Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 9


__ADS_3

Di sebuah mansion yang tersembunyi dan berada di sebuah perumahan elite sedang menyambut kedatangan nyonya nya yang sudah lama menghilang. Ara menuruni mobil sport nya. Dia melangkah ke dalam mansion nya.


"selamat datang kembali nyonya" sambut para pelayan dan penjaga mansion. Ara mengangguk dan melangkahkan kakinya ke dalam.


Dia melihat lihat keadaan mansion nya. "mansion utama sangat terawat" gumam Ara.


seorang pelayan pun menghampiri Ara. "maaf nyonya,, apakah tuan angkasa tidak akan pulang?" tanya pelayan tersebut.


"tidak" jawab ara dan meninggalkan pelayan tersebut menuju kamarnya.


Ara merebahkan dirinya sekejap dan beranjak mandi. Setelah selesai mandi Ara pergi ke ruang kerja nya dan memanggil asistennya menggunakan ponselnya.


"ke ruang kerja saya sekarang" ucap Ara dan memutuskan sambungan nya secara sepihak.


Asisten Ara terus menggerutu dengan tingkah Ara. Sampai di depan ruang kerja Ara,,asisten tersebut berhenti menggerutu.


tok tok tok


"masuk" jawab ara


ceklek…


"ada apa nyonya?" tanya asisten asri


"siapkan ruang rapat untuk hari ini dan ingat hanya yang sudah menanda tangani kontrak selain itu wakilkan saja" tegas Ara tanpa menoleh


"baik nyonya,,kalo begitu saya pamit dulu" pamit asri dan membungkukkan setengah badannya. Ara pun mengangguk.


Asisten asri pun pergi ke perusahaan utama dan memberi tau kolega bisnisnya untuk menemui Ara di ruang meeting khusus dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sana.


......................


Di mansion anata


"Bu kenapa kakak mau nikah sih,, padahal aku mau ngejodohin nya sama kak netta" omel adik Axel yang bernama Andin


"iya tuh bener kata kak Andini" ucap twins Andin yang bernama Andini


mommy Vian pun tersenyum lalu mengelus kepala kedua anaknya itu. "itu terserah kakak kalian nak,,karena itu hidup dia dan yang akan menjalaninya juga hidup dia" tutur mommy Vian memberi nasehat.


Andin dan andini pun mengangguk. "kak main petak umpet yuk" usul Andini dan Andin pun mengangguk. mereka bermain petak umpet di taman dekat perumahan. setelah bermain petak umpet mereka memutuskan untuk bermain kejar-kejaran.


"ayok kak kejar aku" teriak Andini yang melihat kakaknya sangat lamban. mereka berlari ke arah jalan yang cukup sepi.


mereka tidak ingat nasehat sang ibu dan terus berlari. tiba-tiba mereka di kepung oleh beberapa orang. "hey anak manis ayo ikut kami" ujar salah satu penculik sambil menoel pipi chubby Andini.

__ADS_1


Andini pun ketakutan dan bersembunyi dibalik tubuh mungil sang kakak. "kak takut" lirih Andini dengan tubuh gemetaran.


Andin berusaha untuk tidak takut. "siapa kalian?" tanya Andin dengan nada seolah-olah berani.


para penculik itu tertawa dengan keras. "ayo ikut kami atau akan ku paksa" ujar salah satu penculik dan menarik tangan Andin.


Andin pun memberontak dan berteriak dengan keras. "tolong" teriak Andin. tetapi teriakan tersebut tak membuahkan hasil karena mereka di jalanan yang sangat sepi dan tidak ada yang berani untuk menyelamatkan mereka.


Beberapa orang yang lewat hanya mengacuhkan nya saja karena tahu jika berurusan dengan para penculik tersebut nyawa mereka melayang.


para penculik tersebut menarik tangan Andin dan andini. Seketika mata Andin dan Andini ketakutan karena ada mobil yang menepi di sisi mereka. 'tamatlah riwayat kami,,hiks pasti itu ketua para penculik ini' batin Andin dan andini ketakutan.


Dari mobil tersebut keluar lah seorang wanita cantik dengan memakai hijab. "siapa kamu?" tanya para penculik tersebut.


"lepaskan mereka atau akan ku pastikan kaki dan tangan kalian tidak bisa di gunakan" ujar wanita tersebut dengan nada dingin nya.


"hahaha lumayan bos buat dijadiin imun kita" usul salah satu penculik dan di angguki yang lain. mereka pun tertawa.


Para penculik tersebut mendekati wanita tersebut dan hendak memeganya. Akan tetapi belum penculik itu memegang wanita tersebut dia sudah mendapatkan pukulan.


**Brugh


Brugh**


Setelah 10 menit para penculik itu terkapar tak berdaya. Wanita itu pun menghampiri Andin dan Andini dan mengsejajarkan tinggi tubuhnya. "kalian tidak perlu takut kakak orang baik kok" ramah wanita itu.


"i-iya kak,,nama ku Andini dan ini kakakku Andin" tutur Andini sambil mengenal kan diri.


wanita itu pun tersenyum dan mengusap kepala Andini dan Andin dengan penuh kasih sayang. "nama kakak vliara kalian bisa memanggil kakak dengan panggilan kak Ara" ucap Ara membalas perkenalan Andini dan Andin.


"terimakasih sudah menolong kami kak" ucap Andini dan Andin sambil memeluk Ara. Ara pun dengan senang hati membalas pelukannya. setelah beberapa detik berpelukan Ara pun melepaskan pelukannya.


Ara menatap dua anak kecil yang berusia 8 tahunan itu. "rumah kalian dimana? mari kakak antar" ajak Ara.


"rumah kami di perumahan elite dekat sini kak,,kami orang kaya loh" jawab Andini sambil menyombongkan diri.


"huft terserah kalian deh,,kakak mah capek" tutur Ara.


"kakak hebat banget kayak wortelman loh kak" celetuk andini sedangkan Ara mengerutkan keningnya.


"iya kak kayak wortelman,,kakak hebat banget apalagi waktu nyerang para penculik itu" tutur Andin sambil menunjuk ke arah para penculik yang pingsan akibat pukulan Ara.


"wondermomen kali twin" ucap Ara sambil menepuk jidatnya. twins a pun tertawa renyah karena mereka salah mengucapkan.


Ara pun mengajak mereka untuk pulang ke rumah mereka,,di sepanjang perjalanan mereka tertawa ria begitu pun Ara. setelah beberapa menit di perjalanan Ara telah sampai di sebuah mansion. security yang melihat nona muda mereka di dalam mobil pun membukakan kan gerbang untuk Ara.

__ADS_1


"ya Allah nak kamu darimana aja? ada yang luka ga?" tanya mommy Vian yang khawatir dengan anaknya.


twins A pun menggelengkan kepalanya. sedangkan mommy Vian menghembuskan nafas kasarnya.


"siapa dia?" tanya mommy Vian sambil menunjuk ke arah Ara.


"dia kakak yang menolong kami dari penculik mom" tutur Andini dan menceritakan kejadian tadi. mommy Vian pun terharu karena dia tidak menyangka masih ada orang baik di dunia ini.


"terimakasih nak" tutur mommy Vian sambil memeluk Ara. Ara membalas pelukannya dengan senang hati. setelah beberapa detik kemudian pelukannya terlepas.


"ayo masuk dulu,,eh bentar aku lupa ngabarin kakak nya twin klo twins udah pulang" tutur mommy Vian dan mengambil ponsel yang berada di sakunya. ia menelpon kakaknya twins dan memasukkan nya kembali ke dalam saku.


"ayo masuk nak" tutur mommy Vian. Ara pun mengangguk dan melupakan meetingnya sebentar. Beberapa menit kemudian ponsel Ara berdering dan ia meminta izin mengangkat telpon itu. setelah mendapatkan izin Ara pun beranjak pergi dari sana.


beberapa menit kemudian Axel datang dan menghampiri mommy dan adiknya. "Dasar anak nakal sudah dibilang jangan main jauh jauh masih aja ngeyel" tutur Axel sambil berkacak pinggang.


mommy Vian pun menenangkan Axel dan menceritakan tentang kejadiannya. "lalu dimana wanita itu?" tanya Axel.


kemudian datang lah Ara. mommy Vian menunjuk ke arah Ara sambil tersenyum. Axel pun menoleh ke arah yang ditunjuk sang mommy. seketika matanya membulat karena melihat Ara lah yang diceritakan ibunya.


"Ara" pekik Axel kaget.


"eh ada mas calmi,,ngapain dirumah orang Bambang?" tanya Ara dengan santainya.


"nyeh ini rumah gue Juleha.. tapi untung calbin gue dah tau rumah ini. jadikan besok gue ga usah jemput lu" tutur Axel. Ara pun berdehem menetralkan emosinya.


"kalian sudah kenal?" tanya mommy Vian menengahi perdebatan Ara dan Axel. Ara dan Axel pun mengangguk.


"ini calon menantu mu mom" tutur Axel mengenal kan Ara.


"wah dunia itu sangat sempit ya" ujar Andini dengan nada drama nya.


"mohon maaf Tante,,Axel dan twins a saya mau pamit karena ada urusan" pamit Ara


"loh mau kemana? sini kenalan ma calmer dulu.. emang kamu ada urusan apa sih?" tanya Axel yang tak terima di tinggal Ara.


Biasalah namanya juga mau nikah jadi ga rela ditinggal 🤣


"ya sudah,, tapi nanti malam kesini lagi yaa kita makan malem bersama" tutur mommy Vian dan Ara pun mengangguk dan kembali pamit.


Ara keluar dari mansion anata dan pergi ke perusahaan GN dengan kecepatan lumayan tinggi. Ara sangat terburu-buru dan langsung keluar dari mobil sport miliknya dan menyerahkan kunci pada satpam untuk di parkiran. Dia berlari ke ruang meeting. Setelah Ara datang meeting pun dimulai.


...----------------...


hai readers semua,,apa kabar? semoga sehat yaa. Hari ini author up lagi semoga kalian suka yaa. tinggalin jejak like dan komen kalian yaa.. Terus ikutin cerita Istriku ternyata seorang CEO yaa,,dahh..👋👋

__ADS_1


__ADS_2