Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Ara sebagai ibu dan atran sebagai ayah


__ADS_3

Mereka pun membantu aula sedangkan Ara hanya menonton saja. Akan tetapi 10 orang preman lainnya pun datang yang membuat Bianca,,atran dan satria kewalahan.


Tiba-tiba seseorang ingin memukul Bianca dari belakang. Dengan sigap Ara menghadang orang itu.


"Jangan berani menyakiti sahabat ku" ancam Ara yang langsung mematahkan kayu itu.


"Thanks ra" tutur Bianca.


"Hmmm" Ara hanya menjawab dengan deheman saja dan kembali ke tempatnya semula.


Tiba-tiba salah seorang preman itu membius atran. Bianca dan satria pun terus menyerang preman itu hingga mereka kelelahan,, sedangkan Aulia dia hanya menangis ketakutan dan kesakitan.


Karena melihat teman-temannya sudah kelelahan pun Ara langsung turun tangan. Ara berkelahi dengan para preman itu.


Dalam sekejap para preman itu langsung kalah. Ara mendekat ke arah salah satu preman yang ia yakini adalah ketua premannya.


"Kalian ingin hidup atau mati?" tanya Ara memberi pilihan.


"H-hidup nona" jawab ketua preman itu.


"Aku akan mencari kalian jika aku butuh,, pergilah dan jangan pernah mengganggu teman-teman ku lagi. Jika kalian melihat salah satu dari mereka dalam bahaya maka selamatkan lah" jelas Ara


"Sekarang kalian boleh pergi" sambung Ara.


Para preman itu pun langsung mengangguk dan pamit kepada Ara. Setelah kepergian preman itu,,Ara langsung menghampiri gadis yang sedang menangis.


"Mengapa kau menangis hm?" tanya Ara dengan nada dingin nya.


"T-takut kak" jawab gadis itu terbata-bata


^^^"Bukan kah tadi kau berani melawan preman itu? mengapa sekarang takut?" tanya Ara.^^^


Gadis itu menunduk karena takut menatap Ara.


'apakah gadis ini takut pada ku?' batin Ara.


Ara pun menghela nafas panjang dan menerbitkan senyuman yang sangat mahal kepadanya. "Seseram itu kah aku di mata mu?" tanya Ara dengan nada lembutnya


"Hiks iya,,tapi preman itu mau nyulik aku hiks aku takut kak" ujar gadis itu di sela-sela tangisnya.


Melihat gadis itu yang ketakutan Ara langsung merangkul tubuhnya dan menariknya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Maaf" kata itu yang keluar dari bibir mungil Ara.


Ara memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang yang membuat gadis itu nyaman. beberapa menit kemudian Aulia berhenti menangis.


Ara pun mengendurkan pelukannya. "Siapa nama mu?" tanya Ara dengan nada lembut yang sangat tulus.


Satria,,Bianca dan atran yang baru sadar pun tercengang karena mendengar nada suara Ara yang sangat lembut.


...'Habis makan apa Ara bisa lembut dan ga bersikap dingin gitu' batin mereka....


"Nama ku Aulia kak" jawab Aulia.


Ara pun mengangguk dan mengelus kepalanya dengan lembut. "Sudah tidak takut kan?" tanya Ara pada gadis itu. Aulia pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"M-makasih ya kak,,pelukan kakak seperti seorang ibu,,Ara jadi kangen ibu" lirih gadis itu.


"Apakah kau tidak memiliki ibu?" tanya Ara pelan dan gadis itu pun menggeleng.


"Boleh kah aku menganggap mu ibu ku?" tanya Aulia dengan tatapan penuh harap.


Satria dan yang lainnya begitu tercengang. Bagaimana bisa seorang gadis yang berbeda beberapa tahun dengan Ara meminta Ara menjadi sosok ibu.


"Boleh,,tapi aku gak mau jadi istri ibu mu yaa" jelas Ara sambil mencubit gemas hidung Aulia.


Flashback off


^^^"Begitulah ceritanya" ucap Aulia.^^^


"What? jadi Ara itu ibu dadakan gitu?" tanya Axel yang kaget dengan cerita Aulia. Aulia pun mengangguk dengan senyum termanisnya.


"Menurut Aulia kak Ara adalah sosok ibu dan bang atran adalah sosok ayah. Sedangkan mba Bianca dan bang satria adalah kakak Aulia" jelas Aulia tanpa sengaja membuat Axel cemburu.


"Bener kata Aulia,, menurut gua dan Bianca juga mereka kayak orang tua kami. Ara adalah sosok penyayang meski sering bersikap dingin tapi sikapnya akan seperti ibu jika berada dekat kami dan atran juga adalah sosok pelindung seperti ayah,,jadi mereka sudah kami anggap orang tua,,iya kan bian?" timpal satria


"Iya bener kata bang Sat" sambung Bianca.


Ara yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan memeluk Aulia dan Bianca.


"Ekhem gue kok malah nyium bau orang cemburu yah" ucap altar yang merasa Axel cemburu dengan ucapan satria,,Aulia dan Bianca.


"Siapa?" tanya mereka semua kecuali Axel.

__ADS_1


"Yang lagi diem tuh" sahut altar.


Semua orang pun menoleh ke arah Axel. Sedangkan Ara dia malah cuek.


"Biarin aja lah,, lagipula kalo atran mau jadi suami kedua ku juga gapapa" ketus Ara yang mendadak kesal karena teringat kejadian di rumah sakit.


"Aroma lagi musuhan nih" sindir Bianca.


"Hmm,,suruh siapa di WhatsApp bilang setia tapi di nyata nya ngga,,ngeselin kan" ucap Ara tanpa sadar telah membocorkan rahasia Axel.


"Hah maksud Lo ar? Axel selingkuh? benar-benar ya lu xel" geram atran yang mendengar wanita pujaan hatinya di selingkuhi.


Sedangkan Axel malah gelagapan dan menginjak kaki altar.


"Awwww sakit xelokan" pekik altar.


Axel yang sadar pun langsung melepaskan injakannya sambil cengengesan


"Sorry" ucap Axel


Altar tak menggubris permintaan maaf dari Axel. Altar langsung menyantap minuman dan cemilannya.


Axel memelototi Aulia yang sedari tadi terus menempel pada Ara. Merasa ada yang memelototinya pun Aulia langsung merengek kepada Ara.


"Kak lihat Bang xelokan nya melototin aul terus" rengek Aulia. Atran yang mendengar itu pun langsung memelototi Axel begitu juga Ara.


"Kondisikan mata mu atau ku congkel" ucap Ara dan atran serempak dengan nada dingin milik mereka.


Axel pun langsung menghela nafas panjang dan mengkondisikan matanya. Melihat Axel yang langsung menurut kepada Ara dan atran Aulia langsung menjulurkan lidahnya tanpa sepengetahuan atran dan Ara.


Axel pun langsung geram ingin sekali menjambak rambut Aulia namun ia tahan. Axel pun berinisiatif untuk pura-pura ngidam pada Ara.


"Yank kepala ku pusing pengen rujak" bisik Axel di telinga Ara.


Ara yang mendengar itu pun menoleh ke arah Axel. "Tahan bentar lagi yank" bisik Ara.


Axel pun mengangguk. dan benar saja beberapa menit kemudian reunian grup sableng pun langsung di bubarkan. Semua orang langsung pulang ke rumah masing-masing, kecuali Ara dan Axel yang harus ke rumah sakit dulu dan menjemput ibu glaudi


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Axel menyuruh Ara untuk diam di mobil sedangkan dirinya langsung masuk ke dalam sambil membawa rujak.


Beberapa saat kemudian ibu glaudi pun masuk ke dalam mobil. Ara melajukan mobil itu menuju mansion Leonard sedangkan Axel akan menginap di rumah sakit untuk menjaga ayah arka.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2