
Matahari pun telah terbit dan menyinari sebagian wilayah. Di rumah Axel,,kini semua orang sedang sarapan bersama.
"Yank minta ayam punya kamu dong" pinta Ara pada Axel.
Dengan senang hati Axel pun memberikan ayam nya yang sudah ia gigit. "nih" ucap Axel sambil memberikan ayam itu.
Ara pun makan dengan lahapnya. semua orang yang ada disana pada geleng-geleng kepala.
tok tok tok
"siapa ya? kok pagi-pagi udah mampir ke rumah orang" gumam Ara dan Axel pun mengangkat bahunya.
"Biar saya buka kan non" usul bi Imas.
Bi Imas pun beranjak membukakan pintu. 3 menit kemudian bi Imas kembali.
"Permisi den itu ada orang yang mau ketemu den Axel" ucap bi Imas.
"What? cewek cowok bi?" tanya Ara pada bi Imas.
"cewek non" balas bi Imas.
"ohh ya udah bibi beresin dulu sarapannya bareng Dika.. Aku sama Axel yang bakal nyamperin" ujar Ara kemudian beranjak ke ruang tamu dan di ekori Axel.
Ara pun membulatkan matanya. Sedangkan Axel pun kaget dengan keberadaan sang mantan. Axel menoleh ke arah Ara yang terkejut.
"Kamu kenal sama dia yank?" tanya Axel dan Ara pun mengangguk.
Ara dan Axel pun menghampiri orang itu.
"Mau apa kamu kemari?" tanya Axel yang membuat Nika menoleh dan tersenyum manis ke arahnya.
Nika pun beranjak memeluk Axel. Tanpa di sadari Nika bahwa sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikan gerak-gerik nya.
"Aku kangen padamu sayang,, bagaimana jika kita balikan? aku janji ga akan selingkuh deh" usul Nika.
"Maaf tidak bisa nik,,saya sudah mempunyai istri" jujur Axel sambil memberontak.
"Hahaha kamu pasti bohong yaa,, kamu kan cinta mati padaku" ujar Nika yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Axel.
"Saya ucapkan pada mu nona Nika asyanti Alexander bahwa Axelo sudah menikah" tegas Ara yang sedari tadi menyimak.
__ADS_1
Nika yang merasa suara itu sangat familiar pun menoleh ke sumber suara. Nika begitu terkejut karena sang adik yang sudah lama di usir oleh ayahnya sedang duduk di sofa memperhatikan kegiatan Nika dan Axel.
"Hey adik mengapa kamu berada disini? Kami mencari mu loh" ujar Nika berpura-pura sedih.
"Oh iya kah? lantas mengapa kalian mengusir ku jika akan mencari ku lagi? ohh jangan bilang kamu hanya menarik simpati dari Axel" sindir Ara dengan lantang nya.
"Apa yang kamu bicara kan? sungguh kamu adik kurang ajar" bentak Nika dan hampir menampar Ara.
Ara pun dengan rileks menangkis tangan Nika. "Sudah ku bilang jangan pernah bermain-main dengan ku" pekik Ara dan langsung memutar tangan Nika sampai terkilir.
"Ahh dasar kamu adik kurang ajar,,kamu lebih mirip seperti ibu mu yang matre dan seperti j***ng" umpat Nika.
"Hmm,, maksud mu ibu yang mana ya? oh ibu tiriku ya yang menikah dengan papa Alexander" sindir Ara.
Karena menahan kekesalan nya pun akhirnya Nika meninggalkan rumah Axel. Setelah kepergian Nika, Ara pun menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Axel.
Ara pun mendongak dan tersenyum. Ara menggelengkan kepalanya dan menyandarkan punggungnya di sofa.
"Maaf aku tidak tau jika mantan ku adalah kakak tirimu" ucap Axel yang dilanda rasa bersalah.
"Tidak apa-apa bukan salah mu" tutur Ara
"Hm yaa,,aku adalah putri papa David dan mama sila" jawab ara sambil mengenang masa kelam nya.
"Maaf aku kira kamu hanya anak keluarga sederhana,,ternyata kamu anak keluarga yang cukup terpandang" tutur Axel.
"Tidak ada yang tahu jika aku adalah putri keluarga Alexander karena sejak kecil aku di titipkan pada nenek dan kakekku" jujur Ara.
"Sudah lupakan masa itu mari kita buka lembaran baru" ucap Axel menghibur Ara.
Ara tersenyum kepada Axel dan langsung mencium pipi Axel dengan gemasnya.
cup
"Kamu mulai nakal ya" ledek axel dengan tatapan nakalnya.
"ngga kok,,udah ah ayo ke kantor" ajak Ara yang mengalihkan topik.
Mereka bertiga pun langsung bersiap-siap dan pamit untuk pergi ke perusahaan. Setelah 35 menit kemudian mereka telah sampai di ruangannya.
__ADS_1
"Eh beb gimana klo kita ngajuin kerjasama dengan perusahaan GN grup" usul Ara yang menghentikan kegiatan Axel.
"Yang ada di tolak,,mereka kan perusahaan terbesar di dunia..lah kita? hanya perusahaan terbesar di Asia doang" jujur Axel.
Ara pun mengangguk dan tak memaksakan kehendak nya untuk membuat perusahaan Anata dan GN bekerjasama.. Mereka pun kembali bekerja.
...****************...
Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah seorang wanita cantik tengah menceritakan kejadian yang ia alami.
"Pah anak mu tuh yang ngehalangin kita buat kuasain perusahaan Anata pah" keluh Nika.
"Bagaimana penampilan dia? pasti berpakaian seperti pembantu karena kita usir waktu itu hahaha" ujar papa David yang membayang kan betapa sialnya nasib anaknya.
"Ngga pah malahan dia makin cantik dan berkelas" ucap Nika. Papa David dan istrinya pun terhenyak kaget mendengar perkataan sang putri sulung.
"Bagaimana bisa?" tanya papa David.
"Lihat ini pah" ucap mama Erin sambil menunjukkan ponselnya.
papa David pun membaca artikel itu dengan seksama. "Apa!! jadi dia adalah putri angkat keluarga Leonard" pekik papa David kaget. Mama Erin pun mengangguk.
"Sepertinya kita bisa memanfaatkan dia untuk mendapatkan perusahaan besar itu" ucap papa David sambil tersenyum licik.
"Iya pah,,dimana rumah anak itu?" tanya Mama Erin pada Nika
"Dijalan xxxx no 13" jawab Nika memberi tahu alamat rumah Axel yang di tinggali Ara.
"Siapa Ara yang sebenarnya? apa dia istri Axelo?" tanya papa David.
"Disini tidak ada berita pernikahan mereka pah atau hubungan lainnya. Tapi ada berita mereka bersahabat sejak Ara berusia 13 tahun" jelas Mama Erin. papa David pun mengangguk paham.
"Pah minta uang buat belanja dong,,kan udah di kasih tau berita mengejutkan ini" pinta Nika pada papa David.
Papa David pun memberikan uang sebesar 5 juta pada anak nya. "Kurang pah,,tambah 5 juta lagi dong" rengek Nika.
"Hmm nih" ujar papa David sambil memberikan 5 juta lainnya.
"Thanks papah" ujar Nika.
Nika dan Mama Erin pun berbelanja di sebuah mall sedangkan papa David ia langsung pergi ke perusahaan miliknya.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️