Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 11


__ADS_3

Setelah membuat mommy Vian tertawa Ara pun bertanya kapan datangnya ayah allan. Beberapa saat kemudian ayah allan pun masuk dengan wajah tersenyum ceria.


"karena semua sudah disini saya ingin menyampaikan sesuatu" tutur ara setelah ayah allan beristirahat sejenak.


"ada apa?" tanya ayah allan


"sebelum saya memulai pembicaraan nya saya ingin menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya" tutur Ara sambil membungkukkan badannya.


Ara menghela nafas kasarnya dan mulai bercerita tentang latar belakang vliara. "jika kalian ingin membatalkan rencana pernikahan nya saya tidak spa,-apa" tutur Ara mengakhiri pembicaraan nya.


Axel dan yang lain saling pandang. mereka tidak menyangka jika gadis seperti Ara akan dibuang dari keluarga nya sendiri. Dan yg sungguh luar biasa adalah prestasi dan kasih sayang Ara kepada adiknya meski jarak memisahkan.


Flashback on


Sepasang anak yang berjarak 6 tahun di pisahkan oleh orang tuanya yang bercerai. Sang ayah membawa putri pertamanya yang berusia 13 tahun dan sang ibu membawa putra laki-laki yang berusia 8 tahun. Awal dari perpisahan itu semuanya harmonis dan bahagia. Tapi semenjak kedatangan Lili seorang janda beranak satu ,, keluarga kecil itu hancur. Lili berdrama di depan ayah dan anak itu.


Anak itu menyukai lili begitupun ayahnya. ayah anak itupun menikah dengan lili. Selama 2 tahun lili sangat baik kepada anak tirinya. Sifat lili tiba-tiba berubah karena mengetahui perusahaan suami nya bangkrut dan selalu melakukan kekerasan kepada Ara. Karena di butakan oleh obsesi ayah anak itu menyuruh anak nya untuk bekerja dan tak pernah membela anaknya sendiri.


"ara tidak mau berhenti sekolah dan bekerja ayah" pekik Ara yang tak terima di suruh bekerja.


"jika kau tidak mau bekerja maka nikahlah dengan pak tua itu" ucap ayah Ara sambil menunjuk ke arah seorang pria paruh baya yang pantas menjadi kakek Ara.


"tidak mau ayah,,cintaku hanya Axel saja" tegas Ara.


"jika kau tidak mau maka pergilah dari rumah ini" usir lili dan Ara pun menggeleng.


"Menikahlah atau kau bukan anakku lagi" usul ayah memberi pilihan


"Baiklah aku akan pergi dari rumah ini" ucap Ara dan mengambil barang-barang dan pakaian nya. Ara melangkahkan kakinya menuju keluar rumah itu.


"Vliara grance Alexander mulai sekarang kau bukan anakku lagi" putus ayah nya Ara. Tak terasa air mata mengalir di pipi Ara. Dengan cepat Ara menghapusnya.

__ADS_1


"Baiklah mulai sekarang nama ku hanya vliara grance saja" ucap Ara dan pergi meninggalkan rumah sang ayah


Flashback off


"aku tidak tau bagaimana ibu ku merawat adikku,,tetapi dia selalu melakukan kekerasan pada adikku. Aku akan menjemputnya tahun ini dan menyekolahkan nya di sekolah yang pantas" tutur Ara. Tak terasa air mata Ara mulai turun. Dia kembali mengingat kekerasan ibunya pada dirinya.


"aku berjanji akan membahagiakan mu,,kita akan melanjutkan pernikahan ini. Bukannya kamu yang ngajak kita nikah waktu kita virtual yaa?" goda Axel. Ara yang mendengar itu pun wajah nya merona seperti kepiting rebus.


"hahaha" mereka tertawa karena melihat wajah malu Ara. Ara pun menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Mereka semua berbincang bincang tanpa ada beban. Axel terus memandangi Ara di jauh di dalam hati Axel,,ia berjanji akan menjaga Ara,, membahagiakan Ara dan tak akan memberikan celah untuk kesedihan.


Waktu makan malam pun hampir tiba. Ara beranjak dan menanyakan dimana dapur. Setelah tau dia pun menuju ke dapur. Ara melihat para pelayan yang akan memulai masak untuk makan malam.


Ara menyuruh semua pelayan pergi agar dia bisa memasakan masakan untuk keluarga Anata. Meski sempat cekcok akan tetapi Ara tetap memasak dan para pelayan hanya melihat nya. Dengan lihai Ara memasak beberapa makanan.


Beberapa saat kemudian Ara pun selesai memasak beberapa makanan. Ara memasak beef,,ayam bumbu merah,,sup iga,, makanan kesukaan Axel yaitu tofu dan beberapa makanan lainnya.


"nona Ara non" jawab kepala pelayan itu dan menundukkan kepalanya. mommy Vian terbelalak. Bagaimana bisa anak dari keluarga Leonard bisa memasak? sedangkan dia saja tidak bisa.


"woww kau sangat hebat ku kira kau hanya bohong saja waktu itu" tutur Axel sedangkan Ara memutar bola mata jengah.


mereka menikmati masakan Ara yang sangat enak. "kak ini sangat enak" puji Andin dan andini sambil memberikan kedua jempolnya kepada vliara.


"hehehe makasih adik-adik yang cantik" ucap Ara dan kembali menyuapkan makanan nya. Mereka menghabiskan makanan mereka.


Setelah selesai Ara pun beranjak pamit untuk pulang ke rumah nya. tetapi Ara di paksa untuk menginap di mansion anata. Ara meminta tolong kepada Axel agar membantunya tetapi Axel malah membuat Ara semakin di suruh menginap.


Dengan pasrah akhirnya Ara pun mengangguk setuju untuk menginap di kediaman Axel.Ara diantarkan oleh Axel ke kamar tamu. setelah itu Ara mengusir Axel dari kamar itu. Ara merebahkan tubuhnya dan mengambil ponselnya.


"Bawakan saya baju ke mansion anata,,saya akan menginap disini" perintah Ara dan langsung mematikan sambungan nya.

__ADS_1


beberapa saat kemudian bel berbunyi. Ara pun beranjak membukakan pintu. Akan tetapi terdahului oleh pelayan. Ara melangkahkan kakinya dan menghampiri pelayan itu.


"Dia temen saya bi,,yang bawain saya baju" ucap Ara agar pelayan tersebut tidak curiga.


pelayan itu mengangguk dan pamit untuk kembali. Ara pun mengangguk dan berbicara dengan orang itu di luar.


"mana baju ku,,apakah pekerjaan sudah selesai?" tanya Ara


"nih" ucapnya sambil menyodorkan sebuah paper bag. Ara pun mengambilnya.


"semua pekerjaan semuanya sudah terkendali bos" sambungnya.


"terimakasih asri" tutur ara. Asri pun mengangguk dan pamit untuk pulang ke mansion utama.


Setelah kepergian asri,,Ara pun masuk ke dalam. Ara menutup pintu dan berbalik. Terkejutnya Ara ketika melihat Axel yang sudah berada di situ.


"jantung jangan loncat jangan" gumam Ara sambil memegang dadanya.


"Darimana?kenapa megangin dada? kamu punya penyakit jantung?" tanya Axel dan langsung kena tendangan Ara.


"tadi temenku nganterin baju,,terus ngajak ngobrol sebentar. dan aku tidak punya penyakit jantung hanya kaget saja melihat mu" jelas Ara dan Axel pun be oh ria.


Ara meninggalkan Axel sendiri dan menuju ke Kamarnya. "woy tungguin" teriak Axel yang melihat Ara menjauh. Ara tidak menggubris perkataan Axel. Ara masuk ke dalam kamar tamu dan membersihkan diri. Ara memakai piyama nya dan tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 lebih.


...----------------...


Halo kakak-kakak reader semua. Suka ga sama novelnya? klo suka like yaaa. jangan lupa komen juga yaa.


Ara dan Axel : "like yaa para reader semua nya"


Axel : "yang like mau kujadiin istri"

__ADS_1


Ara ; "bersiaplah mendapatkan hukuman" tuturnya sambil menatap tajam kepada Axel


__ADS_2