Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 54


__ADS_3

Keesokan paginya semua tengah berkumpul di meja makan dan menunggu si kembar Andin dan Andini.


"Lama banget sih kapan tu anak sampe,, cacing di perut Axel udah pada demo nih" ujar Axel sambil menyandarkan kepalanya di meja makan.


"Sabar,,orang sabar di sayang……" ucap Ara yang terpotong oleh twin A


"Tuhan" potong Andin dan Andini


Semua orang menoleh ke asal suara dan tersenyum manis. Twins A langsung duduk di kursi mereka masing-masing.


"Lama amet ngapain aja kalian?" tanya Axel yang sudah kelaparan sedari tadi


"Buka YouTube dulu kak" jawab Andini santai sedangkan Andin dia sudah makan duluan tanpa menunggu.


"Hey kalian itu pagi-pagi udah main ponsel ga baik loh" tegur mommy Vian.


"Anak mu gitu amat mom" sahut ayah allan.


"Anak ayah juga" sambung mommy glaudi.


"Udah ah ayo makan" lerai Sintia adik pertama Axel yang lebih tua dari Ara.


Semua orang mengangguk dan memakan makanan nya masing-masing. Setelah makan Ara memutuskan untuk menelpon ibu nya.


"Halo kenapa nak? masalah kamu sudah selesai?" tanya ibu glaudi di seberang sana.


"Halo Bu,, Alhamdulillah sudah Bu.. Ibu Ara mau minta izin buat pergi ke Amerika jadi perusahaan yang ini bakal di handle sama salah satu adik Ara gapapa kan?" ucap Ara meminta izin.


"Gapapa toh yang penting perusahaan itu baik-baik aja" ujar ibu glaudi.


"Iya Bu tapi perusahaan pusat yang di Amerika yang bermasalah jadi Ara harus kesana bu" ucap Ara


"kok bisa disana bermasalah?" kaget ibu glaudi.


"Entahlah Bu,,nanti Ara cek deh" ujar Ara


"Ya sudah hati-hati ya nak" ingat ibu glaudi


"iya Bu pasti" ucap Ara.


Setelah beberapa menit berbincang-bincang di telpon,,Ara dan ibu glaudi memutuskan untuk mengakhiri telponannya.


Ara langsung turun ke bawah dan mencari keberadaan Axel. Ara mencari keberadaan Axel di ruang keluarga.

__ADS_1


"Kak" panggil Ara pada Axel yang sedang fokus pada laptopnya


Axel pun mendongak dan menatap Ara. Ara menghampiri axel dan duduk disampingnya.


"Yank aku mo izin ke Amerika" ucap Ara memberitahu maksud dirinya mencari Axel.


Axel memincingkan matanya. "Kenapa mau ke Amerika?" tanya Axel.


"Perusahaan pusat lagi bermasalah" jawab Ara


"Oh ya sudah tapi periksa dulu ke dokter yaa,, kasian babby nya takut kelelahan" ujar Axel sambil mengelus-elus perut buncit Ara.


"Oke,,sekalian USG yaa" balas Ara.


Axel mengangguk dan mengelus-elus kepala Ara dengan penuh kasih sayang.


...****************...


Siang harinya.


"Yank ayoo" rengek Ara sambil menggoyangkan bahunya Axel.


"Iya-iya ayo,,ga sabaran amat sih" ucap Axel sambil beranjak ganti baju.


"Jangan samain aku sama si amat loh yank" pekik Ara sambil berkacak pinggang.


Beberapa saat kemudian Axel sudah keluar menggunakan kemeja nya dan membawa jas kedokteran di tangannya.


"Loh kok bawa jas?" tanya Ara heran.


"Sekalian bantuin dokter lain bentar" jawab Axel dengan santainya.


"Humm kirain USG doang" ujar Ara sedikit kesal.


"Hehehe gapapa kan yank?" tanya Axel karena takut istrinya marah.


"Terserah" ketus Ara.


"oke"


Mereka berdua pun berjalan menuju garasi mobil dan masuk ke dalam mobil. Axel melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.


Karena sedang tidak macet,,15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Ara keluar dari mobil tanpa menunggu Axel membukakan pintu dan berjalan masuk ke dalam. Axel yang melihat Ara pun geleng-geleng kepala dengan tingkahnya.


"Kak mau USG kehamilan" ucap Ara pada resepsionis rumah sakit.


"Sudah ada janji belum nyonya? Dan atas nama siapa?" tanya resepsionis.


"Sudah dengan dokter yasmin dengan nama Vliara" jawab Ara yang memang yasmin adalah dokter kandungan pribadinya.


"Baiklah mari ikut saya nyonya" ucap resepsionis itu mengantarkan Ara ke ruangan dokter kandungan.


"Silahkan masuk nyonya tuan" ucap resepsionis itu mempersilahkan.


Ara dan Axel mengangguk dan masuk ke dalam ruangan dokter kandungan itu.


"Selamat siang nyonya Ara dan tuan Axel" sapa dokter Yasmin.


"Siang juga yasmin" balas Ara sambil tersenyum manis.


Sedangkan Axel hanya mengangguk saja. Yasmin pun mempersilahkan Ara untuk berbaring di brankar dan mengoleskan gel di atas perut Ara.


Yasmin menggerakkan alat USG nya sedangkan Axel dan Ara fokus menatap layar monitor yang akan menampakkan buah hati mereka.


"Bayi nya sudah terbentuk karena kandungan nyonya sudah 4 bulan" ujar dokter Yasmin.


Ara dan Axel terus fokus menatap layar monitor hingga tak terasa butiran air mata menetes.


"Apa kalian ingin mengetahui jenis kelamin bayinya?" tanya Dokter Yasmin


Axel dan Ara saling pandang dan menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


"biarlah jadi kejutan saat dia lahir nanti" ujar Axel yang diangguki Ara.


"Baiklah saya akan berikan resep vitamin penguat kandungan" ujar dokter Yasmin sambil membersihkan gel di perut Ara.


Setelah bersih Ara beranjak dan duduk di kursi pasien.


"Dok apa tidak apa-apa jika saya pergi ke Amerika?" tanya Ara pada Yasmin.


"Tidak apa-apa karena janin kuat asalkan jangan terlalu letih dan banyak istirahat saja" jawab dokter yasmin.


"Ini resepnya silahkan tebus di apotik ya" sambung dokter Yasmin sambil menyodorkan sehelai kertas.


Ara dan Axel mengangguk sambil beranjak keluar ruangan. Ara langsung berjalan menuju ruangan Axel yang sudah lama di tinggalkan sedang Axel dia langsung menebus vitamin Ara.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2