
Brak
Pintu dibuka secara kasar oleh ayah allan. Ayah allan berjalan dengan cepat menghampiri anaknya.
Plak
Satu tamparan dari ayah allan berhasil mendarat di pipi kiri Axel. Axel yang belum siap menerima tamparan itu pun terhuyung ke samping.
"Dasar anak si*lan berani-beraninya kamu membuat anak orang jadi gila" geram ayah allan.
"Maksud ayah gimana?" tanya Axel yang tak mengerti dengan perkataan sang ayah.
Ayah allan melemparkan ponselnya kehadapan Axel. Dengan cepat Axel meraihnya dan membuka ponsel itu. Terkejutnya Axel ketika melihat artikel tentang masa lalu dirinya.
'Shiiit pasti ini ulah laki-laki itu' batin Axel menerka siapa dalang dari artikel itu.
"Mengapa kamu tidak bilang tentang kelakuan mu ini hah? Jika aku tau ini akan terjadi aku tak akan membiarkan kamu menikahi gadis lain" bentak ayah allan.
Axel menunduk karena ketakutan pada sang ayah dan pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Brak
Pintu dibuka dengan kasar lagi oleh ibu glaudi dan mommy Vian. Mereka berdua tampak murka dan mengerikan.
Axel yang ingin mengadu pada mommy nya tentang tamparan sang papa pun tidak jadi karena nyalinya menciut melihat tatapan tajam dari sang mommy.
plak
satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Axel dari ibu glaudi. Axel mengusap pipinya yang terasa perih.
Bugh
Kali ini Axel mendapatkan tendangan di perutnya dari ibu glaudi sehingga Axel tersungkur dan mencium lantai.
Keadaan di ruangan Axel kini sangat mengerikan. Sekertaris ayah allan yang ingin menyampaikan tentang meeting pun tidak jadi masuk ke ruangan itu dan meng-handle meeting tersebut.
"Kenapa kamu melakukan ini kepada anak angkat saya hah" geram ibu glaudi.
"Seharusnya jika kamu mempunyai wanita yang harus kamu tanggung jawab kamu tidak menikahi ara" sambung ibu glaudi dengan mata yang berapi-api.
"Dasar anak bej*d harusnya kamu bertanggung jawab atas gadis itu" pekik mommy Vian yang ikut memarahi Axel.
__ADS_1
"Mommy dan ayah tidak pernah mengajari mu untuk melakukan hah ini" geram mommy Vian.
"M-maaf mom dad bu,,tapi saya benar-benar tidak mencintai gadis itu" ucap Axel sambil menundukkan kepalanya.
"Cinta akan berjalan seiring berjalannya waktu Axel-!! pemikiran mu itu sungguh diluar dugaan mommy" ujar mommy Vian yang kecewa dengan tingkah laku anaknya.
"Lebih baik kamu kembalikan anak saya pada kami dan bertanggung-jawab atas gadis itu" tegas ibu glaudi
"Dan tentang anak yang dikandung Ara kami akan menjaganya seperti anak kami" sambung ibu glaudi dan langsung meninggalkan perusahaan Anata tanpa sepatah kata apapun.
Kembali ke ruangan Axel. Kini Axel sedang bertekuk lutut di depan orang tua nya dan meminta maaf.
"Mom yah,, please maafin Axel,,Axel ga mau pisah sama Ara" pinta Axel dengan tatapan memelas miliknya.
"Maaf kami tidak bisa membantu,,dan benar kata ibu glaudi jika kamu harus bertanggung-jawab atas perbuatan mu itu" tegas mommy Vian.
"Tapi kan Axel juga harus bertanggung-jawab atas anak Axel juga mom" ucap Axel mencoba agar ibunya terbujuk.
"Anak mu tidak akan apa-apa karena sebelumnya kami sudah membicarakan ini dengan Ara dan dia tidak keberatan untuk berpisah dengan mu demi kebaikan semuanya" ucap ayah allan.
"Aku ingin Ara yang langsung mengatakan itu" tegas Axel.
"Ada apa emangnya?" tanya Axel bingung pasalnya seingat dia tidak mempunyai musuh atau yang lainnya.
Dengan segera ayah allan,,ibu glaudi dan Axel turun untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka bertiga terkejut karena fasilitas kantor telah di rusak. Dan mereka juga kaget dengan kedatangan mantan pacar Axel.
"Apa yang kamu lakukan netta" teriak Axel pada netta yang berjarak beberapa meter.
"Hahaha karena kamu telah memutuskan ku dan istri mu menghancurkan perusahaan keluarga ku maka aku akan menghancurkan perusahaan mu" ujar netta lantang.
"Berarti kamu akan mendapatkan hukuman karena menghancurkan perusahaan orang yang tidak bersalah" ujar ayah allan yang turut andil.
"Tidak karena Axelo dengan bodohnya menandatangani kontrak untuk menghancurkan perusahaan ini" tegas orang yang disamping netta.
Seketika mata orang tua Axel dan Axel membulat. Mereka bertiga saling pandang kemudian menatap netta.
"Cik kamu telah menjebak ku" cibir Axel.
"Sudah hancurkan perusahaan itu sekarang" titah netta pada orang buldozer.
__ADS_1
Orang yang mengendarai buldozer itu pun mengangguk dan mengendarai buldozer nya untuk menghancurkan perusahaan Anata.
"Stop" teriak seorang wanita cempreng yang tengah berbadan dua.
Seketika buldozer itu berhenti dan semua orang menoleh ke sumber suara itu.
Wanita itu berjalan dengan anggunnya menuju ke arah seorang pria gagah dan menarik telinga nya.
"Aduh sakit kak" ringis anak itu.
"Hmm sekarang Arya sudah bermain kotor yaa bagus-!! siapa yang ngajarin hah" geram wanita itu.
"Ampun kak lepasin" pinta Arya pada sang kakak.
Axel dan yang lainnya terkejut ketika pria yang bernama Arya memanggil wanita yang tak lain adalah istri Axel dengan sebutan kakak.
"Pulang ke mansion utama sekarang" titah Ara pada Arya .
"Dan kalian pulang ke Perusahaan pusat sekarang" titah Ara.
Semua orang suruhan Arya pun melongo dan tak percaya jika mereka dapat menemui sosok yang sangat rahasia di dunia itu.
Sedangkan netta dia tak mengerti dengan Arya yang sebelumnya sudah berjanji untuk menghancurkan perusahaan Anata dengan syarat netta harus melayani Arya selama 3 hari.
Ara menyadari semua nya pun menghela nafas panjang dan tersenyum ke semua orang.
"Maaf karena adik saya telah membuat kekacauan,,saya akan mengganti rugi seluruhnya" ucap Ara dan hendak meninggalkan perusahaan Anata.
"Tunggu" titah Axel pada Ara.
Ara pun memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah Axel.
"Ada apa? bukannya kamu sudah tahu tentang permintaan perceraian ku?" tanya Ara dengan tatapan sinisnya.
Deg
Seolah jantungnya Axel berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Ara yang menurut Axel sangat menusuk
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️
__ADS_1