diri. Setelah membersihkan diri,,Ara langsung mengunci pintu dan berbaring bersama Axel yang sudah terlelap lebih dahulu.


Waktu berlalu,, kini jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan berarti waktunya makan siang.


tok tok tok


ceklek


"iya bi ada apa?" tanya Ara dengan suara khas bangun tidur.


"Di panggil nyonya untuk makan siang non bersama tuan Axel" ucap pelayan itu dan pamit setelah memberitahu kan ucapan mommy Vian.


Ara masuk ke kamar dan mencuci muka kemudian membangunkan Axel yang masih terlelap.


"Xel bangun" ucap Ara sambil menggoyangkan lengan Axel


Ara tidak menyerah membangunkan si kebo Axel. Kemudian terlintas ide nakal di kepalanya.


"Kalo ga bangung aku bakal jalan sama Rendy nih" bisik Ara di telinga Axel.


Seketika Axel membulatkan matanya dan terbangun dari tidurnya. Axel menatap tajam mata Ara. Ara yang berhasil membangunkan Axel pun cekikikan.


"Cepet ah cuci muka udah waktunya makan siang nih,,pada nunggu kita" sela Ara sebelum Axel mulai mengomel.


Axel mengangguk dan beranjak ke kamar mandi. Axel mencuci muka dan berjalan keluar. Ara dan Axel jalan bersama menuju meja makan.


Ara tersenyum menanggapi ucapan Andin sedangkan Axelo dia hanya cuek saja. Ara mengambilkan makanan untuk Axel dan dirinya,, sedangkan yang lain sudah memulai makan nya.


Setelah makan siang mereka berkumpul di ruang keluarga karena Axel ingin membicarakan sesuatu. Setelah semuanya datang Axel pun ingin memberi tahukan niat nya kepada keluarga Anata.


"Aku mengumpulkan kalian di sini karena aku ingin bilang....." ucap Axel yang tergantung


"apa?" tanya mereka serempak


"kami akan pindah" sambung Axel


Semua orang nak terdiam sejenak. mommy Vian menghela nafas panjang dan mengangguk.


"Ya sudah jika begitu mommy sih ga bisa larang" ujar mommy Vian diangguki yang lainnya.


"Kapan kalian berangkat?" tanya ayah allan


"Nanti sore" jawab Axel


Setelah pembicaraan mereka berakhir semua orang pun pergi meninggalkan ruang keluarga. Ara dan Axel kini tengah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa pindah.

__ADS_1


"Ra tidak apa-apa kah jika aku kembali menjadi dokter dan bukan CEO?" tanya Axel di sela sela aktivitas nya


Ara pun menoleh ke arah Axel dan mengangguk kan kepalanya. "Gak papa yang penting halal" tutur Ara sambil tersenyum manis.


Axel menghela nafas kemudian membalas senyuman Ara. Jujur saja Axel merasa pusing jika harus menjadi CEO dibandingkan menjadi dokter. Mungkin ini adalah keputusan yang tepat pikirnya.


Setelah selesai membereskan barang-barang Axel,, Axel pamit untuk ke ruang kerja ayahnya dan Ara pun mengangguk.


Setibanya Axel di depan ruang kerja ayahnya,, Axel pun mengetuk pintu ruangan itu.


tok tok tok


"masuk" sahut orang yang di dalam ruangan itu.


Axel pun membuka pintu ruangan itu dan masuk ke dalam. Axel pun menutup pintu dan duduk di sofa yang ada di sana.


"ayah Axel ingin menjadi dokter lagi" ucap Axel yang membuat ayah allan menoleh dan menatap nya dengan tajam.


"kenapa kamu ingin menjadi dokter lagi? Bukannya CEO lebih banyak gaji nya?" tanya ayah allan


Axel pun tersenyum kecil menanggapi ucapan ayahnya. "Jadi CEO bukan keahlian Axel,,itu keahlian Ara pah" tutur Axel.


Dan ayah allan pun mengangguk. Ayah allan menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan mata.


"Kamu boleh menjadi dokter lagi tapi dengan satu syarat" izin ayah allan sambil memberikan syarat pada Axel.


"Apa syaratnya yah?" tanya Axel


Ayah allan mendekati Axel dan mendekatkan bibirnya di telinga Axel. "Asal Ara yang menjadi CEO perusahaan kita" bisik ayah allan memberi tahukan syarat nya.


"Akan ku tanya kan pada Ara yah" ucap Axel dan beranjak pergi dari ruang kerja ayahnya.


Axel berjalan menuju kamarnya dan ingin menanyakan apakah Ara mau bekerja di perusahaan Anata? jika tidak maka Axel yang harus menjadi CEO nya.


"Sayang aku dikasih pilihan nih sama ayah,,kata ayah milih aku yang jadi CEO atau kamu" keluh Axel saat melihat Ara.


Ara pun menoleh ke arah Axel dan menghela nafas panjang. Ara mendekati Axel dan menariknya untuk duduk di atas sofa.


"Aku tau kamu tidak menyukai pekerjaan CEO dan menurut mu itu sangat sulit bukan? maka aku akan menggantikan mu sebagai CEO di perusahaan Anata" jelas Ara yang membuat Axel tersenyum.


Axel memeluk Ara dengan erat hingga beberapa menit pelukan mereka terlepas. "Terimakasih sayang karena mau mengganti kan ku" ucap Axel.


Ara pun mengangguk dan menggenggam erat tangan Axel.. Meski Ara akan kesulitan untuk memimpin dua perusahaan tersebut tapi Ara akan berusaha mengatur waktunya.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2