Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 14


__ADS_3

Karena asri penasaran dia pun mendekati seorang murid. "maaf de mau tanya ini ada apa ya?" tanya asri.


"Itu kak seorang siswa kelas 7 lagi di marahin gurunya karena belum bayar ganti rugi karena waktu itu dia ga sengaja ngerusak laptop guru itu" jawab siswa itu pun.


Asri pun kaget dan berusaha menerobos kerumunan itu untuk melihat siapa murid itu. Setelah berhasil menerobos kerumunan itu,asri membulatkan matanya karena melihat adik dari bosnya sudah babak belur di hajar oleh gurunya itu.


Asri pun mendekat ke arah guru itu dan mencekal tangan nya yang hendak menampar Dika. "Ada apa ini?" tanya asri.


Guru itu pun menghempaskan tangan asri dari tangannya. "Dia tuh udah ngerusakin laptop saya dan ngotorin baju saya. Saya udah minta ganti rugi dan dia malah bilang dia ga punya uangnya. Udah mah baju sama biaya gratis gara-gara di kasih pemerintah sekarang malah ngelunjak dasar anak kurang ajar" cibir guru itu.


"Seharusnya Anda tidak usah melakukan kekerasan kepada anak ini atau yang lainnya. Dan ikhlasin aja laptopnya udah tau anak ini ga mampu masih mau nyuruh dia bayar ganti rugi apa kamu sehat?" tanya asri dengan menatap tajam guru itu.


"Cik kamu malah membela minggir saya akan membuat dia membayar kesalahannya" ucap guru itu. Asri pun tersenyum dan menatap guru itu dengan tatapan sinis


"iya Bu saya setuju dia saja tidak pernah membeli alat-alat untuk belajar malah meminjamnya" teriak salah seorang guru yang sama-sama membenci Dika.


"Berhentilah atau kamu akan membangunkan iblis wanita" perintah asri dengan nada dingin. Guru itu pun menoleh dan melemparkan tatapan sinis kepada asri.


"apa maksudmu hah?" tanya ke dua guru itu dengan nada berteriak.


"sebentar" izin asri. Asri pun membuka ponselnya dan mengetik sesuatu. setelah itu dia menaruh ponselnya ke dalam sakunya.


"hahaha tidak terjadi apa-apa kan dasar jika kamu tidak mampu untuk membayar lebih baik diam" pekik guru itu dan langsung memukul Dika kembali dan diikuti salah satu guru lagi.

__ADS_1


beberapa menit kemudian suara deru helikopter berdatangan di atas sekolah itu. Dan di ikuti suara sirine mobil polisi. semua siswa ketakutan termasuk kedua guru itu. Tangga dari atas heli kopter itu pun turun dan turun lah beberapa perawat rumah sakit dan seorang wanita cantik.


Semua siswa bubar ke kelasnya dan beberapa polisi mengepung wilayah itu. Seorang wanita cantik itu pun membantu Dika untuk berdiri dan menyerahkan nya kepala dokter dan perawat.


"Berapa harga laptop mu? Dan tebak berapa harga biaya rumah sakit untuk siswa yang kau hajar itu hah?" tanya Ara dengan muka datar dan dingin.


"apa urusan mu hah? kau ingin membawa kami ke penjara silahkan saja saya bakal melaporkan balik tentang adikmu itu" ancam salah seorang guru.


Ara pun menyeringai yang membuat semua orang yang melihatnya pun merinding. "wah bagus sekali anda,, bersiap untuk berakhir dipenjara yaa" ucap Ara dengan nada dinginnya.


"silahkan saja ingat suami saya itu orang terkaya ke 4 di Indonesia apa kau berani melawan nya hah?" tanya salah satu guru itu lagi.


"iya dia benar dan suami ku adalah orang terkaya ke 6 di Indonesia,,jika berani lawan saja" sambung guru yang satunya lagi.


glek


tiba-tiba bulu kuduk mereka merinding mendengar nama keluarga Anata. Dengan segera mereka meminta maaf. tetapi hati Ara sudah tidak bisa di luluhkan. mereka dibawa aparat kepolisian dengan tindakan pemerkosaan terhadap siswa mereka.


Setelah itu Ara pun membawa Dika ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya. Ara mengusap wajahnya dengan kasar dan teringat dengan Axel. Ara menghubungi Axel didalam mobil.


"Halo sayang apa kabar? kamu sudah makan? jangan lupa makan yaa ntar kamu mati loh aku gak mau yaa tunangan ku mati kelaparan eh iya kamu udah minum? aku ga mau kamu mati gara-gara keselek loh ya" oceh Ara saat sambungan telpon mereka terhubung.


"ya ampun sayang kamu masih inget itu,,padahal waktu itu aku cuman bercanda doang kok.. tapi makasih dah ngingetin yaa" tutur Axel dan Ara pun cekikikan.

__ADS_1


"iya deh,,kamu pasti lagi dikantor yaa" tebak Ara


"iya sayang,,kapan kamu balik ke Jakarta? Aku kangen nih" ucap Axel dengan nada manja nya.


"Nanti sayang bentar lagi nenek operasi lalu aku akan mengantarkan mereka kembali ke rumah soalnya mereka tidak mau pindah" jelas Ara dan Axel pun beroh ria.


"ya sudah sayang aku mau rapat dulu yaa,,kamu juga hati-hati di jalannya yaa dah" pamit Axel


"dah" sahut Ara dan menutup telponnya.


Ara menoleh ke arah jendela mobil dan menghela nafasnya. Ara sungguh bingung bagaimana perusahaannya akan ia urus sedangkan dirinya sangat sibuk. Ara pun menoleh ke arah asri.


"Kamu kembali saja ke Perusahaan pusat dan urus perusahaan itu,,aku akan membantu dalam jarak jauh karena aku tidak mau identitas ku terbongkar" tegas Ara sambil menyandarkan kepalanya di kursi penumpang.


"Baik nona malam ini saya akan berangkat" tutur asri dan Ara pun mengangguk.


Ara memenjamkan matanya dan terlelap di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Karena macet yang lumayan parah mobil yang ditumpangi Ara pun membutuhkan lebih dari satu jam untuk sampai di rumah sakit.


...----------------...


...Ara bikin ngeri ih,,bulu kuduk author aja langsung berdiri 🤣...


Jangan lupa like dan komen nya yaa,,author masih nunggu.. Sayang para reader..

__ADS_1


__ADS_2