Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 59


__ADS_3

"Stop" pekik Axel ketika mereka tengah di jalan pulang ke mansion Leonard.


Aiden pun menginjak rem nya secara mendadak membuat semua orang yang menumpangi mobil tersebut tersungkur ke depan.


"Napa xel?" tanya Aiden sambil menoleh ke arah Axel yang duduk di kursi penumpang.


"Gue mau beli rujak dulu" jawab Axel tanpa dosa.


"Ya Allah kak kirain kenapa,,liat nih gara-gara kakak jidatku jadi benjol" keluh Aulia yang kesal dengan perbuatan Axel.


"Hehehe sorry" ujar Axel sambil cengengesan.


Axel pun turun dari mobil dan membeli rujak dari penjual kaki lima. Setelah mendapatkan yang ia mau Axel pun kembali duduk di mobil Aiden.


"Udah?" tanya Aiden pada Axel.


Axel pun mengangguk kecil dan memakan sebagian rujaknya. Mobil aiden pun melaju kembali menuju mansion Leonard.


Setelah 45 menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di mansion Leonard.


"Assalamualaikum" salam Aulia, Axel dan Aiden.


"Waalaikumsalam" balas ibu glaudi yang tengah menonton televisi bersama ayah arka.


Mereka bertiga pun menyalami ayah arka dan ibu glaudi. Aulia dan aiden langsung duduk di sofa sedangkan Axel sudah ngacir mengambil piring untuk rujaknya.


Hingga beberapa saat Axel pun kembali membawa sepiring rujak miliknya. Axel bergabung bersama Aiden dan lainnya sambil memakan rujak miliknya.


Melihat Axel yang begitu lahap makannya membuat air liur Aiden menetes.


"Bagi dong" pinta Aiden.


"Mau? nih aaaa" ucap Axel sambil menyodorkan sesendok rujak miliknya.


Aiden pun dengan senang hati membuka mulutnya. Akan tetapi sendok yang di sodorkan Axel berbelok dan masuk ke mulutnya Axel.


"Pelit" cibir Aiden.


"Barin" seru Axel.

__ADS_1


"Tau ah ntar kalo pen beli rujak lagi gua ga akan berhentiin mobilnya" kesal aiden.


"Serah" ketus Axel dan kembali memakan rujaknya.


Malam pun menjelang.


Axel dan yang lainnya sedang menunggu video call dari Ara. Hingga beberapa saat kemudian nampak lah wajah Ara di laptop milik Axel.


"Assalamualaikum" sapa Ara di seberang sana.


"Waalaikumsalam" balas semua orang serempak.


"Nak kamu sudah makan?" tanya ibu glaudi


"Lagi apa ra?" tanya Aiden.


"Masih sibuk ga kak?" tanya Aulia


"Kapan pulang yank?" tanya Axel.


Semua orang nampak bertanya dalam waktu yang bersamaan membuat Ara pusing akan menjawab yang mana dulu.


"Satu-satu ih nanya nya,,jadi pusing nih mau jawab yang mana" keluh Ara.


"Hum pantes,,aku jawab satu-satu yaa" ujar Ara yang di angguki semua orang.


"Aku sudah makan dan sedang mengerjakan beberapa dokumen penting,,nah kalo kapan pulang nya mah ga tau.. Soalnya kalo masalah pulang gimana perkembangan perusahaan aja" jelas Ara.


"Memang perusahaannya di ujung tanduk ya?" tanya aiden.


"Iya kak,, kemungkinan Ara menetap disini sampai bertahun-tahun" jelas Ara


"Apa kamu akan melahirkan disana?" tanya ibu glaudi.


"Kemungkinan bu" balas Ara.


"Andai saja aku ga ngurus perusahaan pasti udah nemenin kamu di sana" lirih Axel.


"Ga perlu sedih yank,,meski raga kita jauh tapi hati kita masih dekatkan" ucap Ara menggombal Axel.

__ADS_1


"Ciee yang ngegombal" ledek Aulia.


"Hehehe sesekali" ujar Ara sambil cengengesan.


"Gapapa lah ngegombal dikit yang penting bisa ngehibur hati yang rindu" ucap Axel.


"Rindu apanya tuh raganya atau perhatian nya?" tanya ibu glaudi.


"Hatinya dong bu" jawab Axel.


"Oh kirain…" ucap ibu glaudi yang terpotong Ara.


"Udah bu jan di bahas" potong Ara.


"Iya deh"


"Eh Ra apa perlu gue bantuin disana?" tanya Aiden.


Ara pun menggelengkan kepalanya pelan. "Ga usah kak,,kakak urusin perusahaan kakak aja" balas Ara.


"Cepet balik ya yank,,aku kangen" rengek Axel.


"Ga bisa segera yank,,soalnya perusahaan disini lagi kritis banget kemungkinan aku di sini sampe bertahun-tahun" ucap Ara.


"Nasib istri seorang CEO" celetuk Aiden.


"Tapi sebelumnya Ara belum pernah sibuk loh" seru Axel yang memang sehari-harinya terus chatingan dengan Ara sejak usianya 15 tahun.


"Iya,,dulu perusahaan di pimpin sama adek-adek angkat aku,,tapi sekarang karena ada beberapa perusahaan yang lagi dalem masalah jadinya aku yang turun tangan" jelas Ara.


"Semoga cepat normal perusahaannya,,ibu minta maaf karena ga bisa bantuin kamu" ucap ibu glaudi yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa bu,,anggap saja ini balas budi Ara karena ibu dan ayah telah membesarkan ara" balas Ara dengan senyum manis nya.


"Sudah dulu ya ada pekerjaan,, assalamualaikum" pamit Ara.


"Waalaikumsalam" balas semuanya serempak.


Panggilan pun berakhir dan Ara kembali bekerja keras untuk menormalkan perusahaan Leonard yang kini tengah berada di ujung tanduk.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2