
Jam alarm pun berbunyi. Ara yang enggan membuka matanya pun terpaksa membuka matanya. Dilihatnya wajah polos Axel. Setelah cukup puas memandangi wajah Axel Ara pun beranjak mandi besar dan wudhu. Karena waktu shubuh akan segera berakhir Ara pun membangunkan Axel untuk shalat.
Mereka berdua pun shalat berjamaah. Setelah shalat Axel langsung memutuskan untuk tidur kembali sedangkan Ara ia memutuskan untuk membereskan rumah dan mengecek keadaan bi Imas.
Setelah membereskan rumah dan mengecek keadaan bi Imas Ara pun langsung memasak sarapan yaitu sandwich dan susu hangat. Setelah sarapan terhidang Ara pun langsung bersiap pergi ke kantor dan membangunkan Axel.
Skip
Ara dan Axel datang terlambat ke kantor. Mereka berdua berjalan dengan santai menuju ruangan mereka. Setibanya mereka disana Ara langsung membuka laptopnya dan mengerjakan tugasnya begitu juga dengan Axel. Setelah berkutat dengan pekerjaan di Perusahaan Anata,, Ara pun langsung mengerjakan pekerjaan perusahaan GN.
"Ra kamu tau ga ini gimana?" tanya Axel yang kebingungan.
Ara pun mendekat dan mengajari caranya.
"ohh gitu makasih yank" ucap Axel dan Ara pun tersenyum.
"Uhh gemes deh klo senyum" ujar Axel sambil mencubit pipi chubby Ara.
"Sakit beb" ucap Ara
"utu utu sini deh biar ga sakit" pinta Axel dan Ara pun mendekat kan wajahnya.
cup
"ihh nyari kesempatan kamu mah" kesal Ara pada Axel karena mencium pipinya dengan alasan biar ga sakit.
"hehehe biarin orang udah sah ini" ucap Axel.
Ara pun tersenyum dan duduk di kursinya lagi.
"Eh yank kata kamu perusahaan nya keluarga kak Sena bakal bangkrut ya?" tanya Axel dan Ara pun mengangguk.
"iya liat aja berita yang lagi trend di ponselmu" balas Ara dengan santainya sambil fokus ke Ara laptop.
Karena penasaran Axel pun membuka situs internet dan ternyata benar perusahaan Ananda jaya sekarang sudah bangkrut.
"Kok bisa sih yank?" tanya Axel yang penasaran.
"Rahasia dong,,ga boleh di kasih tau ke siapa-siapa termasuk suami sendiri hehehe" balas Ara sambil cengengesan.
"Nyeh terserah deh" ujar Axel dan kembali berkutat dengan laptop miliknya.
__ADS_1
Flashback on
Pada saat di kamar mandi,, Ara menelpon seseorang. Sebenarnya Ara tidak ingin menggunakan kekuasaan nya akan tetapi jika tidak maka kedua perusahaan milik orang yang sangat Ara sayang akan bangkrut,,maka mau tak mau Ara harus menghancurkan perusahaan itu.
"Halo Bu ada apa?" tanya seseorang yang berada di sebrang.
"Saya ingin kamu menghancurkan perusahaan Ananda jaya" perintah Ara kepada asisten nya.
"Really bos? wah makasih ya bos udah mau ngasih tugas kayak gini,,saya sudah nunggu dari lama loh bos" jawab asisten itu yang tak lain adalah Rendy asisten kepercayaan Ara.
"Hmm,,oh ya ren saya ingin kamu kembali kenama awal kamu jangan mengikuti kakak ku karena kamu selalu membuat ku bingung" ujar Ara yang malas karena sekertaris nya terlalu nge-fans dengan kakaknya.
"Hehehe maaf ya bos.. ya sudah bos boleh panggil saya rey" ucap Rey.
Sebenarnya nama asisten Ara adalah Rey Nugraha Dynatta dan sering dipanggil Rendy karena nama singkatnya.
"Hmm cepat lakukan tugas yang baru ku berikan" titah Ara dan langsung menutup telponnya.
Flashback off
Saat Ara dan Axel tengah serius bekerja ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
tok tok tok
ceklek
"Maaf pak ada yang ingin menemui ibu Ara" lapor resepsionis itu sambil menunduk.
"Izin kan dia masuk" jawab Ara dan di angguki resepsionis itu.
Resepsionis itu pun pamit dan memanggil orang yang ingin bertemu dengan Ara. Orang itu langsung menghampiri Ara dan menamparnya.
Plak
"Apa yang kamu lakukan hah? Lihat sekarang keluarga ku sudah hancur gara-gara mu" amuk orang itu yang tak lain adalah Sena.
"Hmm,,itu bukan urusan ku" ketus Ara dan kembali fokus pada laptopnya.
"Lihat saja lambat laun aku akan menghancurkan keluarga mu" teriak Sena dan langsung pergi dari ruangan Axel dan Ara.
'jika bukan kamu yang memulai maka aku tidak akan menghancurkan mu,,ini demi kebaikan semuanya maaf kan aku kak sena' batin Ara
__ADS_1
...****************...
Jam makan siang pun tiba. Kini Axel dan Ara sedang di jalan menuju mansion Leonard karena undangan dari ayah arka.
29 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion Leonard. Ara dan Axel turun berbarengan. Mereka berdua pun menekan bel dan tak lama pintu di buka oleh Dika.
"Kakak" pekik Dika girang dan langsung memeluk Ara.
Ara pun membalas pelukan Dika dengan senang hati. Dika yang merasa dia di tatap oleh kakak iparnya pun langsung tersenyum.
"Maaf hehehe,,jangan cemburu ya kak" goda Dika
"hmm,,ayo masuk" ajak Axel dan langsung merangkul pinggang ramping Ara dengan posesif nya.
Mereka bertiga pun melangkahkan kakinya ke ruang makan dan terlihat semua orang sedang duduk di kursinya masing-masing. Namun pandangan Ara terus menatap kepada nenek nya yang tertidur di meja tidak seperti biasanya.
Ara pun menghampiri neneknya dan berusaha membangunkan neneknya dengan pelan. Tapi saat di guncang tubuh nenek Ara langsung ambruk.
"Nenek,,hiks nenek kenapa bangun nek" ucap Ara sambil menggoyangkan tubuh neneknya.
Semua orang pun langsung panik. Rendy dan Axel pun dengan cepat memeriksa keadaan nenek Ara. Rendy dan Axel saling pandang dan menggelengkan kepalanya.
Tangis Ara langsung pecah ketika ia harus kehilangan sosok ibu untuknya. Kakek Ara pun tak kalah histeris nya dengan Ara.
"Kakek ingin nenek mu di makamkan di Bandung,,dan jika kakek menyusulnya maka kakek minta untuk memakamkan kakek di samping nenek kalian" pinta kakek Ara di sela-sela tangisnya.
Ara pun mengangguk. Siang itu pun semua orang langsung pergi ke Bandung dan memakamkan nenek Ara di Bandung sesuai permintaan sang kakek.
Ketika pemakaman kakek Ara ambruk pingsan dan di nyatakan meninggal karena penyakit jantung. Ara begitu histeris ketika kehilangan sosok kedua orang tuanya. Dika pun tak kalah histeris nya dengan Ara.
Mereka berdua dan Axel pun memutuskan untuk menginap di rumah peninggalan kakek dan neneknya. Sedangkan yang lain mereka pulang dahulu ke Jakarta karena memiliki urusan.
"Paman i-ibu kemana?" tanya Ara pada pamannya yang sedang menangis dengan tatapan kosong.
"Ibu mu tidak mau melihat pemakaman nenek dan kakek mu. Ibu mu sudah tak peduli lagi pada mereka hiks" ucap paman Ara sendu.
Ara yang mendengar itupun langsung menangis lagi di pelukan Axel. Axel yang tak tega dengan kondisi Ara pun langsung membopongnya ke kamar. Karena lelah menangis Ara pun langsung terlelap di pelukan Axel.
Dika pun di tenangkan oleh bibi dan paman nya. Setelah tenang mereka semua pun tertidur karena lelah menangis.
...----------------...
__ADS_1
...Hiks Ara yang sabar ya Dede juga ikutan sedih hiks.. ...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️