
Setelah makan siang Rendy mengajak Ara untuk berbincang sebentar tanpa Axel.
"Ra bagaimana tentang kesehatan mu?" tanya Rendy yang khawatir.
"Kakak tidak usah khawatir masih aman terkendali" jawab ara santai seperti dipantai.
"Serah" ketus Rendy.
Mereka pun terdiam sejenak. Ara menatap Rendy kemudian membuka ponselnya.
"Besok aku akan kembali ke Amerika" ucap Rendy.
Ara yang mendengar itu pun menoleh. "Kenapa ga tinggal di Indonesia?" tanya Ara.
"Tunggu papa mindahin kantor pusat ke Jakarta" jawab Rendy. Ara pun mengangguk.
"Apa kamu sudah tau tentang papa kandung mu?" tanya Rendy dengan hati-hati.
"Hmm,,aku sudah mengetahui segalanya" jawab Ara sambil menatap Rendy dengan tatapan kosong.
" Dia ingin menghancurkan ku demi kekayaan nya" sambung Ara yang membuat Rendy terbelalak kaget.
"What? bukannya kamu anak kandung mereka?" tanya Rendy yang tak habis pikir dengan sikap papa kandung nya Ara
Ara pun tersenyum. "Aku dan Dika anak yang tak di inginkan" lirih Ara sambil menunduk.
Rendy yang melihat bahu Ara bergetaran pun langsung memeluk Ara dengan erat. Rendy tahu jika adiknya sedang menangis.
Saat Ara menangis,, Axel menghampiri mereka.
"Kenapa dia menangis?" tanya Axel pada Rendy.
"Karena papanya" jawab Rendy yang terus memeluk Ara.
Dengan refleks Axel pun ikut memeluk Ara. "Sudah jangan menangis kamu wanita yang kuat" bisik Axel yang mencoba menyemangati Ara.
__ADS_1
Ara pun menatap kedua pria itu dan tersenyum manis. Gadis itu menggenggam tangan kakak dan suaminya itu.
"Tenang aku tak apa-apa" ujar Ara menenangkan Axel dan Rendy.
"Aku sudah kebal" sambung Ara.
Rendy dan Axel pun mengangguk dan memeluk Ara kembali.
"Hey lepaskan aku,,nanti orang yang melihat kita mengira kita Teletubbies lagi" celetuk Ara.
"Hahaha kalo Teletubbies berempat kita kan bertiga" balas Rendy.
"Cik ternyata tak ada yang menyadari kehadiran ku" ujar Dika yang melihat drama itu.
"Yeay kita jadi Teletubbies" pekik Ara girang seperti anak kecil kemudian memeluk ke tiga pria itu.
Setelah pelukan itu terlepas dan Ara sudah jauh lebih tenang Rendy pun pamit untuk pulang ke Amerika. Ara,, Dika dan Axel pun mengangguk dan mengantarkan Rendy sampai depan rumah.
...****************...
"Ayah tak becus,,gitu doang ga bisa" ledek Nika pada ayahnya.
"Dia pandai bela diri dan menipu semua orang,, maklum saja aku terkecoh" balas papa David.
Nika yang mendengar itu pun langsung masuk ke kamar nya tanpa pamit kepada orang tua nya.
"Seberapa pintar dia?" tanya Mama Erin yang penasaran dengan sosok Ara.
"Dia sangat pintar,,aku pun tidak tahu kecerdasan nya ia dapat dari siapa" ujar papa David
"Ga mungkin kalo dari aku dan sila" sambung papa David.
"Jangan bahas dia" ketus Mama Erin.
papa David pun mengangguk. "Apa kamu punya rencana untuk menyingkirkan Ara?" tanya papa David.
__ADS_1
"Serahkan saja pada adiknya Axel,,toh dia juga mendukung jika kakaknya dan Nika bersatu" ucap Mama Erin.
"Tapi dia lagi di Islandia buat ngelanjutin kuliah nya" tutur papa David.
"Culik ae Dika ntar minta tebusan ke Ara simple kan" ucap Mama Erin.
"Hmm.. ya sudah nanti akan ku lakukan.. aku ingin beristirahat" ucap papa David yang langsung pergi meninggalkan Mama Erin.
...****************...
"Hachiu hachiu" Ara sedari tadi terus bersin.
"Kamu kenapa yank?" tanya Axel khawatir pada Ara.
"Sepertinya alergi ku kumat lagi" ceplos Ara.
"Emang kamu alergi apa?" tanya Axel yang memang tak tahu apa-apa tentang Ara.
"Banyak,,ah iya tadi kamu pakai parfum apa?" tanya Ara yang menduga alerginya kambuh karena Axel.
"Tadi pagi aroma jeruk sekarang lavender" jawab Axel
"Pantas saja aku bersin-bersin hachiu" balas Ara.
"Maaf aku tak tahu" ujar Axel yang merasa bersalah.
"Tidak hachiu usah minta maaf" tutur Ara.
Axel pun bergegas mengganti bajunya dan menarik Ara ke dalam pelukannya. "Tidurlah agar alergi mu mendingan" jelas Axel.
Ara pun mengangguk dan tidur di pelukan Axel. Hangat dan nyaman itulah yang dirasakan ketika Axel memeluk Ara.
...----------------...
**Maaf Dede up nya sedikit,,Dede nya lagi sakit. Doain biar cepet sembuh yaaa. Terus dukung Dede juga oke.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️**