
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di mansion Anata. Ara dan Axel berjalan beriringan masuk ke dalam.
"Assalamualaikum" salam Ara dan Axel.
"Waalaikumsalam" sahut mereka semua yang mendengar salam dari Ara dan Axel.
"Kakak cantik" teriak dua anak yang tak lain adalah Andin dan Andini.
"Hai girls" sapa Ara pada adik iparnya itu.
"Kakak apa kabar?" tanya Andin
"ih perut kakak buncit jarang olahraga yaa" celetuk Andini.
"Ngga de,,di dalem perut kakak itu ada bayinya makanya buncit" ujar Ara sambil mengelus-elus perutnya.
"Oh gitu ya kak"
Mommy Vian menghampiri Ara dan menarik tangan Ara ke suatu tempat. Ara hanya pasrah saat tangannya di tarik
"My istri kakak mo di bawa kemana?" tanya Axel.
"Dibawa kabur" sahut mommy Vian dengan nada setengah berteriak.
Mommy Vian membawa Ara menuju kamarnya. Disana sudah ada ayah allan yang menunggu mereka. Mommy Vian mengunci pintu kamarnya dan duduk di samping Ara.
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu?" tanya mommy Vian.
__ADS_1
"Ya gitu deh mom,,di satu sisi gak mungkin anak ku hidup tanpa ayah di sisi lain ada adiknya bright jadi bingung aku" jawab Ara jujur.
"Jika Axel selingkuh apa kamu mau memaafkannya?" tanya ayah allan pada Ara.
"Tidak yah,, meskipun aku memaafkannya kini tapi belum tahu nanti" jawab Ara
"Hmm baiklah kami akan membantu jika suatu saat kamu ada masalah" ujar mommy Vian.
"Eh ya bagaimana caranya kamu bisa membangun perusahaan GN grup padahal kamu sekertaris nya Arka?" tanya ayah allan yang penasaran.
"Perusahaan di urus sama adek-adek Ara yang lain yah" balas Ara.
"Sungguh kamu menantu yang hebat nak" puji mommy Vian.
"Makasih mom" balas Ara yang tersipu malu.
Ayah allan dan mommy Vian mereka berdua mencari anak-anaknya yang masih balita sedangkan Ara langsung duduk di sofa ruang keluarga.
"Yank" panggil Axel.
Ara mendongak ke arah Axel dan memincingkan matanya. "Kenapa?" tanya Ara pada Axel.
"Bikinin ayam kecap saus strawberry dong" pinta Axel.
"Ke bibi aja beb" balas Ara yang sebenarnya sedang agak letih.
"Ga mau bibi yang bikin,, maunya kamu yang bikin" ujar Axel dengan tatapan memelas.
__ADS_1
"Hmm baiklah" ucap Ara dan beranjak pergi ke dapur.
Ara langsung berkutat dan mengambil bahan-bahan untuk memasak dan memasak ayam kecap saus strawberry.
Setelah 30 menit berlalu akhirnya ayam kecap saus strawberry yang di buat asal-asalan pun jadi. Ara menghidangkan makanan itu di atas meja.
Dengan semangat 45 Axel memakan ayam itu dengan lahapnya padahal Ara merasa ingin muntah karena rasanya yang sangat tak enak.
"Gimana rasanya?" tanya Ara pada Axel yang tengah menikmati ayam itu.
"Super enak" jawab Axel sambil mengacungkan jempol nya.
'apa gara-gara tadi aku bawa dia ke rumah sakit jiwa ya jadi otaknya miring gini.. Hiii ngeri' batin Ara bergidik ngeri
"Mau ga yank?" tawar Axel sambil menyodorkan ayamnya.
"Gak,,aku masih kenyang" jawab Ara yang memang tak mau mencicipi nya. Baunya saja sudah tak sedap apalagi rasanya Ara ga kebayang untuk memakan itu.
"Aku mau tidur dulu" ujar Ara beranjak pergi ke kamar.
"Oke nanti aku nyusul" balas Axel dan meneruskan makannya.
Ara mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju kamar Axel. Ara menghempaskan tubuhnya dan terlelap sambil memeluk bantal.
Beberapa saat kemudian benar saja Axel datang ke kamarnya dan ikut berbaring bersama Ara. Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak hingga pagi.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️