Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 29


__ADS_3

"Yank ikut aku ke ruangan papa yok" ajak Axel pada Ara yang sedang berkutat dengan laptop nya.


Ara pun menoleh ke arah axel. "Sekarang yank?" tanya Ara.


"Besok" balas axel


"Ohh besok kirain sekarang" ujar Ara


"Punya bini kok beg*o bener yak" gumam Axel pelan yang masih terdengar oleh Ara.


"What? kamu ngata-ngatain aku? Malam ini ga dapet jatah" kesal Ara yang langsung membuat nyali Axel menciut.


"Eh yank bercanda" kilah Axel yang tak rela jika malam ini tak mendapatkan jatah.


"No,, terima atau kamu harus tidur diluar" ancam Ara.


Axel pun terperanjat dan mengeluarkan jurus jitu miliknya. "Ya udah ga dapet jatah,,tapi kamu ga boleh keluar kamar selama satu hari gimana?" tantang Axel.


"Silahkan aja toh aku ga peduli" ketus Ara.


"Baru sebulan aja udah gini yak apalagi 1 tahun mungkin dah cerai" lirih Axel. Ara yang telinga nya sangat tajam pun mendengar lirih an Axel.


Ara menatap tajam ke arah Axel yang membuat Axel bergidik ngeri. "K-kenapa yank?" tanya Axel yang sangat gugup.


"Kamu bilang mau cerai hah?" geram Ara.


"Ga dapet jatah seminggu" ucap Ara yang langsung kembali fokus pada laptopnya.


"I-iya yank,,ya udah ayo temenin ke ruangan papah" ajak Axel.


Axel dan Ara pun berjalan berdampingan menuju ruangan ayah allan. Setibanya di ruangan ternyata ayah allan sedang mendapatkan tamu. Niat Axel untuk menemui ayahnya pun di urungkan.


"Masuk saja pak,,lagi pula tamunya tidak penting" ucap sekertaris ayah allan.


"Ah Kunti nangis" latah Ara yang kaget.

__ADS_1


"Ra Kunti mah dimana-mana ketawa ga ada yang nangis" celoteh Axel.


"Namanya juga kaget jadi latah hehehe" ucap Ara sambil menangis.


Asisten ayah allan yang melihat tingkah anak dan menantu bosnya pun menggeleng gelengkan kepalanya. Asisten ayah allan pun langsung mengetuk pintu.


tok tok tok


"masuk" sahut orang dari dalam.


ceklek


"Permisi pak,,tuan muda Axel dan nona Ara ingin bertemu bapak" lapor asisten ayah allan yang bernama Azis.


"Azis kamu tinggal lanjutkan tugas mu untuk mengurus dia" titah ayah allan


Azis pun mengangguk dan menyeret orang itu pergi dari ruangan presidir. Axel dan Ara pun masuk dan duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


"Ayah seperti nya aku sudah siap untuk menggantikan posisi mu,,aku rasa aku bisa untuk menjalankan perusahaan ini" tutur Axel yang membuat Ara dan ayah allan membulatkan matanya.


Axel pun mengangguk. Ara dan ayah allan pun saling pandang kemudian mengangguk. "Baiklah nanti aku akan memperkenalkan mu sebagai presidir yang baru" ucap ayah allan.


"Apakah aku masih bekerja disini?" tanya Ara pada ayah dan anak itu.


"Tidak,,kamu istirahat di rumah saja seperti yang seharusnya istri lakukan" tutur Axel. Ara pun mengangguk.


Setelah berbincang-bincang mengenai Axel yang ingin menjadi presidir akhirnya Ara pun kembali ke ruangannya bersama Axel.


"Uhh ngantuk banget" ujar Ara sambil menguap.


"Tidur gih,,nanti kerjaan mu biar aku yang beresin" titah Axel yang diangguki Ara.


Ara pun masuk ke dalam kamar pribadi yang berada di ruangannya. Ara merebahkan badannya dan tertidur pulas.


...****************...

__ADS_1


Di rumah Axel dan Ara


tok tok tok


"Untuk apa papah mengetuk pintu? kan ada bel" ucap Nika. Papa David pun cengengesan dan menekan bel itu.


Beberapa saat kemudian seorang wanita paruh baya membukakan pintu.


ceklek


"Siapa ya?" tanya bi Imas


"Saya ayahnya Ara.. Ara nya ada ga Bu?" tanya papa David.


"Oalah maaf tuan,,nona Ara belum pulang" jujur bi Imas karena sekarang masih jam kantor.


"Kemana ya bi?" tanya nika


"Nona Ara masih bekerja di perusahaan Anata nona" Jawab bi Imas.


"Baiklah nanti kami kemari lagi,, permisi" pamit papa David dan Nika.


Mereka berdua pun pulang ke rumah nya. Di sepanjang jalan mereka berdua hanya terdiam. Karena bosan akhirnya Nika pun membuka suara.


"Apa rencana ayah sekarang? tidak mungkin kan klo ayah bakal dapetin perusahaan Leonard dari Ara. Toh Ara juga bekerja nya di perusahaan Anata" jelas Nika pada papa David.


"Iya juga,,lebih baik kita singkirkan Ara karena dia menghalangi jalan mu untuk masuk ke keluarga Anata" balas papa David.


Mendengar ucapan papahnya Nika pun sumringah karena akan mendapatkan Axelo yang tampan dan juga mapan.


"Thanks papah" ujar Nika.


...----------------...


Maaf Dede up nya sedikit,,Dede lagi sibuk ini juga di usahain buat up. Tolong di mengerti yaa. Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


i love you para readers ❤️


__ADS_2