
Setelah beberapa menit kemudian Axel menghampiri Ara di ruangan milik Axel.
"Yank" panggil Axel pada Ara yang tengah mengutak-atik ponselnya.
Ara menoleh sebentar dan kembali fokus pada ponselnya. "Apa yank?" sahut Ara.
"Kamu kapan ke Amerika nya?" tanya Axel pada Ara.
Meski Axel tak terima jika harus LDR-an dengan Ara akan tetapi dirinya juga tidak boleh egois karena Ara ke Amerika untuk menyelamatkan perusahaan milik keluarga angkatnya.
"Nanti malam yank" jawab Ara..
"Oh,,ya udah aku mau praktek dulu yaa.. jangan kemana-mana oke" ingat Axel.
"Asiaaap" sahut Ara
Axel pun berjalan menuju UGD dan membantu dokter-dokter yang tengah kerepotan mengurus orang-orang yang kecelakaan.
Sedangkan ara dia sedang video call dengan adik angkatnya.
"Jadi kakak akan mengurus perusahaan kita yang di Amerika bersama asri dan Arya kembali ke Inggris bersama Andre sedangkan angkasa dan Rendy mengurus perusahaan pusat yang di Indonesia oke" ujar Ara panjang lebar.
"Oke kak" sahut semua orang di sebrang.
Akhirnya meeting dadakan mereka pun selesai. Ara memijit pelipisnya yang pusing karena masalah beberapa perusahaan.
Drrrrt drrrrt
tiba-tiba ponsel Ara kembali berdering. Ara mengangkat panggilan itu.
"Temuilah aku besok di Amerika jika ingin ibu mu selamat" titah orang yang di sebrang dan memutuskan sambungan nya secara sepihak.
"Daddy" gumam Ara yang tahu dengan suara khas ayah tirinya.
Ara menyandarkan kepalanya di kursi kebesaran milik Axel dan memejamkan matanya hingga terlelap.
Sore harinya Axel kembali ke ruangannya dan mendapati istrinya yang tengah tertidur. Axel menepuk pipi Ara dengan perlahan membuat sang empunya terbangun.
"Hoaaaam,,udah sore ya" ucap Ara sambil mengucek matanya.
__ADS_1
"Iya ayo pulang dan siapin barang-barang kamu yang harus di bawa" ajak Axel.
Ara mengangguk dan beranjak. Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran mobil dan masuk kedalam mobil sport milik Ara.
Axel melajukan mobil itu menuju rumah nya. Selang 39 menit mobil itu pun sampai di halaman rumah Axel.
Axel membukakan pintu untuk Ara dan mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Ara menyambut tangan Axel dan mereka pun masuk dengan bergandengan tangan.
"Bi Imas" panggil Ara dengan nada berteriak.
"Berisik tau neng" ujar Axel.
"Hehehe sorry" ujar Ara sambil cengengesan.
Tak berselang lama bi Imas pun datang dengan tergopoh-gopoh.
"Selamat datang non tuan" sapa bi Imas.
"Gimana koper saya bi? udah siap?" tanya Ara pada bi Imas.
"Udah kok non,,bisa non cek" ujar bi Imas.
Bi Imas pun mengangguk dan kembali ke kamarnya. Sedangkan Ara dan Axel langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri.
...****************...
Malam harinya di bandara.
"Hati-hati ya yank jangan telat makan,,jaga mata juga loh" peringatan Axel.
"Iya sayank" ucap Ara.
Axel pun memeluk Ara sebagai tanda perpisahan. Jika tidak mengurus perusahaan Anata mungkin Axel akan ikut dengan Ara akan tetapi ini sebaliknya jadi Axel tidak bisa ikut bersama Ara ke Amerika.
Ara melepaskan pelukan itu dan menatap Axel dalam-dalam.
"Kamu juga harus jaga mata loh yank" ujar Ara.
Axel mengangguk dengan mantapnya. "Berapa lama kamu disana?" tanya Axel pada Ara.
__ADS_1
"Tergantung,, mungkin 3 Minggu Ampe 3 bulanan" jawab Ara apa adanya sesuai perkiraan dirinya.
"Lama amat,,nanti aku minta izin ke ayah deh buat pergi ke Amerika" ujar Axel.
"Terserah kamu" ucap Ara.
"Ya udah aku berangkat dulu yaa,,kasian pilotnya udah nunggu hehehe" pamit Ara.
"Ya udah dahh"
"dahh"
Ara pun berjalan bersama asri dan masuk ke dalam pesawat miliknya. Ara melambaikan tangannya di jendela dan di balas oleh lambaian tangan Axel.
Pesawat itu pun lepas landas dan Axel pun kembali ke mansion Anata karena di rumahnya sedang tidak ada siapa-siapa.
...****************...
Di mansion Leonard.
"Yah cepat sembuh yaaa" ucap Dika disamping ayah arka yang sedang berbaring.
Ayah arka mengangguk kecil sambil berusaha tersenyum. Ibu glaudi menghampiri Dika dan ayah arka sambil membawa semangkuk bubur.
"Dika makan dulu gih sama kak aulia dan kak Aiden" titah ibu glaudi pada Dika. Dika pun mengangguk dan berjalan menuju meja makan.
Jika ditanya mengapa ada Aiden dan Aulia di mansion Leonard malem-malem gini? jawabannya adalah karena Aulia sedang di tinggal ayahnya keluar negeri dan Aiden karena dirinya malas tinggal sendirian di apartemen.
"Malem kak" sapa Dika setelah duduk di kursinya.
"Malem dik" jawab Aiden dan Aulia.
"Ya udah ayo makan" ajak Dika pada kedua kakaknya itu.
Mereka bertiga pun makan bersama sedangkan ibu glaudi nanti menyusul setelah menyuapi ayah arka.
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️
__ADS_1