
"Eh ada Axelo,,apa kabar? Dulu Ara sering cerita in kamu loh" ucap Aiden berbasa-basi.
"Baik,,Tapi mendadak suram gara-gara ada tangan yang ga bisa di kondisikan" sahut Axel dengan nada menyindir Aiden.
"Hehehe sorry dah kebiasaan" ujar Aiden sambil cengengesan.
Tok tok tok
suara pintu di ketuk dari luar.
"Masuk" sahut Ara yang masih bermain dengan babby Al.
Ceklek
Pintu dibuka oleh seorang gadis cantik dan rambut pirang. Ara menoleh ke arah gadis itu dan tersenyum.
"Bunaaaa" sapa Aulia dan langsung berhambur ke pelukan Ara.
Axel dan Aiden yang melihat itu pun langsung menatap tajam ke arah Aulia. Mereka merasa Ara telah di ambil alih oleh gadis itu.
"Bisa tolong lepaskan? Dia milik kami" ujar Axel dan Aiden serempak.
"Napa lu meluk-meluk rara?" tanya Aiden dan Axel serempak yang merasa cemburu.
Sedangkan Ara hanya menghela nafas panjang. Aulia yang merasa di bentak pun langsung menangis tersedu-sedu. Dengan santainya Ara memeluk Aulia dan menepuk-nepuk punggung nya.
"Aulia tunggu disini bentar yaa,, Buna mau ke dalem dulu sama kakak-kakak sableng yang didepan ini" tutur Ara lemah lembut bagaikan seorang ibu.
Aulia pun mengangguk setuju. Dengan cepat Ara menarik tangan Axel dan Aiden secara bersamaan menuju kamar pribadinya.
"Huft tahanlah,, sepertinya psikologis Aulia sedang turun,,jadi dia menganggap ku ibunya" jelas Ara setelah mengunci pintu kamar itu.
"Maksud mu gimana?" tanya Axel.
"kami ga ngerti" ujar Aiden.
Ara berjalan dan duduk di ranjang yang berada di ruangan itu.
"Dia mengalami trauma sesudah bertemu dengan ku dia bilang aku mirip ibunya,,dan aku berusaha menghilangkan traumanya..Meski sekarang dia kadang menjadi anak kecil dan kadang jadi dewasa kita harus sabar menghadapinya,, karena traumanya belum sembuh total" jelas Ara.
"Kalian mengerti?" tanya Ara pada Axel dan Aiden.
Aiden dan Axel pun mengangguk. Ara pun menghela nafas panjang dan menatap kedua laki-laki itu.
"Huft apa mungkin aku bukan anak papa David dan mama Erin yaa" gumam Ara yang masih terdengar oleh Axel dan Aiden.
"Maksud mu?" tanya mereka serempak.
"Coba kalian pikir,,mata dan bibir ku mirip dengan ibu glaudi sedangkan dengan mama Erin atau papa David aku tidak mempunyai kemiripan" ujar Ara yang bingung dengan teka-teki nya.
"Hah? tapi yang kamu ucapin emang bener sih" lirih Aiden.
"Apa aku cari tau saja ya?" tanya Ara pada kedua laki-laki itu.
"Boleh aja sih yank,,tapi setauku ayah arka punya 3 anak.. yang pertama kak Rendy terus yang kedua udah meninggal dan yang ke tiga di culik orang" jelas Axel yang memang pernah mendengar tentang anak-anak keluarga Leonard.
__ADS_1
"Kalo anak keduanya masih ada mungkin kami dijodohin" lirih Axel yang terdengar oleh Aiden saja.
"What dulu lu mau dijodohin sama anak kedua keluarga Leonard" pekik Aiden kaget.
"iya tapi tetep aja gue nikah sama anak keluarga Leonard" ucap Axel
"tapi anak angkat" sambung Ara.
"Dah Jan bahas ini,,Laen kali aja dah.. yok keluar gue kangen ma babby Al nih" ujar Aiden yang langsung keluar begitu juga dengan Axel dan Ara.
Ara menggendong babby Al yang sedang memainkan mainannya. Sedangkan Axel dan Aiden terus berdebat hingga lupa dengan segala nya.
Ting
Sebuah pesan masuk dari no yang tak dikenal masuk ke dalam ponsel Ara. Ara pun langsung membuka nya dan terbelalak kaget.
"Bang Ai ,, Sayank kemari cepat" pekik Ara yang tak sabaran.
Axel dan Aiden pun langsung berhenti berdebat dan menghampiri Ara.
"Ada apa?" tanya mereka berdua
"Lihat ini" ucap Ara sambil menyodorkan ponselnya.
Aiden dan Axel pun terbelalak kaget ketika melihat orang yang persis seperti ibu glaudi dengan wajah yang penuh luka. Ara menerka-nerka jika ibu glaudi sedangkan di siksa pun langsung menelpon ibu glaudi secara langsung.
"Assalamualaikum,,ada apa nak?" tanya ibu glaudi di seberang.
"waalaikumsalam,,ibu ga apa apa kan? ada yang luka ga?" cerocos Ara menanyakan kondisi ibu angkatnya.
"Ibu baik-baik saja kok" jawab ibu glaudi.
"Waalaikumsalam"
Ara pun langsung mematikan telponnya. Axel dan Aiden pun menatap Ara seolah bertanya bagaimana keadaan ibu?. Ara yang memahami tatapan itu pun tersenyum.
"Ibu baik-baik saja" kata Ara.
Ting
Sebuah pesan dari no yang sama dengan pengirim foto itu kembali masuk di ponsel Ara.
✉️ ; Dia bukan ibu angkat mu tapi ibu kandung mu vliara grance Leonard Anderson
Ara langsung terbelalak kaget saat membaca pesan itu. bagaimana bisa orang mencantumkan nama yang langka ke dalam nama panjangnya.
"Apa kalian tau tentang keluarga Anderson?" tanya Ara pada Axel dan Aiden. Mereka berdua pun menggelengkan kepalanya karena keluarga itu sulit untuk di temui.
"Keluarga Anderson keluarganya Aulia kak" jawab Aulia yang membuat semua orang disana menatap nya.
"Asri" panggil Ara pada sekertaris nya.
"Iya ada apa?" tanya asri
"Carikan tentang identitas orang tua kandung ku sekarang" titah Ara
__ADS_1
"Baik nyonya,,saya permisi" pamit asri dan langsung keluar dari ruangan itu.
Ara pun menghela nafas panjang dan tersenyum ke arah Aulia.
"Siapa nama ibu mu aul?" tanya Ara dengan perlahan.
"Nama ibu ku Wilson Carrie Anderson" jawab Aulia yang langsung menangis tanpa suara.
Ara membulatkan matanya ketika mendengar nama mantan istri ayahnya.
"W-wilson?" tanya Ara memastikan yang didengarnya.
Aulia pun mengangguk sambil menangis. "iya b-bunda dan aku di pisahkan oleh ayah" tutur Aulia menahan Isak tangisnya
"Sepertinya aku sudah tau apa yang terjadi" tutur Ara sambil melihat semua orang yang ada di sana.
"Bagaimana?" tanya Axel dan Aiden berbarengan.
"Seperti yang ku tau Aulia adalah anak ketiga dari keluarga Leonard…" ucap Ara yang terjeda.
"Maksud kakak apa?" tanya Aulia.
"Darimana kau tau yang terjadi?" tanya Axel yang mulai penasaran.
"Jangan di berondong ma pertanyaan dulu kaliii" kesal Ara yang cerita nya terpotong oleh dua orang itu.
"Lalu gimana?" tanya Aiden.
"Lalu tunggu asri ntar di jelasin" Jawab ara yang membuat semua orang disana mendengus sebal. Tiba-tiba pintu ruangan Ara di ketuk.
Tok tok tok
"Masuk" sahut Ara.
Haris pun langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Maaf nona sebentar lagi meeting akan segera dimulai" ujar Haris.
"Saya segera kesana" ucap Ara yang langsung mengambil dokumen yang diperlukan.
"istri ku ternyata seorang CEO" gumam Axel.
"Bagus buat dijadiin novel tuh" celetuk Aiden.
"Ayo bikin" ajak Aulia yang mulai heboh
"Gitu aja kalian udah heboh apalagi kalian tau klo aku pemilik perusahaan gn grup" ceplos Ara yang tak sadar mengungkapkan rahasianya.
"What?" pekik semua orang yang ada di sana kaget.
"Permisi" pamit Ara setelah sadar dengan ucapannya.
Ara langsung berlari ke ruang meeting sebagai penyelamatan diri agar tidak di interogasi.
...----------------...
__ADS_1
**Maaf klo ga seru hehehe.
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️**