
"Hati-hati mata kalian keluar" ketus Rendy dan seketika semua orang terbangun dari lamunannya.
Pelayan itu pun mengambil black card itu dan mengembalikan nya setelah biaya makan itu masuk.
"ini tuan" ucap pelayan itu sambil memberikan kartu black card nya.
Dika pun mengambil kartu tersebut dan diam. Dia masih terpikir tentang kartu itu.
Dika POV
Aku masih bingung mengapa semua orang kaget saat melihat kartu itu,,tetapi kakak-kakak suruhan kak Ara hanya biasa saja. Setelah keluar dari restauran itu dan meninggalkan arsen cs aku dan orang suruhan kakak pun berjalan lagi.
"kak apakah tidak apa-apa jika aku membeli benda-benda yang cukup mahal? apa kak Ara tidak akan miskin seketika?" tanya ku dengan polosnya.
Aku melihat kakak-kakak itu seperti orang yang sedang menahan tawa. Salah satu kakak perempuan yang bernama asri pun menunduk ke bawah dan mendekatkan wajahnya dan mensejajarkan wajah nya dengan wajah ku.
"Tenang saja kakakmu tidak akan miskin seketika bahkan jika kamu mau membeli mall ini kakakmu juga tidak akan miskin" ucap kakak asri dan aku pun mengangguk.
"Boleh kah aku membeli laptop keluaran terbaru? kata teman-teman ku kualitas nya sangat bagus" izin ku dan di angguki kakak asri.
Kami pun berjalan menuju toko elektronik yang cukup besar. Aku pun melihat lihat laptop tersebut. Seketika pandangan ku melihat sebuah laptop yang sangat cantik menurut keterangan penggunaan nya.
"kak boleh kah aku membeli yang ini?" tanya ku dan kak asri pun mengangguk.
Author POV
"Pelayan" panggil asri
Dan salah satu pelayan pun datang menghampiri mereka.
"Saya ingin membeli laptop yang ini dan kirim ke alamat ini" ucap asri sambil memberikan sehelai alamat.
"Dan kami menggunakan kartu untuk membayar nya,,Dika berikan kartu itu pada pelayan" titah asri dan Dika pun mengangguk.
Dika memberikan kartu itu. Beberapa saat kemudian pelayan datang kembali dan menyerahkan kartu itu pada Dika. Dika pun menyambut kartunya dengan senang hati.
Setelah beberapa jam berbelanja Dika dan yang lainnya pun pergi dari mall menuju rumah sakit.
...****************...
__ADS_1
Di sebuah taman rumah sakit terlihat dua sejoli sedang menggenggam tangan satu sama lain dan memperhatikan salah seorang anak yang sakit. Ara menghela nafas panjang dan menoleh ke arah axel.
"Apakah kamu masih kecewa karena tidak bisa menjadi dokter?" tanya Axel yang mengetahui cita-cita Ara sejak kecil.
Ara pun tersenyum lembut dan menggeleng. "Aku tidak pernah menginginkan menjadi dokter lagi. Mungkin dunia ku ada dunia bisnis" jelas Ara sambil menatap anak itu lagi.
"Bagaimana jika kamu kuliah lagi dan mengambil jurusan kedokteran" usul Axel dengan semangat nya.
"Cik kamu ga liat apa wajah ku aja udah mau seperti ibu-ibu yang gendong anak masa kuliah" ucap Ara sambil terkekeh membayangkan itu.
Axel yang mendengar itu pun tergelak. "Ibu-ibu dari mana coba? muka kaya bayi gini" kata Axel sambil mencubit pipi chubby Ara.
"Ish sakit tau" ringis Ara sambil mengusap usap kedua pipinya.
"uhh kasian sini cium" ucap Axel sambil mengerucutkan bibirnya.
"ihh om om bucin tingkat akut" ledek Ara
"daripada kamu Tante tante caper tingkat akut" ledek Axel kembali.
Ara yang mendengar itupun mendengus kesal dan meninggalkan Axel yang sedang duduk di bangku tangan.
Ara berjalan bersama dengan Axel menuju kamar rawat nenek Ara. Mereka berdua pun masuk tanpa mengetuk pintu dulu. dan....
Brugh
"Aduh bos lain kali hati-hati dong ketuk pintu dulu kek.. liat nih jidat saya sampe benjol" omel asri
"aduh maaf yaa hehehe,, sini ku cium biar ga sakit" ucap Ara yang membuat semua orang membulatkan matanya.
Asri yang mendengar itu pun langsung bangkit dan pergi bersembunyi di belakang punggung Rendy.
"ciee yang sekarang ngumpetnya di belakang Rendy" ledek Ara yang membuat wajah asri memerah.
"hahaha wajah kakak merah" ledek Dika . Semua orang pun tertawa kecuali Rendy dan Axel.
"siapa dia yang?" tanya Axel sambil merangkul pinggang Ara.
"asisten ku,,kenapa?" tanya Ara balik.
__ADS_1
"kamu udah nikah belum?" tanya Axelo kepada Rendy. Refleks Rendy pun menggelengkan kepalanya dengan santai.
"Jangan bilang kamu cemburu,, hayo ngakuu. ciee bucin and posesif tingkat angkut" sindir Ara dengan wajah konyolnya.
"bwahahaha" tawa mereka pecah melihat wajah konyol Ara dan muka Axel dan asri yang memerah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari pun berlalu,,kini Axel sudah pulang ke Jakarta,, sedangkan Ara bersiap untuk ke Jakarta karena besok adalah hari H bagi Ara dan Axel. Setelah membereskan barang-barang mereka,, Mereka pun berangkat ke Jakarta pada saat sore hari.
"Kak Jakarta itu seperti apa? pasti gedungnya tinggi tinggi yaa?" tanya Dika dengan rasa penasaran nya.
Ara pun mengangguk. "Sebagian gedung tinggi de.. klo ga tinggi bukan gedung namanya tapi gudang" ujar Ara.
"Hahaha iya juga ya kak" ucap Dika dan kembali melihat ke jalanan.
Kakek dan nenek Ara yang sedari tadi diam pun membuka suara. "Saat kita sampai kita akan tinggal dimana nak?" tanya nenek Ara.
"Apakah kami tidak merepotkan mu?" sambung kakek Ara yang bertanya.
Ara pun menoleh kebelakang dan tersenyum kepada kakek dan neneknya. "kita akan tinggal di apartemen Ara,,kalian juga tidak merepotkan Ara kok" ucap Ara lembut.
Nenek dan kakek Ara pun mengangguk. "jika kalian mau tinggal di Jakarta juga boleh" sambung Ara.
Nenek dan kakek Ara pun tersenyum. "Maaf nak tapi kami tidak mungkin meninggalkan kenangan beharga di Bandung" jelas nenek Ara dan diangguki kakek Ara.
"hmm baiklah setelah 1 Minggu Ara menikah kalian boleh kembali" ujar Ara pasrah karena tidak ada gunanya memaksa.
"Oh iya Dika,,kakek,, nenek" panggil Ara
"ada apa nak?" tanya kakek Ara.
"Jika kalian perlu sesuatu kalian bisa pergi ke supermarket dan membeli bahan itu. aku sudah memberikan kartu untuk biaya kalian" jelas Ara. Kakek dan nenek Ara pun mengangguk. Toh kakek Ara juga sudah tidak bekerja karena faktor usia dan mungkin jika menerima uang dari Ara kebutuhan mereka terpenuhi.
Setelah pembicaraan itu pun mereka semua tertidur kecuali Ara yang membuka iPad nya. Berjam-jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di kota Jakarta tepat jam 1 malam.
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa. Author tunggu dukungan kalian. i love you para readers. mwuaach. Sampe ketemu di episode selanjutnya yaa dahh..
__ADS_1