
Setelah sarapan,,semua orang pun bersiap-siap karena hari ini adalah hari Senin jadi semua orang akan melakukan rutinitas sehari-harinya.
"Ikut aku ya yank" ajak Axel karena tak ikhlas meninggalkan istrinya di rumah meski ada bi Imas.
"Eumm iya ikut kamu deh" ucap Ara pasrah.
"Pintar" ujar Axel sambil mengacak-acak rambut Ara.
"Ikut gue aja Ra,,jangan sama suami gesrek lu" pinta Rendy.
"No Ara ikut gue" Keukeh Axel
Ara hanya memperhatikan mereka berdua.
"Kak aku pamit yaaa,, assalamualaikum" pamit Dika yang langsung pergi ke sekolah di antar oleh supir pribadinya.
"Waalaikumsalam" sahut Ara.
Setelah kepergian Dika akhirnya Ara memutuskan untuk menengahi perdebatan kakak dan suaminya itu.
"Stop" pekik Ara.
Rendy dan Axel pun menoleh ke arah Ara. Sedangkan Ara langsung berkacak pinggang.
"Kakak tumben banget kamu pengen ngebawa adek ke Rumah sakit tempat kakak kerja,,ada apa?" selidik Ara.
"Hehehe gapapa de,, sesekali aja" elak Rendy.
"kamu kan dokter baru di rumah sakit itu,,jadi harusnya kakak ga telat,,udah sana kakak pergi,,aku bakal ikut Axel.. Ga ada penolakan" celoteh Ara.
Dengan pasrah akhirnya Rendy pun berangkat ke rumah sakit tempat dia bekerja sendirian. Axel yang merasa senang karena dirinya di bela oleh sang istri pun langsung menjulurkan lidahnya pada Rendy.
"Wlee rasain" ledek Axel.
Rendy yang melihat Axel mengejeknya pun mendengus kesal dan ingin menghajar Axel. Karena ada sang adik Rendy pun menahan amarahnya.
"Assalamualaikum" pamit Rendy dan langsung masuk ke mobil nya.
Setelah kepergian Rendy,, Ara dan Axel pun berangkat ke Perusahaan Anata. Sekitar 35 menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di gedung perusahaan anata. Ara dan Axel pun turun dari mobil menuju lift khusus presidir.
"Yank ayah allan udah ga kerja lagi?" tanya Ara.
"Ngga papa udah mudah kelelahan jadi aku yang nerusin perusahaan" tutur Axel.
Ara pun mengangguk. Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju ruangan bekas ayah allan. Axel langsung duduk di kursi kebesaran milik keturunan Anata sedangkan Ara lebih memilih duduk lesehan di karpet bulu.
"Yank" panggil Ara.
"Kenapa?" tanya Axel
"Apa iya ya anak kita ngefans sama kak Rendy" ucap Ara sambil mengelus-elus perutnya
"ihh amit-amit dah,,gue yang buat kok si Rendy yang mirip jijik gua" seru Axel sambil bergidik ngeri.
Axel pun kembali fokus ke laptopnya,, sedangkan Ara dia membuka ponselnya dan melihat-lihat laporan perusahaan yang dikirimkan lewat email.
Waktu makan siang pun tiba.
"Yank makan di luar yuk" ajak Ara.
"ayo tapi aku telpon seseorang dulu yaa,,kamu duluan aja" ujar Axel.
Ara pun langsung menaiki lift dan turun ke bawah,, sedangkan Axel dia menelpon seseorang terlebih dahulu sebelum turun kebawah.
__ADS_1
Ara pun berjalan di tempat parkir yang cukup sepi.
"Serem juga ni tempat" gumam Ara sambil mengusap tengkuknya.
Tiba-tiba ada yang membius Ara hingga pingsan. Ara pun di bawa oleh beberapa orang ke sebuah mobil. Mereka pun melaju dengan kecepatan sedang agar tidak kecelakaan karena jalanannya cukup padat.
...****************...
Di mobil Axel.
"Ahh sial macet lagi mana mobil yang bawa istri gua ga keliatan" gumam Axel.
Axel pun merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Axel menelpon beberapa orang lewat panggilan grup.
"Istri gua di culik, cepat ke jalan xxxx dan cegat mobil warna hitam plat no xxx" ucap Axel di sambungan telpon itu dan mengakhiri panggilan tersebut.
Axel pun terus berusaha mengejar mobil itu.
"Ahh sial klo gua ga ngangkat telpon dulu mungkin Ara ga kan diculik" gumam Axel
Mobil yang menculik Ara pun menyadari bahwa ada mobil lain yang mengikutinya. Mereka pun menaikan kecepatannya.
Setelah aman mereka pun membawa Ara menuju sebuah gudang tua dan menunggu Ara sadar agar lebih menyenangkan.
"Eungh" lenguh Ara
"Akhirnya lu udah sadar" ucap ketua pembunuh itu.
"Siapa kamu?" tanya Ara
"Gue orang yang disuruh buat ngebunuh lu" jawab ketua pembunuh itu.
"ohh" sahut Ara santai.
Para pembunuh itu pun saling pandang dan bingung dengan sikap Ara. Meski Ara diculik dan akan dibunuh mengapa bisa-bisanya ia santai pikir mereka.
Ara pun menggeleng dan tersenyum.
"untuk apa takut coba?" ujar Ara menantang para pembunuh bayaran itu.
Para pembunuh itu pun saling pandang. Seketika Ara pun berdiri di hadapan mereka. Semua pembunuh itu pun membulatkan matanya.
"Kenapa lu bisa berdiri? perasaan lu udah gua iket" ujar pembunuh itu.
"Ga seru klo kalian mau ngebunuh dengan cara ngiket.. klo sambil berdiri kan enak" seru Ara sambil tersenyum smirk.
Ara pun merenggangkan otot nya.
"Yakin mau bunuh gue?" tanya Ara.
"Hahaha emang kita takut ma Lo,,Lo itu cuman cewek cengeng doang" ledek ketua pembunuh itu.
"Jangan basa-basi,,ayo kita main" tantang Ara.
Para pembunuh itu pun merasa tertantang dan merogoh pistol dan pisau milik mereka untuk membunuh Ara.
**Dor
Dor
Dor**
Dengan lihai Ara menghindar dari serangan pembunuh itu.
__ADS_1
"Hmm giliran ku yang menyerang" ucap Ara sambil tersenyum smirk.
Ara pun mengambil pistol miliknya yang berada di kaki miliknya. Dan...
**Dor
Dor
Dor**
Dengan tiga tembakan Ara telah melumpuhkan tiga pembunuh yang memegang pistol seperti dirinya. Dan...
**Brugh
Brugh**
Ara membogem dua pembunuh itu,,meski ada banyak musuh tapi Ara terus melawan mereka.
Brak
pintu dibuka kasar oleh Axel. Beberapa orang pun datang dan membantu Ara menghabisi pembunuh itu. Tanpa mereka sadari seorang pembunuh bayaran mengarahkan pistolnya ke arah kepala Ara dan ……
Dor
"Kak Rendy" jerit Ara yang melihat Rendy melindungi dirinya sehingga Rendy lah yang terkena tembakan itu.
Axel pun menoleh ke arah Rendy dan Ara. Ara menangis histeris dan memeriksa keadaan Rendy yang sudah pingsan di pelukan Ara.
Ara langsung mengambil ponselnya dan menelpon orang-orang yang bisa membantu nya.
Karena pertarungan belum berakhir dan kelompok pembunuh itu bertambah terpaksa Axel dan lainnya terus menyerang dan membiarkan Rendy untuk sementara..
10 menit kemudian sekelompok orang pun datang dan menghampiri Ara.
"Bawa kak Rendy ke rumah sakit supaya nyawa nya bisa di tolong" ujar Ara pada 4 orang laki-laki yang berbadan kekar.
"Dan atran urus mereka yang telah berusaha membunuh ku dan cari tahu dalangnya" sambung Ara dengan aura yang tak pernah Axel cs rasakan.
'atran akhirnya kamu kembali,,tapi mengapa kamu sekarang mau disuruh oleh Ara dan siapa sebenarnya Ara' batin altar
'siapa sebenarnya kamu sayang' batin Axel.
"Hai bro" sapa atran sambil menepuk pundak Axel dan altar.
"Atran lu kemana aja,gua kangen tau" ujar altar sambil memeluk atran.
"Sorry yang kemarin broh" ucap Axel.
Atran pun mengangguk dan membalas pelukan Axel dan altar.
"Sudah pelukannya?" tanya Ara pada mereka bertiga.
"Maaf nona" ucap atran sambil menunduk hormat.
"Anak buah beraksi" suruh atran pada semua anak buahnya.
Dengan sekejap atran dan anak buahnya membereskan para pembunuh itu.
"Wow hebat" gumam Axel dan altar.
"Axel ayo ke rumah sakit,,kak Rendy terluka hiks" ajak Ara pada Axel. Axel pun mengangguk dan pergi ke rumah sakit dengan Ara serta altar dan atran yang mengekori mereka.
Sesampainya di rumah sakit,, Ara langsung berlari ke UGD dan melihat kakaknya di balik Jendela. Axel yang melihat Ara begitu terpukul pun merengkuhnya.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️