
"Siapa ya?" tanya anak usia 13 tahunan itu.
Ara langsung memeluk anak itu dan menangis di pelukannya. "Apa kabar adik tuyul?" tanya Ara.
Anak itu pun membulatkan matanya. Dia mengingat hanya kakaknya saja yang memanggil dirinya dengan sebutan tuyul. "k-kakak? Apakah kau kakakku?" tanya anak itu sambil membalas pelukan sang kakak. Ara pun mengangguk dan memeluknya lebih erat.
Asri yang melihat itu pun terharu sampai tidak menyadari air matanya menetes. 'Akhirnya adik tuyul bisa berpelukan dengan kakak iblis lagi' batin asri.
Setelah beberapa menit pelukan itu pun terlepas."Dimana nenek?" tanya Ara sambil mengusap air matanya.
"Di dalam kak,,nenek sedang sakit hiks d-dia harus di operasi. t-tapi kakek tidak punya biaya nya hiks hiks" jawab Dika sambil menangis sesenggukan.
Ara pun segera masuk ke dalam dan bergegas ke kamar sang nenek. Ara begitu sedih melihat nenek yang biasanya tersenyum manis sekarang terbaring lemah sambil di suapi sang kakek. Ara pun mendekati kakek dan neneknya.
"Assalamualaikum" sapa Ara memberikan salam.
"waalaikumsalam siapa nya?" tanya sang kakek.
Ara pun meneteskan air matanya dan segera menghapusnya. "Abah ini Ara,,Abah udah lupa ya sama cucu pertama Abah?" tanya Ara.
Seketika kakek Ara menutup mulutnya dan segera berhampur ke pelukan Ara. "Ara kamu kamana wae? Abah neangan kamu sejak Abah apal kamu di usir" (Ara kamu kemana aja? kakek nyari kamu sejak tau kamu diusir) tanya sang kakek
"Huft Ara pergi ke Amerika pake bantuan beasiswa kakek,,si enin kenapa kek?" tanya Ara.
"si enin harus di operasi secepatnya Ra,,tapi biaya operasi nya melebihi harga rumah ini,,jadi kakek ngga bisa bayar. emang sama mamah kamu juga ngga peduli sama keadaan si enin" tutur kakek Ara sambil menangis.
Ara pun melihat keadaan sang nenek dan mengusap kepalanya. Ara terus saja meneteskan air matanya. "Kita ke rumah sakit sekarang,,asri kemari dan panggilkan ambulance" ajak Ara dan memerintahkan asri. Asri pun mengangguk dan memanggil kan ambulance rumah sakit GN HOSPITAL.
Beberapa menit pun berlalu,, sekarang Ara dan keluarga nya berada di rumah sakit. Nenek Ara akan di operasi besok dan sekarang sedang di rawat di ruang VVIP. Kakek Ara sangat ragu untuk perawatan neneknya. Dia pernah menanyakan berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi dan perawatan,, ternyata harga nya itu sangat mahal dan menyampai ratusan juta.
Tidak seperti sang kakek,, Ara malah menyantai di sofa. melihat sang kakek yang risau, Ara pun menghampiri nya dan mengelus tangan sang kakek. "ada apa kek?" tanya Ara.
__ADS_1
"Nak biaya ini pasti mahal jika kita menjual rumah pun biayanya tidak akan terbayar" lirik sang kakek sambil menunjuk.
Ara pun tersenyum dan menggenggam tanganku sang kakek. "Tenang kek biaya ini akan Ara yang tanggung,,kakek tenang saja yaa" tutur Ara menenangkan kakeknya. Sang kakek pun mengangguk.
Asri yang melihat itupun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.'Tuan tidak usah pikirin biaya,,beli seluruh rumah sakit aja nona Ara pasti ******sanggup******' batin asri.
Setelah kakeknya tenang Ara menyuruh sang kakek untuk tidur di ranjang yang berada di samping sang nenek. Meski awalnya kakek Ara menolak tetapi dengan sedikit paksaan dari Ara kakek nya pun mengangguk.
Setelah membenarkan selimut sang kakek dan nenek,, Ara pun menghampiri adiknya. "Kenapa belum tidur hmm? besok kan harus sekolah" ucap Ara dengan lembut.
Dika pun mendongak dan tersenyum kepada sang kakak. "Iya kak,, tapi tidur dimana?" tanya Dika dan Ara pun terkekeh karena lupa menyiapkan tempat untuk sang adik tidur.
"ayo ikut kakak ke suatu tempat" ajak Ara dan Dika pun hanya mengangguk.
Mereka berjalan menuju lift dan Ara pun menekan tombol 24. Beberapa saat kemudian pintu lift terbuka,,Ara pun berjalan sambil menggenggam tangan Dika. Asri yang terus mengekori bosnya itu mendengus sebal karena bosnya itu tidak menyadari keberadaan sang asisten.
Ara membukakan pintu sebuah kamar. Dan terlihat lah kamar yang mewah dan elegan. Ara pun masuk ke dalam. "Kamu istirahat di situ aja yaa,,kakak akan tidur di sebelah sini" jelas Ara sambil menarik kasur yang berada di bawah ranjang.
Malam pun berganti menjadi subuh,,Ara yang mendengar adzan Subuh pun bangun dan mengambil wudhu. Setelah wudhu Ara membangun adiknya dan mengajak nya shalat berjamaah. Mereka pun shalat berjamaah.
"Dika kamu pulang dan bersiap-siap untuk sekolah yaa,,kakak bakal disini dulu nanti kamu akan di anterin sama Tante asri oke" jelas Ara memberi pengertian. Dika pun mengangguk dan tersenyum.
Ara pun mengantarkan Dika sampai lobi rumah sakit dan kembali ke kamar rawat sang nenek. "selamat pagi bah,,nin" sapa Ara.
Nenek dan kakek Ara pun tersenyum. "pagi Ra" sahut mereka berdua. Ara berjalan mendekati sang nenek.
"gimana kabarnya nin?" tanya Ara dan nenek Ara pun tersenyum lemah.
"B-baik Ra,, kita pulang saja yaa pasti biaya disini mahal" resah nenek Ara yang memikirkan biayanya.
"Ngga kok nek,, Ara bisa membayarnya kok... lagipula asal nenek dan kakek tau uang Ara aja sampe bisa beliin kalian pulau" tutur Ara menyombongkan diri.
__ADS_1
"Jangan sombong deh,,kamu dapet uang darimana coba?" tanya sang kakek. Ara pun terkekeh tidak mungkin dia jujur.
"sudah jangan mikirin biaya ah ganti topik nya" ujar Ara.
"Dika kemana Ra?" tanya kakek Ara yang celingak-celinguk mencari keberadaan dika.
"Dika sekolah bah,,kenapa emangnya" ucap Ara. Kakek Ara pun hanya beroh ria
"apakah udah kamu kasih bekal? Selama ini dia selalu bawa nasi tapi sekarang kakek kan ada di rumah sakit dan lupa masak" tutur kakek Ara.
Ara pun membulatkan matanya. Bagaimana bisa dia hidup dengan sangat cukup bahkan lebih sedangkan adiknya saja susah untuk jajan? Ara pun menggelengkan kepalanya. Dan kakek Ara pun menghembuskan nafas kesalnya.
Ara beranjak keluar dari ruangan itu dan mengambil ponselnya. Dia menekan kontak asri dan menempelkan ponselnya di telinga. Beberapa detik kemudian panggilan itu tersambung.
"Halo bos,,ada apa?" tanya asri
"kamu tolong kasih uang jajan buat Dika,, satu juta aja" perintah Ara.
"Bos tapi tuan Dika nya udah di sekolahan gimana dong?" tanya asri
"Puter balik mobil kamu dan kasih uang itu,,tenang uang itu bakal ku ganti 2 kali lipat" ucap Ara dan langsung menutup telponnya.
Asri pun menghembuskan nafas kasarnya dan memutar balik mobil nya dan pergi ke sekolahnya Dika. Karena sedikit macet asri pun telat sampai di sekolah Dika. Asri memakirkan mobilnya dan turun menghampiri satpam.
"Maaf pak kelas 7A dimana ya?" tanya asri dengan sopan. Satpam itu pun memberi tahu ke arah kelas 7A.
Asri pun melangkahkan kakinya menuju kelas itu. Tetapi di saat asri melewati lapangan,asri melihat orang-orang yang berkumpul disana. Dan terdengar beberapa teriakan dari salah satu guru.
...----------------...
Jangan lupa like dan komen yaaa,, author tunggu dukungan dari kalian. Ketemu di episode berikutnya yaa bye..
__ADS_1