Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 19


__ADS_3

Malam telah berlalu menjadi siang. Di mansion Anata semua orang sedang sibuk sekali. Hari ini adalah hari pernikahan Axel dan juga Ara. Ara sekarang tengah berada di ruang hias. Setelah 1 jam lebih Ara dihias kini Ara sudah berubah menjadi seorang princess dongeng.


Ara POV


Hari ini adalah hari spesial ku,,karena hari ini aku akan melepaskan masa lajang ku. setelah benar-benar cantik nenekku dan ibu glaudi memanggil dan menyuruh ku untuk turun ke bawah. Dengan gugup aku pun turun kebawah bersama nenekku.


"Jangan gugup Ra,,tenanglah" ucap nenekku menenangkan ku. Dengan menghela nafas panjang akhirnya aku pun mulai tenang.


Aku menuruni tangga dengan tersenyum manis. Semua orang melihat ku dengan tatapan kagum. Aku pun disuruh duduk di samping Axelo. Dengan senang hati aku melakukannya. Setelah duduk nenek ku mengaitkan kain kepala di antara ku dengan Axel.


Axel POV


Hari ini adalah hari pernikahan ku dengan wanita yang sangat ku cintai. Meski awalnya aku dan dia hanya semata sebagai pelampiasan akan tetapi cinta bertumbuh di antara kami.


Dengan gugup aku menuruni tangga setelah di rias oleh MUA,,aku di suruh duduk di depan penghulu. "ayah gugup" ucapku dengan nada berbisik pada ayah.


"tenanglah kamu pasti bisa ayah juga dulu sama seperti mu" ucap ayah sambil menggenggam tanganku.


Aku pun menghela nafas panjang dan menoleh ke arah tangga. Saat aku menoleh turunlah seorang wanita cantik yang di gandeng oleh dua orang wanita paruh baya.


"wow cantik sekali" gumam ku pelan yang hanya terdengar ayah arka,,ayah allan dan kakek Ara.


Mereka tertawa mendengar gumaman ku.


Author POV


Setelah Ara duduk,, penghulu pun mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Axel menyambut tangan itu.

__ADS_1


"Saya nikahkan engkau ananda Axelo Dirgantara Anata bin Allan putra Anata dengan ananda Vliara Grance binti Bryan Alexander dengan mas kawin 500 juta dan emas seberat 40 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap penghulu itu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Vliara Grance binti Bryan Alexander dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap ulang Axel dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu itu.


"Sahh" ucap para saksi secara serempak.


Ara serta yang lainnya pun berdoa untuk rumah tangga Ara dan Axel. Setelah acara akad selesai dilanjutkan dengan acara resepsi. Semua acara berjalan dengan lancar tanpa wartawan atau yang lainnya karena Axel serta Ara ingin private tentang pernikahan mereka.


Beberapa acara telah mereka lewati. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 23.16 WIB. Ara dan Axel pun sekarang berada di salah satu kamar hotel dan sedang melakukan ritual malam pertama mereka.(bayangin aja sendiri sama reader yaa)


Setelah ritual mereka pun membersihkan dirinya dan tidur dengan posisi saling pelukan (kayak Teletubbies yaa hehehe).


...****************...


Pagi pun menjelang dan membangun kan Ara dari tidurnya. Seperti biasa Ara akan langsung mandi dan wudhu. Setelah siap untuk melaksanakan shalat Ara pun membangunkan Axel.


"Eumm" lirih Axel dengan mata yang tertutup.


Karena Axel tidak bangun-bangun maka Ara pun langsung memikirkan suatu ide. "Yang bangun" teriak Ara yang membuat Axel menutup telinga dan membuka matanya.


"Berisik yank,,bisa ga bangunin nya pelan-pelan jangan teriak-teriak.. untung ni kamar kedap suara" omel Axel


"Suruh sapa kebo.. dah sana mandi terus kita shalat bareng" titah Ara. Axel pun mengangguk dan langsung pergi mengambil wudhu.


Ara menyiapkan tempat shalat untuk dirinya dan Axel. Setelah beberapa menit kemudian Axel datang dengan rambut basah dan baju Koko serta sarung. Mereka berdua pun melaksanakan shalat shubuh berjamaah untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Setelah selesai shalat Ara membereskan perlengkapan shalatnya dan membuka laptopnya. Sedangkan Axel dia langsung tidur kembali. Ara memeriksa beberapa laporan sampai 2 jam lebih.


"Yank kamu berhenti kerja dong,,aku juga bisa ngasih uang kok sama kamu" pinta Axel yang sudah bangun tidur.


"iya ngga kok,,ini cuman main game aja.. nih liat" ucap Ara sambil memperlihatkan game yang sedang ia mainkan.


Axel pun mengangguk dan beranjak pergi mandi. 20 menit kemudian Axel keluar dengan menggunakan pakaian formal nya.


Melihat dasi yang belum terpasang Ara pun berinisiatif untuk memasangkannya. Setelah beres Axel langsung mencium bibir strawberry milik Ara.


cup


"morning kiss" ucap Axel dan diangguki Ara yang wajah nya sudah seperti udang rebus.


"Yuk turun pasti mereka udah nunggu" ajak Ara untuk menutupi rasa malunya.


Axel pun mengangguk. Mereka berdua berjalan menuju restauran hotel itu sambil menggandeng Ara. Setelah sampai Axel pun menarik salah satu kursi untuk Ara,,dengan senang hati Ara pun duduk di kursi itu.


"ciee yang udah malam pertama" goda ayah arka yang mendapatkan cubitan dari ibu glaudi. Ara yang mendengar godaan dari ayah nya pun mukanya merah padam.


"kayak ga pernah muda aja" cibir ayah allan.


Mereka semua pun makan bersama tanpa suara lagi kecuali dentingan sendok makan. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap Ara dengan tatapan kebencian.


'Aku tak akan pernah membuat mu bahagia dengan kak Axel.. Kak Axel hanya milik kak Nika bukan yang lain' batin orang itu.


Setelah selesai makan mereka semua langsung beranjak pulang ke mansion anata kecuali keluarga Leonard dan kakek nenek Ara. Dengan sedikit paksaan dari ibu glaudi akhirnya nenek dan kakek Ara begitu pun Dika setuju untuk tinggal di mansion Leonard selama mereka berada di Jakarta.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2