
Di Amerika…
tok tok tok
Ara yang mendengar suara ketukan pintu pun langsung membuka matanya secara paksa dan beranjak untuk membukakan pintu.
ceklek
"Maaf menganggu tidur nona tapi di bawah ada sekertaris tuan leonard dan asisten nona" lapor pelayan itu.
"Saya akan kebawah setelah mandi" ujar Ara dengan nada khas bangun tidur miliknya.
"Baik non saya permisi" pamit sang pelayan.
Ara mengangguk dan menutup pintu kamarnya. Ara beranjak mandi hingga 30 menit kemudian Ara telah berpakaian rapi.
Ara berjalan menuju lift dan turun ke bawah untuk menemui sekertaris ayah arka yang bernama Akmal rechal.
"Selamat pagi nona" sapa akmal dan asri.
"Juga" balas Ara.
"Bisa kita berangkat sekarang non?" tanya Akmal.
"Bisa" jawab Ara singkat.
"Eh iya asri tolong belikan saya beef terlebih dahulu sebelum kamu ke perusahaan" titah Ara pada asri.
"Baik nona" ucap asri patuh.
Ara dan Akmal menuju perusahaan pusat Leonard menggunakan mobil sport milik Ara sedang asri pergi mencari beef dulu menggunakan mobil ya di bawanya.
Setelah sampai di perusahaan Leonard,,Ara langsung di suguhkan beberapa tumpuk berkas yang menjulang tinggi. Ara dan Akmal bekerja sama menyelesaikan berkas itu dan tak lama asri pun datang.
Ara beristirahat sejenak untuk mengisi perutnya sedang asri dia sudah berkutat dengan laptop bersama Akmal.
"Sepertinya kalian pasangan yang cocok" celetuk Ara yang masih memakan beef nya.
Asri dan Akmal saling pandang dan tatapan mereka pun terkunci hingga beberapa saat. Ketika asri sadar dengan tatapan itu pun langsung memalingkan wajahnya.
"Benar-benar cocok" ujar Ara sambil meneruskan makannya.
"Mana ada nyonya,,saya dan tuan Akmal tidak mungkin cocok karena beda derajat nyonya" balas asri merendahkan diri.
"Hmm derajat tidaklah penting,, buktinya aku menikah dengan Axel dan menerima dirinya dengan apa adanya" jawab Ara seadanya.
__ADS_1
"Benar apa kata nyonya,,cinta itu tak memandang status melainkan memandang ketulusan" timpal Akmal.
"Ya benar kata kamu,,tapi cinta juga harus di takar bersama logika agar tidak terjebak" ucap Ara.
"Maksud nyonya gimana?" tanya Akmal yang tak mengerti.
"Boleh saja mencintai akan tetapi kita harus mencari tahu latar belakang mereka dan juga kita harus berjaga-jaga jangan sampai karena cinta itu kita kehilangan segalanya" jelas Ara cukup panjang bila di dengar Akmal dan asri.
"Saya mengerti nyonya" ujar asri dan Akmal serempak.
"Baiklah ayo lanjutkan kerjanya" ujar Ara yang langsung memainkan laptopnya.
Asri dan Akmal mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda akibat pembicaraan tentang cinta.
...****************...
Di Indonesia tepatnya di perusahaan anak cabang milik keluarga Aiden.
Brak
Pintu dibuka kasar oleh seorang gadis cantik berambut panjang dengan mata sembabnya. Gadis itu berhambur ke pelukan Aiden.
Para satpam yang mengejar gadis itu pun menunduk karena mereka merasa telah lalai melakukan tugasnya.
Aiden membalas pelukan gadis itu hingga isak tangisnya berhenti. Gadis itu melepaskan pelukannya perlahan-lahan dan menatap Aiden dalam-dalam.
"Mereka jahat ga bolehin Aulia masuk ke perusahaan kakak" adu Aulia sambil menunjuk satpam yang mengejarnya.
"M-maaf tuan muda tapi nona ini bilang tidak memiliki janji dengan anda" ucap salah satu satpam di angguki yang lain.
"Hm pergilah dia kekasih saya,,jika dia kemari lagi persilahkan dia masuk" ujar Aiden.
Aulia terkejut bukan main mendengar ucapan Aiden dan menatap Aiden dalam-dalam untuk menemukan tatapan cinta padanya ada atau tidak.
Para satpam itu terkejut dan meminta maaf..Setelah Aiden dan Aulia memaafkan mereka,, mereka pun pamit pergi.
"Kak maksud kakak apa?" tanya Aulia yang masih penasaran dengan maksud ucapan Aiden.
"Tidak apa-apa" jawab Aiden
"Jujur kak" titah Aulia.
"Hmm kakak cuman asal ngucap doang kok" bohong Aiden.
Aulia mengangguk dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan Aiden.
__ADS_1
"Kakak kapan pulangnya?" tanya Aulia yang ingin mengajak Aiden pergi berduaan.
"Sebentar lagi" jawab Aiden tanpa menolehkan wajahnya dari depan laptop.
"Aul tungguin yaa,,terus nanti kita main ya kak" ucap Aulia.
Aiden mendongak sebentar dan memberikan jawabannya lewat jarinya.
...****************...
Di perusahaan Anata
"Akhirnya udah beres" ucap Axel sambil merenggangkan otot tangannya yang terasa kebas.
"Hm Ara lagi apa ya?" tanya Axel pada dirinya sendiri.
Axel mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan menghubungi Ara dengan panggilan video call. Setelah beberapa saat akhirnya wajah yang di rindukan oleh Axel terpampang di layar ponselnya.
"Hai sayang" sapa Ara pada Axel.
"Hai juga yank" balas Axel dengan senyuman manisnya.
"Lagi apa yang?" tanya Axel pada Ara.
Ara pun mengarahkan ponselnya pada beberapa dokumen serta asri dan Akmal yang masih sibuk pada laptopnya.
"Masih sibuk ya yank?" tanya Axel kembali.
Ara mengangguk kecil dan tersenyum manis. "Masih yank,, kemungkinan bakal susah mulihin perusahaan" tutur Ara memberi tahu Axel mengenai perkiraan nya.
"Yah bakal pulang lama dong" lesu Axel yang membuat Ara terkekeh.
"Iya yank kemungkinan besar" ujar Ara.
"Maaf nyonya sebentar lagi akan ada meeting bersama perusahaan lain" lapor Akmal membuat Ara menoleh sebentar dan kembali melihat pada ponselnya.
"Udah dulu yank ada meeting nih,, bye" pamit Ara.
"Bye"
Setelah mengucapkan itu panggilan video itu pun berakhir. Axel berdiri dan akan beranjak akan pulang. Ketika akan membuka pintu Axel di kaget kan oleh kedua manusia yang minim akhlak. Beruntung Axel tidak jantungan.
"Jalan bareng yok" ajak Aiden.
"Ngikut" ucap Axel
__ADS_1
Aiden mengangguk dan mereka bertiga pun jalan-jalan sejenak untuk menghilangkannya penat karena kelamaan bekerja.