Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 23


__ADS_3

Hari telah berganti,,kini hari pertama Ara bekerja di perusahaan Anata. Ara bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan begitu juga dengan Axel.


Sekitar 39 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di Perusahaan Anata. Mereka berdua berjalan di perusahaan Anata sambil bergandengan tangan. Beberapa karyawan yang mengetahui bahwa Axel adalah anak presidir pun menyapa mereka.


Ara dan Axel menaiki lift khusus ke lantai 39. Ara tampak santai saja sedangkan Axel tangannya bergetar. Ara yang menyadari itu pun menggenggam tangan Axel.


"Tenang ada diriku kok yank" ucap Ara menenangkan Axel.


Axel pun mengangguk. tak lama pintu lift pun terbuka. Mereka berjalan beriringan menuju ruangan ayah allan. Setelah sampai di depan pintu ruangan Ara pun segera mengetuk pintu.


tok tok tok


"masuk" sahut orang yang di dalam.


Ara pun membuka pintunya.


ceklek


Ara dan Axel pun masuk ke dalam ruangan presidir.


"Hai ayah" sapa Ara dan Axel


"Axel.. bukannya kamu melanjutkan profesi mu jadi dokter? kenapa kemari?" tanya ayah allan yang tidak mengerti dengan Axel.


"Eumm gini...." jawab Axel yang terpotong oleh Ara.


"Dia ingin belajar menjadi CEO ayah,, boleh kan kami bekerja bersama?" tanya Ara dan ayah allan pun mengangguk.


"Syukurlah Axel mau ikut kerja" tutur ayah allan.


Ayah allan pun bangkit dan memberi tahu kan di mana ruangan Ara dan Axel. Setelah mengantarkan mereka ayah allan pun kembali ke ruangannya. Ara duduk di meja nya dan membuka laptopnya.


tok tok tok


"Masuk" sahut Ara


ceklek


Tampil seorang perempuan dengan pakaian yang sangat seksi. Ara menatap perempuan itu kemudian melirik Axel. Axel saat ini tengah duduk sambil menatap ponselnya.


"Ada apa?" tanya Ara


"Ini Bu ada beberapa dokumen yang harus ibu kerjakan" ucap perempuan itu.


"Simpan di meja dekat sofa dan kamu boleh pergi" titah Ara. Perempuan itu pun mengangguk dan pamit untuk kembali.


Setelah perempuan itu pergi Ara pun beranjak membawa laptop nya dan duduk di sofa. "Axel kemarilah" titah Ara sambil menepuk sofa di sampingnya.


Axel pun beranjak dan duduk di sofa yang di tunjuk Ara. Ara menjelaskan kepada Axel tentang cara mengerjakan dokumen itu. Meski sulit perlahan-lahan Axel pun mengerti.


"Uhh berasa jadi guru TK aja" keluh Ara sambil merenggangkan otot tangannya.

__ADS_1


Axel pun terkekeh. "Ngga apa-apa dong sekalian ngehabisin waktu sama suami" ucap Axel kemudian melanjutkan pekerjaannya.


"hmm iya deh,,kamu kerjain itu dulu yaa ntar aku cek. aku mau ngecek dokumen lain dulu" ujar Ara


"Siap Bu bos" ucap Axel sambil meletakkan tangan nya di kepala.


"Hahaha aku berasa jadi bendera aja di hormati" ucap Ara tertawa.


"hahaha" seketika tawa mereka pecah di ruangan itu. Ara pun menghentikan tawanya dan mulai memeriksa dokumen perusahaan GN grup.


Untuk Ara mengerjakan dokumen GN grup itu hanya sebentar karena Ara adalah tipe orang teliti. Setelah 3 jam lebih mengerjakan dokumen GN grup akhirnya selesai juga. Ara pun beralih memeriksa dokumen perusahaan anata dan pekerjaan Axel.


Setelah cukup,, Ara pun mengajak Axel untuk makan siang di luar. "Yank ayo makan siang di luar" ajak Ara pada Axel. Axel pun mengangguk dan berdiri.


"Ya mbull ayo" ucap Axel sambil mengambil tangan Ara untuk di gandeng.


Mereka berdua pun berjalan menuju arah restauran terdekat di depan perusahaan. Setibanya di sana Ara langsung memesan makanan untuk nya dan Axel.


Setelah pesan Ara pun menoleh ke arah meja lain. Ternyata ada sahabat nya yang menghilang. Ara pun berdiri dan izin ke Axel untuk menghampiri meja itu.


"Hai" ucap Ara menepuk pundak sahabatnya itu.


"Hai juga,,siapa yaa?" tanya sahabat Ara


"Masa lupa sih bian ini aku lia" ucap Ara


Mata bian pun membulat,,bian segera berdiri dan menghambur ke dalam pelukan Ara. Tangis Bianca seketika pecah di pelukan sahabatnya itu.


"Aku di usir sama Abang ku,,bahkan hiks ayah ku juga ga peduli sama aku.. aku hiks di kasih uang buat tinggal disini hiks sama abangku.. kata Abang hiks klo aku ga pergi aku bakal di jual sama ibu tiri ku hiks" ucap Bianca di sela-sela tangisnya.


"Ayo ke meja sana dulu yuk" ajak Ara dan Bianca pun mengangguk.


Mereka berdua duduk di meja itu. Ara pun menambahkan pesanan makanannya untuk Bianca. sedangkan Axel dia bingung karena tidak tahu siapa yang berada di samping Ara dan kenapa memanggil istrinya dengan panggilan Lia.


"Yank siapa dia? terus kenapa manggil kamu pake nama lia?" tanya Axel pada Ara.


"Dia temen ku yang sama nasibnya kayak aku,,dan untuk panggilan Lia itu karena nama aku VLIARA" jelas Ara


"ohh jadi kalo dipanggil vlia juga boleh yaa" izin Axel dan Ara pun mengangguk.


"terserah asalkan jangan vila aja" ucap Ara.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Semua menikmati makanan itu. Setelah 5 menit kemudian perut mereka sudah terisi.


"Lia jadi berapa total makanan ku?" tanya Bianca.


Ara pun tersenyum. "Tenang aku yang bayar,,hari ini aku traktir oke. jangan cemas pasal uang" jawab Ara menenangkan Bianca.


Bianca pun terharu dan memeluk Ara. "Uhh thanks you babby,,kamu selalu membantu ku" ucap Bianca sambil memeluk Ara.


"Ekhem harap atur tangannya jangan sampe meluk istri orang" sindir Axel yang merasa tidak dianggap ada oleh mereka.

__ADS_1


"hehehe sorry,, aku bahagia banget ketemu sahabat ku yang satu ini" ucap Bianca sambil cengengesan


Axel pun memutar bola matanya. "Yank yuk balik ke kantor" ajak Axel.


Ara pun mengangguk dan menatap ke arah Bianca. "Bian kasih no WhatsApp nya dong" pinta Ara.


Bian pun menyodorkan ponselnya. Ara pun menulis no itu di ponselnya. "Okey thanks ntar kamu ke alamat yg ku kirim aja,,aku bakal kasih kamu pekerjaan yang gaji nya lumayan lah" ujar Ara dan Bianca pun mengangguk.


"Ya udah aku pamit yaa,,dadah babby mwuaach" ucap Ara sambil memberikan kiss bye pada bian.


"Kondisikan dirimu sayang" ujar Axel cemburu


Mereka pun berjalan menuju perusahaan Anata dan kembali ke ruangannya. Setelah sampai di ruangannya Ara pun membuka ponselnya dan mengetikan sesuatu pada bian.


^^^Ara : ^^^


^^^pergilah ke jl. xxxxx no 001. dan bilang saja grance Leonard^^^


Bianca :


oke,,tapi kerjaannya apa ya Ra?


^^^Ara : ^^^


^^^Asisten rumah tangga mau?^^^


Bianca :


Boleh,,gaji nya berapa?


^^^Ara : ^^^


^^^10 juta,,gimana mau? disana cuman ada 11 pelayan^^^


Bianca :


oke dah gue langsung otw kesana yaa


^^^Ara : ^^^


^^^Jangan sampe jantungan Oky^^^


Bianca :


sipp👍


Setelah selesai chatingan dengan Bianca,,Ara pun fokus kembali mengajari Axel tentang dunia bisnis. Ara dan Axel bekerja dengan sangat baik hingga tak terasa waktu jam kerja sudah berakhir. Mereka pun pulang ke rumah mereka.


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2