
Keesokan harinya…
"Assalamualaikum" sapa Ara dan ibu glaudi saat memasuki ruangan ayah Allan.
"Waalaikumsalam" sahut Axel yang tengah menyuapi ayah mertuanya.
Jika di lihat-lihat Axel sungguh menantu yang sangat peduli terhadap mertuanya. Bahkan Ibu glaudi sampai menitikkan air matanya karena terharu dengan sikap menantunya terhadap sang suami.
'Sungguh menantu idaman' batin ibu glaudi yang tersenyum ke arah axel.
"Yank udah mamam?" tanya Ara pada Axel
Axel pun menggeleng. "Belum yank" jawab Axel
"Makan dulu nak,, biar ayah ibu yang jaga" sahut Ibu glaudi. Axel pun mengangguk dan menarik tangan Ara keluar ruangan ayah arka.
"Mau kemana yank?" tanya Ara
"Ke kantin temenin aku makan" jawab Axel.
"Ohh,,tapi jangan tarik-tarik juga kali,, emangnya aku koper" ujar Ara.
Axel pun melepaskan tangan Ara sambil cengengesan. "Hehehe sorry" ucap Axel.
Ara pun mengangguk dan menggandeng tangan Axel. Mereka berdua pun berjalan menuju kantin rumah sakit. Sesampainya Ara dan Axel duduk di meja paling ujung.
Axel makan dengan lahapnya ditemani Ara yang sedari tadi memainkan ponselnya. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Ara dan Axel.
"Hai yank" sapa orang itu.
Ara dan Axel pun menoleh ke arah orang itu. Mata Axel seketika membulat sedangkan Ara hanya kebingungan karena tak mengenali orang itu.
"Siapa dia?" tanya Ara pada Axel.
Orang itu yang mendengar pertanyaan Ara pun langsung mengulurkan tangannya. "Salken yaa aku kekasih Axel,, Netta" ucap Netta.
Ara pun mengangguk dan menerima uluran tangan itu. "Salken juga Ara istri sah nya Axel,,semoga senang dapat peran pelakor yaa" ujar Ara disertai senyuman termanisnya.
"What? xel beneran dia istri lu?" tanya netta pada Axel. Axel pun mengangguk. Toh memang bener Ara adalah istrinya Axel.
"Jangan bercanda xel ga lucu tau gak!!" bentak Netta
__ADS_1
"Dan lu jangan main nuduh,, disini tuh lu perlakornya" sambung Netta.
"Kalo lucu artinya kita ngelawak mbak,,mbak gini ya masa sih mbak itu cantik dan keturunan Nugraha kok sifatnya gini sih,,cari aja yang lain mbak toh Axel sudah jadi milik saya. Mbak ga usah sok-sok an jadi pelakor deh,,nanti kena kwalat baru tau rasa dan asal mbak tau kita udah pacaran sejak beberapa tahun yang lalu,,sejak Axel masih di bangku SMA. DAN CAMKAN INI DISNI ANDA PELAKOR NYA BUKAN SAYA SEBAIKNYA ANDA TANYAKAN PADA KEKASIH BUAYA MU" jelas Ara panjang lebar dan penuh penekanan lalu beranjak meninggalkan Axel dan Netta.
Netta yang mendengar ucapan pedas Ara pun mendengus kesal dan duduk di samping Axel. Netta menatap Axel dengan tajam.
"Kamu kok selingkuh sih yank?" tanya netta.
"Habis nya kamu ga mau di ajak nikah, terus lagi kemana kamu selama 6 bulan terakhir hah? ,dan sekarang kita PUTUS" ucap Axel yang meninggalkan netta dan menyusul
Axel yang melihat Ara pergi pun langsung membayar makanannya dan mengejar Ara.
"Yank tunggu" teriak Axel
"Berisik tau ga" ucap Ara tanpa menoleh ke arah Axel.
'Gini nih rasanya nikah real sama pacar virtual,, padahal kehormatan gue udah diambil ah dasar Axel gila liat aja ntar ku hukum. Bilang nya setia nyatanya di real pacaran awas kau Axel' batin Ara menggerutu kesal.
Axel pun berusaha untuk berjalan sejajar dengan Ara. Mereka berdua berjalan menuju ruangan tempat ayah arka di rawat.
ceklek
Semua orang menoleh ke arah Ara. Ara pun menjadi kikuk karena masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.
"Tak apa Ara,, kemarilah ada yang kami ingin bicarakan" ucap ibu glaudi.
Ara pun mengangguk lalu berjalan ke arah ibu glaudi dan duduk di sampingnya. Sedangkan Axel dia duduk di samping ranjang ayah arka.
"Nak apakah bisa kamu atau Axel memimpin perusahaan Leonard?" tanya ibu glaudi.
Ara pun memandang ke arah Axel begitu juga Axel.
"Maaf Bu Axel ga bisa mimpin perusahaan Leonard soalnya Axel harus mimpin perusahaan anata" ujar Axel.
"Apakah aku boleh memimpin perusahaan itu kak?" tanya Ara pada Axel.
"Asal kamu tidak kelelahan sih boleh aja" jawab Axel. Sebenernya Axel tidak tega jika harus membiarkan Ara bekerja,,akan tetapi jika Ara tidak memimpin perusahaan itu maka perusahaan itu akan hancur ditambah lagi itu adalah perusahaan keluarga angkat nya Ara.
"Tentu aku tidak akan kelelahan" ujar Ara.
"Baiklah jika begitu nona bisa memimpin perusahaan nya besok,,saya akan mengumpulkan para pemegang saham untuk meeting yang akan memperkenalkan nona sebagai CEO baru nya" jelas asisten ayah arka
__ADS_1
"Baik om" balas Ara dengan senyuman nya.
'huft Ara jadi pemimpin baru nih padahal lagi hamil juga,,tapi jika aku yang mimpin,,apa bisa aku memimpin dua perusahaan sekaligus.. pasti kacau lebih baik mimpin satu aja deh' batin Axel
Ibu glaudi pun menghela nafas lega karena perusahaan sudah ada yang menanganinya. Meski di dalam hati ibu glaudi ingin sekali anak nya Rendy yang meneruskan perusahaan itu,,tapi apalah daya ibu glaudi. Rendy sudah tiada dan suaminya struk mau tidak mau Ara yang memimpin karena ibu glaudi tidak bisa memimpin perusahaan.
......................
Di Kediaman Alexander…
Suara sirine polisi terdengar di kediaman mereka. Beberapa polwan menangkap Mama Erin dengan tuduhan kasus pembunuhan. Papa David yang mengetahui rencana pembunuhan itu pun hanya diam karena tidak mau ikut masuk penjara.
"Pah bantuin mama bebas pah" teriak mama Erin saat akan dibawa oleh para polwan.
"Maaf mah papa ga bisa bantu" ujar papa David yang cuek.
"Nika tolong mama please" pinta mama Erin pada anak semata wayangnya.
"No mah,,Nika ga mau berurusan sama polisi" ujar Nika yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
'apa mereka cuek saja,,awas kalian-!! kalian yang nyuruh saya buat celakain Ara tapi kalian tidak mau melindungi saya. Saya akan balas dendam' Batin mama Erin menyeringai licik.
Mama Erin pun dimasukkan ke dalam mobil salah satu polwan dan dibawa menuju ke kantor polisi.
...****************...
Keesokan harinya.
"Selamat pagi semuanya,,karena berhubung dengan kondisi tuan Leonard sedang buruk dan tuan muda Rendy sudah tiada jadi perusahaan ini akan di pimpin oleh putri kedua nya tuan Leonard yaitu nona Ara. Saya mohon kerjasamanya" jelas asisten ayah arka.
"Selamat pagi semuanya,, seperti yang tadi asisten ayah saya bicarakan,,senang bekerja sama dengan kalian" ujar Ara sambil membungkukkan badannya.
Setelah itu pun meeting itu selesai. Ara langsung duduk di kursi kebesaran ayahnya. Dan menyandarkan punggungnya.
"Berikan berkas-berkas yang harus saya urus" titah Ara pada asisten ayahnya itu yang bernama Haris.
"Baik nona,, saya permisi" pamit Haris. Ara pun mengangguk dan membuka laptopnya.
Beberapa menit kemudian Haris datang dengan membawa setumpuk berkas-berkas. Ara pun mengerjakan berkas itu dengan teliti. Sangkin fokusnya Ara,,ia tidak menyadari bahwa jam makan siang telah tiba.
Seorang OB pun datang membawa makan siang untuk Ara. Dengan cepat Ara memakan makanan itu hingga habis dan kembali fokus ke pekerjaan nya.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️