
Setelah selesai mereka berdua duduk di ruang tamu.
"Yank sini deh" ajak Axel sambil menepuk nepuk sopa di sebelahnya. Ara pun mengangguk dan menggeser lebih dekat dengan Axelo.
"Liat sana" titah Axel sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.
Ara pun menoleh ke arah yang ditunjuk Axel. "Ga ada apa-apa kok" ucap Ara dan menoleh ke arah Axel
cup
bibir Axel menyentuh bibir Ara yang membuat wajah empunya merah seperti kepiting rebus. "Ih modus" ucap Ara.
Axel pun cengengesan dan memeluk Ara. "Nonton yuk yank" ajak Axel pada Ara. Ara pun mendongak dan menatap ke arah Axel.
"Nonton apa dulu?" tanya Ara
"Nonton cara memuaskan suami di ranjang" bisik Axel di telinga Ara. seketika wajah Ara kembali merona. Ara pun berlari menuju kamarnya.
"Yank mau kemana? ngode pingin praktek yaa?" teriak Axel karena Ara sudah menaiki tangga.
"Nggak kemana-mana yank cuman ngambil laptop and ngecek laporan perusahaan" teriak Ara dengan suara yang nyaring dan cempreng.
Axel yang mendengar nya pun menghela nafasnya. Kemungkinan ia akan sulit bersama Ara karena Ara adalah CEO di perusahaan Anata.. Meski seharusnya dirinya yang menjadi CEO tapi Axel tidak sanggup untuk memegang tanggung jawab perusahaan.
Baginya tanggung jawab perusahaan cukup besar karena banyak orang yang bergantung pada perusahaan itu. Axel takut jika dirinya akan menghancurkan perusahaan itu karena ia tidak pernah ikut kelas tentang IT atau yang lainnya.
"Yank" ucap Ara menyadarkan Axel dari lamunannya.
"kenapa hmm?" tanya Axel.
"piknik kecil-kecil an di depan rumah yuk,,aku pengen lesehan di bawah pohon manga" pinta Ara dan Axel pun mengangguk setuju.
"Baiklah ayo" ujar Axel sambil menarik tangan Ara.
"Bentar yank,,bi Imas sini bentar dong" teriak Ara memanggil bi Imas.
Axel yang berada di dekat Ara pun langsung menutup telinga nya agar tidak tuli. "Punya bini gini amat,, suara nya kek toa" gumam Axel pelan tetapi masih terdengar di telinga Ara.
__ADS_1
"Apa yang kamu bilang tadi hah" pekik Ara sambil berkacak pinggang mendengar gumaman Axel.
"eh n-ngga kok yank" ucap Axel dengan gugup
Bi Imas pun datang dan menghampiri nona nya. "Ada apa non?" tanya bi Imas
"ngga jadi bi,,udh bi Imas istirahat aja" ujar Ara dengan nada lemah lembut nya.
Setelah kepergian bi Imas Ara pun menatap tajam ke arah Axel. 'aduh mampus mode galaknya on,,sial milih bini gini amat' batin Axel mengumpat Ara.
"Jangan mengumpat ku" ketus Ara dengan nada dinginnya.
"e-eh ngga kok beb" gugup Axel. 'jangan-jangan si Ara cenayang lagi sampe bisa nebak apa yang gua omongin' batin Axel.
"aku bukan cenayang" ketus Ara kemudian pergi meninggalkan Axel.
"Yank jangan marah" teriak Axel dan mengejar Ara.
Ara berjalan ke kamar dan menutup pintu. Ketika Axel ingin masuk tetapi tiba-tiba pintu nya menutup hingga membuat hidung Axel menabrak pintu.
"Hidung gua yang mancung kenapa jadi pesek" pekik Axel sambil mengelus hidungnya yang sakit.
"Nah itu kwalat ngumpat istri sendiri" ledek Ara kemudian menutup pintunya kembali.
Axel yang mendengar itupun langsung menggedor pintu kamar.
Duk Duk Duk
"Ara buka" teriak Axel yang masih terus menggedor pintu kamar.
Karena tangannya sudah mulai sakit Axel pun berhenti. Axel beranjak ke bawah dan meminum air dingin.
"Bagi dong airnya" pinta Ara secara tiba-tiba berada di belakang Axel.
uhuk uhuk
Axel tersedak karena kaget dengan keberadaan Ara. Axel menoleh ke arah Ara yang sedang tersenyum manis ke arahnya.
__ADS_1
"kamu itu kenapa ngagetin,,suka tiba-tiba datang kek setan" omel Axel. Ara pun cekikikan dan menyambar minuman yang berada di tangan Axel.
"kalo aku setan berarti kamu mau dong sama setan" ledek Ara,, Axel pun mendengus kesal.
Ara meneguk air yang berada di tangannya hingga habis dan berjalan menuju sofa ruang keluarga. Axel pun mengikuti Ara dan duduk di samping Ara.
"Yank gimana klo kita honeymoon" usul Axel.
"Eumm gimana ya yank kan kamu tau klo ayah percayain perusahaan nya ke aku,,jadi aku harus izin dulu" lirih Ara sambil menunduk.
Axel pun menghela nafas panjang dan menggenggam erat tangan Ara. "Aku yakin papa akan mengizinkan kita" ucap Axel.
Ara yang mendengar itu pun tersenyum. 'uhh sebenernya bukan gara-gara urusan perusahaan Anata tapi urusan perusahaan GN' batin Ara menjerit.
"sayang apa kamu tidak ingin menjadi CEO?" tanya Ara pelan sambil menatap Axel.
Axel yang mendengar pertanyaannya itu pun menghela nafas panjang dan membalas tatapan Ara. "Sebenernya aku mau,,tapi aku takut jika perusahaan itu bangkrut di tanganku" lirih Axel dan menundukkan kepalanya.
"Aku tidak pernah memperlajari tentang dunia bisnis,,aku takut jika perusahaan itu hancur" sambung Axel.
Ara pun mengelus kepala Axel dengan lembut. "Tenang lah aku akan mengajari mu tentang dunia bisnis" tutur Ara yang membuat Axel mendongak.
"Benarkah? apakah kamu tidak malu mempunyai suami yang masih harus kamu ajari?" tanya Axel.
"Ya yang penting nggak ngebuka auratnya di depan cewek jadi gapapa dong" ujar Ara sambil tersenyum manis.
Axel pun memeluk Ara dengan erat dan menciumi puncak kepalanya. Axel sangat beruntung memiliki istri seperti Ara yang setia dan memahaminya selama beberapa tahun.
"yank temen ku ngajak reunian boleh ga aku ikut?" tanya Ara dengan tatapan memohon.
Axel pun memincingkan matanya. "Cewek atau cowok?" tanya Axel.
Ara yang mendengar pertanyaan Axel pun terkekeh. "Kamu kan tau temen ku cuman beberapa orang dan cewek semua" sahut Ara.
Axel pun mengangguk dan teringat tentang curhat Ara waktu itu. Ara pernah curhat tentang masa-masa di sekolah yang membuat nya sakit hati. Sebenarnya Axel merasa kasihan pada Ara,,karena dia juga pernah mengalami nya. Tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
...----------------...
__ADS_1
...Wah keknya Ara cenayang nih,,hati-hati loh yg ngumpat Ara ntar bisa-bisa kalian kena marah sama Araš¤£...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ā¤ļø