
Di kamar Axel
"Bagaimana cara mendapatkan maaf dari Ara ya" gumam Axel yang memikirkan tentang permasalahannya dengan Ara.
"Lu bakal kesulitan broh" ujar Aiden yang mengagetkan Axel.
"Eee kodok loncat" latah Axel.
Aiden cekikikan karena berhasil mengerjai Axel. Axel menatap Aiden dan berbaring di atas ranjang nya.
"Lu punya masalah apa sama Ara?" tanya Aiden.
"Huft masalah masa lalu" jawab Axel asal akan tetapi memang berhubungan.
"Hmm,, sepertinya lu bakal sulit ngeluluhin dia" ujar Aiden yang ikut berbaring bersama Axel.
Axel pun menoleh dan mengkerut kan keningnya.
"Maksud lu?" tanya Axel yang tak paham.
"Ara bakal sulit maafin orang yang punya kesalahan besar akan tetapi dia juga bakal mudah maafin klo orang nya mau berubah.. Gue ga tau lu bakal di maafin atau kagak nya mah. Tapi intinya lu harus berjuang dan buktiin ke dia bahwa lu pantas buat di maafin" jelas Aiden panjang.
"Hmm,,kamu benar. Tapi dulu dia mudah maafin gue,,apa mungkin dia bakal maafin gue lagi? sedangkan kesalahan gue banyak.. Gue takut dia ninggalin gue kayak dulu" curhat Axel pada Aiden.
Aiden menatap langit-langit kamar.
"Kesalahan mungkin terjadi. Dulu juga Ara punya kesalahan dan bahkan dia ga di maafin. Tapi lu liat dia? dia happy dan pandai menyembunyikan perasaannya. Gue juga heran kenapa dia nyembunyiin perasaannya. Dan asal lu tau yah,,gue pernah denger dari Bianca sahabatnya Ara bahwa dia pernah dibenci gara-gara fitnah tapi dia selalu happy di depan sahabatnya. Gue juga tau klo lu pernah ngebodoh-bodohin Ara tapi dia bersikap seolah-olah lu ga ada salah sama dia. Berusahalah berjuang gue yakin lu pasti bakal dapetin maaf dari Ara. Inget aja xel klo perjuangan itu akan membuahkan hasil. Semangat yee" jelas Aiden panjang lebar.
"Thanks den ternyata lu Mayan bijak juga yee" puji Axel.
"Hmm,,gue tidur di sini Yee? ogah balik ke apartemen ada bokap gue" ujar Aiden.
"Terserah" acuh Axel.
"Eh iya xel lu harus hati-hati sama Ara,,meski dulu dia bodoh akan tetapi dia juga cerdik kek kancil. Lu harus hati-hati dan jangan salah bicara apalagi bohong bisa-bisa di ceraiin lu" peringatan Aiden.
__ADS_1
"Hmm iya gue inget,,thank udah di kasih tau" ucap Axel dan diangguki Aiden.
...****************...
Di kamar Ara
"Hmm,,ingin mendapatkan maaf dari ku? kita lihat seberapa jauh perjuangan mu karena aku tidak mau jatuh untuk ke dua kalinya" gumam Ara sambil melihat cctv di kamar Axel.
Ara menyimpan Ipad-nya di atas nakas dan berbaring di samping babby Al yang sudah terlelap terlebih dahulu.
"Selamat malam adikku" ucap Ara sambil mencium kening babby Al.
Ara pun memejamkan matanya dan ikut hanyut di dunia mimpi.
...****************...
Keesokan paginya
"Bii yeniii" panggil Ara dengan nada berteriak.
"Ada apa non?" tanya bi Yeni.
"Suruh pak sopir siapin mobil sport milik Ara terus nanti suruh pak sopir nya memberikan baju ganti untuk ibu di rumah sakit yaa" titah Ara.
"Ga akan bareng dengan ku yank?" tanya Axel sambil menuruni tangga di ekori Aiden.
Tanpa menghiraukan perkataan Axel,,Ara kembali bermain bersama babby Al.
"Cepat ya bi" titah Ara
"Baik non" ucap bi Yeni dan segera memanggil sopir untuk menyiapkan yang di perintahkan Ara.
Axel menghampiri Ara yang tengah duduk di sofa begitu juga Aiden.
"Masih marah yank?" tanya Axel.
__ADS_1
"Lu beg* atau gimana sih?" tanya Aiden.
"Ya ga gimana-gimana" sahut Axel.
Tanpa menghiraukan perdebatan Axel dan Aiden,,Ara langsung beranjak keluar sambil mendorong stroller babby Al.
Ara langsung memasukan babby Al di kursi khusus milik Al dan menaruh stroller nya di bagasi.
Setelah semuanya siap Ara langsung mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Leonard.
Sedangkan yang berdebat akhirnya sadar bahwa Ara telah pergi.
"Ini semua salah lu" ucap aiden menyalahkan Axel
"Salah lu lah" balas Axel tak mau kalah.
"Udah lah yok susul bumil itu" ajak Aiden.
Axel pun mengangguk. Aiden dan Axel pun melakukan mobil nya ke perusahaan leonard.
Di lampu merah Axel teringat bahwa dirinya harus memimpin perusahaan Anata. Dengan cepat Axel membanting setir mobil menuju arah ke perusahaan Anata.
"Lu mau kemana lagi?" tanya Aiden pada Axel.
"Gue lupa harus mimpin perusahaan" jawab Axel yang masih fokus mengemudi.
Mendengar itu pun Aiden teringat dengan perusahaan miliknya yang harus di kelola.
"Gue juga harus ke perusahaan,,stop disini gue naik taksi aja" ucap Aiden.
Axel pun menghentikan mobilnya dan menurunkan aiden. Setelah Aiden turun Axel melajukan kembali mobilnya menuju perusahaan keluarganya.
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️
__ADS_1