Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 4


__ADS_3

pintu terbuka dan terlihat seorang lelaki dan perempuan yang tertidur tanpa menggunakan sehelai benang.


"ya Allah Ara" pekik ibu glaudi


keluarga Leonard dan Anata pun menghampiri mereka. ayah allan berusaha membangunkan Axel dan ibu glaudi berusaha membangunkan Ara.


"eungh" lenguh Axel yang baru terbangun dari pingsannya


"dimana ini yah?" tanya Axel


"apa yang kamu lakukan hah? kamu mau mempermalukan keluarga anatan?" tanya tuan Anata dengan nada geram


"maksudnya?" tanya Axel yang tidak mengerti,,Axel pun menoleh kesamping dan terlihat Ara yg sedang pingsan tanpa mengenakan sehelai benang..


"loh kok ada ara?" pekik Axel kaget.


sedangkan yang lain hanya diam karena tidak tau apa yang terjadi.


"Bagaimana kalo kita menikah kan mereka supaya nama baik keluarga kita tidak tercemar" usul tuan leonard dan yang lain pun mengangguk setuju kecuali Axel yang sedang kaget.


"yes nikah akhirnya ke jombloan ku berakhir" pekik Axel girang. sedangkan yang lain menatap tajam ke arah Axel.


"apa kamu yang merencanakan ini semua?" tanya nyonya Leonard dengan tatapan menyelidik. Axel pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa bukan dia yang melakukan ini semua.


"eungh" lenguh Ara yang mulai sadar. Ara pun menoleh ke semua orang dan tersadar bahwa dia tidak memakai pakaian sama sekali.


"awas kamu Sena si*lan" pekik Ara dengan mata yang berapi-api


"apa maksudmu hah? apa kamu mau menuduh Sena lagi setelah tadi kau membuat kami putus hah?" geram Rendy yang tidak terima jika Ara menyalahkan Sena.


"emang bener kok,,orang si Sena yg ngerencanain ini" jawab ara


"Cik aku menyesal karena telah menyetujui ibu dan ayah untuk mengadopsi mu" ujar Rendy


"semua nya keluar" teriak ara yang sudah jengah dengan perkataan Rendy


"hahaha dasar perusak hubungan orang" ucap Rendy dengan lantang


Ara pun mengambil salah satu selimut yg ada di sana(karena selimutnya ada 2 yaa) dan ……


plak


Ara menampar Rendy dengan cukup keras sampai yang melihat nya pun kaget. bagaimana bisa seorang Ara yang terkenal lemah lembut dan tidak pernah bermain fisik menampar kakaknya sendiri? sungguh mengejutkan.

__ADS_1


"berhenti kak,,sudah cukup.. kakak tidak tau bahwa kak Sena hanya menginginkan harta kakak saja" ucap Ara dengan mata merah dan berkaca-kaca


"apa buktinya?" tanya Rendy dan yang lain hanya diam dan menyimak.


Ara pun mengambil ponselnya dan memutarkan rekaman suara.


"tenang sayang sebentar lagi aku dan penerus keluarga Leonard akan menikah,,setelah itu aku akan membunuh keluarga nya secara perlahan" ujar seseorang dalam rekaman tersebut dengan jelas. Rendy yang mengenali suara tersebut wajahnya seketika memerah dan mengepalkan tangan.


Rendy pun keluar dari ruangan tersebut dan mencari keberadaan Sena di dalam gedung tersebut. tapi dia tidak menemukan Sena di setiap sudut yang sudah ia periksa.


Kembali ke ruangan tempat 2 keluarga berada


"bagaimana kau mengetahui semuanya?" tanya ayah arka


"ya begitulah,,ayah pasti tau" sahut Ara dengan santai.


Ara pun beranjak dan memunguti semua pakaian yang ada dan masuk ke dalam kamar mandi. 5 menit kemudian Ara keluar menggunakan lengkap pakaiannya dan bedak tipis.


"Ara karena kami takut nama keluarga kami tercemar akibat masalah ini,,kami memutuskan untuk menikah kan kalian" ujar tuan leonard yang melihat anaknya sudah tampil lengkap seperti awalnya,,meski agak beda dari model rambutnya yaa


"what nikah? sama kulkas berjalan ini?" tanya Ara sambil menunjuk ke arah axel dan yang lain pun mengangguk.


Ara pun berpikir sejenak sambil memegang dagunya seolah-olah sedang berpikir sangat keras.


"tadi bilang Axel sekarang kakak,,dasar pura-pura sopan di depan orang tua" ketus Axel yang membuat semua orang tertawa.


Ara pun mencubit lengan kekar Axel. dan berbisik "ngga usah bikin malu juga kali" bisik Ara dengan nada sangat pelan yang hanya terdengar oleh nya dan Axel.


Axel pun terkekeh dan kembali menatap semua orang. "ya aku mau menikah dengan ara" tegas Axel


"apa kalian tidak mau saling mengenal dulu?" tanya tuan leonard dan tuan Anata berbarengan


"ngga usah ayah, tuan leonard kami sudah pernah pacaran selama 6 tahun kok" sahut Axel sedangkan uang mendengar hal itu pun melotot ke arah axel dan Ara meminta penjelasan.


"kami pacaran di virtual doang ngga di kehidupan nyata" jawab ara yang mengerti tatapan semua orang. mereka pun mengangguk mengerti


"jadi kapan nikah nih?" tanya Axel yang tidak sabar untuk nikah


"dasar tidak sabaran" celetuk nyonya Leonard


"hehehe gapapa dong nyonya,,kan emang udah lama itu sama ara" sahut axel


"jangan panggil nyonya dan tuan,, panggil ibu and ayah aja oke" ujar ayah arka dan Axel pun mengangguk.

__ADS_1


"dan untuk mu Ara,,panggil saya ayah juga seperti Axelo oke" ucap ayah allan dan Ara hanya tersenyum dan mengangguk


"udah ngobrolnya?" tanya Ara


"sudah" jawab mereka serempak.


"syukurlah aku mau ke restoran dulu yaa. kasian nih cacing udah demo ke Ara minta di kasih makan" ujar Ara yang mengundang gelak tawa.


"ya sudah ayo bareng" ajak ayah arka.


mereka pun pergi ke Restoran yang berada di hotel tersebut. mereka pun makan di restoran tersebut sambil membahas pernikahan Axel dan Ara yang akan di selenggarakan di Indonesia. setelah makan mereka pun beranjak ke kendaraan keluarga Leonard. mereka pun pergi ke mansion Leonard untuk membahas lebih lanjut tentang pernikahan Ara dan Axel.


"jadi Ara dan Axel akan menikah 2 Minggu lagi di Indonesia,,soal semua persiapan nya akan di atur oleh keluarga Anata dan masalah gaun pengantin dan cincin pernikahan nya akan di urus sama Ara dan Axel yaa" ujar tuan leonard yang diangguki semua orang.


"tunggu ayah ada yang kurang seperti nya" ujar Ara,,semua orang pun menoleh ke arah Ara dan menatap Ara dengan tatapan bingung.


"astaghfirullah kak Rendy ketinggalan di hotel" pekik Ara yang membuat semua orang kaget.


"ya ampun kok bisa kita lupa sama Rendy ya?" ujar ibu glaudi sambil bingung sendiri.


"nanti juga pulang,,kalian tidak perlu khawatir" sahut ayah arka agar tidak mencemaskan Rendy. ibu glaudi dan Ara pun mengangguk.


mereka pun berbincang-bincang tentang seputar bisnis sedangkan Ara hanya menyimak sambil memakan cemilannya..


"Ra anterin gue ke toilet dong" ujar Axel yang kebelet


"ogah bukan muhrim" sahut Ara


"bentar lagi juga muhrim,,ayolah" pinta Axel yang benar-benar tidak tahan


"antarkan saja Ra,,lagi pula dia tidak tau dimana letak kamar mandinya" sela ayah arka,,Ara pun diam dan beranjak sambil menarik tangan Axel.


Ara mengantarkan axel sampai tepat di depan pintu toilet.


"Sono tuh toiletnya" ucap Ara sambil menunjuk ke arah toilet. Axel pun langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Ara pergi ke dapur mengambil minum.


"eh non mau ngambil apa?" tanya salah satu pelayan yang berada disana


"ngambil kucing bi" jawab ara


"tapi non kucing non kan ada di kandangnya" ujar sang bibi sedangkan Ara hanya menepok jidatnya dan berlalu melewati sang bibi dan mengambil air.


...----------------...

__ADS_1


assalamualaikum semuanya,,maaf baru update,,semoga kalian suka yaa.. maaf ga ada lelucon nya karena author bukan pelawak😭🙏


__ADS_2