Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 17


__ADS_3

Bulan berganti menjadi matahari. Hari ini Axel telah sampai di kota kelahirannya. Axel membersihkan dirinya di sebuah hotel mewah milik GN grup. Setelah membersihkan diri, Axel bersiap menuju rumah sakit tempat nenek Ara di rawat.


Setelah benar-benar perfect Axel langsung turun ke bawah dan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit. Setelah beberapa menit mengemudi Axel sampai di rumah sakit itu. Di sepanjang lorong banyak yang menatap Axel dengan tatapan kagum dan sebagian juga ada yang halu akan jadi kekasihnya. Biasalah cewek-cewek mah klo liat cogan langsung halu🤣


Axel pun menaiki lift menuju ke lantai 8 tempat nenek Ara di rawat. Setelah sampai di depan ruang rawat nenek Ara,,Axel pun mengetuk pintu itu. Dan Pintu itu di buka kan oleh seorang pria paruh baya.


"siapa ya?" tanya pria itu.


"Halo kek salam kenal aku tunangan Ara" ucap Axel memperkenalkan diri pada kakeknya Ara.


"Calon cucu mantu?" tanya kakek Ara. Axel pun mengangguk dan tersenyum.


Tiba-tiba ada seseorang yang menarik telinga Axel yang membuat si empunya kesakitan. "Uhh ke sini ga bilang-bilang udah main kenalan aja. nakal kamu ya xel" ucap Ara yang terus menarik tangan Axel dengan kencang.


"ampun araa sakit.. nanti daun telinga ku copot lepasin" pinta Axel yang terus merintih kesakitan.


"Biarin copot biar nanti jadi viral" ucap Ara.


"Nanti bakal ada berita tidak cuman daun tumbuhan saja yang copot tapi daun telinga juga bisa hahaha" sambung seorang anak laki-laki di belakang Ara. Ara pun tertawa mendengar ucapan sang adik.


"Uhh kamu tuh ya bisa aja" ucap Ara sambil melepaskan tangannya dari telinga Axel dan mencubit gemas pipi anak itu.


"Heh jangan di sentuh araa kamu cuman boleh nyentuh aku doang yang lain ga boleh" pekik Axel sambil menarik tangan Ara dari pipi anak laki-laki itu.


pria paruh baya yang menyaksikan itu pun menggelengkan kepalanya. Dia pun masuk kembali untuk menemani sang istri yang sedang duduk di atas ranjang.


"Kakek tunggu Dika juga pengen ikut" pekik Dika yang melihat sang kakek masuk kedalam.


Ara serta Axel pun menoleh dan saling pandang. Kemudian kocar kacir mengikuti Dika dan kakek Ara.


"Selamat pagi semuanya" sapa Ara saat memasuki ruangan.


"pagi" sahut mereka serempak.


"Bah saha eta?" (kek siapa dia?) tanya Nenek Ara

__ADS_1


"saya Axel nek,, tunangan Ara. Minggu ini kami akan nikah di Jakarta saya harap nenek dan kakek ikut dan merestui kami yaa" tutur Axel sekaligus meminta restu


Nenek dan kakek Ara pun mengangguk. Ara yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan duduk di sofa. Ara mengeluarkan sebuah laptop dan menggerakkan jarinya diatas keyboard itu.


"Wah kakak punya laptop,,boleh pinjem ga? aku ada tugas buat bikin skripsi nih kak" ucap Dika.


Ara pun tersenyum kepada Dika. "Maaf ya de,, kakak lagi pake laptop ini,, gimana klo kamu beli laptop aja?" usul Ara


Mata Dika pun membulat mendengar ucapan sang kakak. "Tapi kak harganya" lirih Dika pelan yang masih terdengar oleh Ara sambil menunduk.


Ara mendekati adiknya dan mengelus kepalanya. "Katakan semua yang ingin kamu mau biar kakak menyuruh orang untuk membelikannya" ucap Ara lembut sambil tersenyum manis.


"Beneran kak?" tanya Dika dengan mata berbinar.


Ara pun mengangguk dan mengambil ponselnya. Ara menelpon seseorang dan menyuruhnya datang dalam waktu 10 menit.


Benar saja 10 menit kemudian pintu terbuka dengan kasar dan menampilkan dua orang datang dengan nafas terengah-engah seperti habis berlari. "Ada apa bos?" tanya seorang pria.


"Temani adikku berbelanja semua yang ia mau dan jangan sampai dia tergores sedikit pun" titah Ara dan diangguki keduanya.


"Silahkan tuan muda" ucap wanita yang tak lain adalah asri.


"Pergilah bersama mereka dan pakai kartu ini" ucap Ara sambil menyodorkan sebuah black card.


Axel yang melihat itu pun membulatkan matanya dan berpikir siapa yang memberi kartu itu? apa mungkin tuan leonard? tapi tidak mungkin menurut ayah arka klo Ara itu jarang meminta uang pada ayah arka.


Dika pun berjalan bersama asri dan salah satu asisten kepercayaan Ara. Mereka bertiga menuju sebuah mall. setelah beberapa menit di perjalanan merekapun sampai di sebuah mall yang cukup besar.


Asri membukakan pintu untuk Dika. "Silahkan tuan Dika" ucap asri. Dika pun mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih kak" ucap Dika dan diangguki asri.


Mereka bertiga berjalan di mall itu. Asri yang melihat tuan muda nya itu ragu ingin bertanya dia mau membeli apa akan tetapi seseorang datang menghampiri Dika.


"Hey bocah ingusan ngapain lu disini? klo lu ga mampu beli apa-apa mending lu pulang aja sono" ucap anak itu yang tak lain arsen musuh Dika di sekolah.

__ADS_1


"Iya bener kata si arsen mending lu pulang aja sono ga usah sok sok an ke mall" sambung sahabat arsen. mereka bertiga tertawa.


Rendy yang dari tadi diam saja pun langsung beraksi. "Maaf adik kecil kamu merasa dirimu sangat lah kayak ya?" tanya Rendy


"hahaha om asal om tau saya itu anak pengusaha terkaya ke 2 di Indonesia dan mereka anak pengusaha terkaya ke 10 dan ke 11 di Indonesia apa om berani hah?" tanya arsen dengan nada sombongnya.


Rendy dan asri yang mendengar itu pun tersenyum smirk tanpa diketahui oleh Dika dan ke tiga sahabat itu. 'cik gitu doang sombong kakaknya Dika aja pengusaha no 1 di dunia santai santai aja.. lah ini sombongnya minta ampun' batin Rendy dan asri.


"Kalo gitu om punya tantangan kalian harus traktir om di sebuah restauran sebagai bukti kalo kalian orang kaya,,kalo kalian nolak berarti kalian cuman pembual doang" tantang asri pada arsen dan teman-temannya.


"Baiklah ayo" ucap arsen dan sahabatnya menerima tantangan dari asri.


Mereka bertiga berjalan ke sebuah restauran di mall itu. Arsen dan sahabatnya tidak tau jika yang bisa makan disana hanya seorang sultan saja.


mereka ber enam memesan beberapa makanan dan minuman ternama. Dika tidak menikmati itu karena merasa malu. sedangkan Rendy dan asri sangat menikmati makanannya begitu juga dengan trio sombong.


Setelah habis semua makanannya asri memanggil seorang pelayan untuk memberikan total makanan mereka. Pelayan itu pun memberikan sebuah struk. Arsen dan sahabatnya pun menerimanya.


Seketika mereka membulatkan matanya melihat harga yang harus mereka bayar. Mereka mengeluarkan kartu ATM mereka. Pelayan itu pun menerimanya. Ternyata isi uang ATM mereka kurang jauh.


Harga yang harus di bayar adalah 49.950.000 sedangkan isi ATM mereka hanya 35.000.000. Mereka kebingungan untuk membayar makanan itu. "Bagaimana kita membayar makanan ini? uang kita kurang" ucap sahabat arsen yang bernama Akmal.


"eumm boleh ngutang dulu ngga?" tanya aji dengan hati-hati.


"jika ga bisa bayar ga usah sok-sok an makan disini deh" cibir seorang pelayan yang melayani mereka.


Arsen Akmal dan aji pun gugup. "Berapa sisa yang belum di bayar ya?" tanya asri


"19.950.000 kak" ucap pelayan itu.


Asri pun mengangguk dan menoleh ke arah Dika. "Mana kartu yang diberikan kakakmu? berikan pada kakak itu" pinta asri sambil menunjuk ke arah pelayan yang menunggu mereka.


Dika pun mengangguk dan mengeluarkan black card dari sakunya. Semua orang yang berada disana kecuali Rendy dan asri terkejut karena anak usia 13 tahun sudah di berikan black card dan lebih terkejutnya pakaian yang di pakai anak itu tidak bermerk.


...----------------...

__ADS_1


...Hati-hati matanya keluar gara-gara Dika🤣...


Jangan lupa like dan komen yaa. Tambahin ke favorit juga yaa klo suka. Author tunggu dukungan nya.


__ADS_2