Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 12


__ADS_3

Bulan telah menyembunyikan dirinya,,dan matahari mulai menampakkan diri dengan malu-malu. Disebuah mansion anata,, semua orang sedang sarapan. Ara begitu bahagia karena bisa bersama keluarga Anata. Setelah sarapan Ara pamit untuk pulang ke rumahnya,,akan tetapi dilarang oleh mommy Vian.


"maaf mom Ara harus pergi dulu,,jadi ga bisa nginep" jelas ara dengan ramahnya.


"kan sekarang hari Minggu nak,, harusnya kamu libur. pokoknya kalian sekarang harus fighting baju sama nyari cincin nikah" tegas mommy Vian dan tidak mau di bantah.


Mau tidak mau Ara pun pasrah. Axel dan Ara pergi ke toko mas yang terkenal di sebuah mall. Axel membukakan pintu mobil untuk Ara dan mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Ara menyambut tangan Axel.


Mereka berdua berjalan dengan ke anggunan. Banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan iri,, cemburu,,suka dan lain-lain. Sesampai di toko mas Axel di sambut oleh pemilik toko itu.


"Selamat datang tuan muda Axel" sapa pemilik toko itu dan membungkuk kan badannya sebagai tanda hormat. Axel mengangguk dan Ara hanya diam.


"Mbak ada cincin nikah nggak?" tanya Ara. Sang pemilik toko itu terkejut,,dia tidak sadar jika Axel sedang menggandeng tangan Ara.


"Kekasih tuan Axel ya?" tanya pemilik toko tersebut. Ara pun berdehem sebagai tanda *Cepat ambilkan*.


"Eh maaf tuan dan nona mau tipe apa cincin nikahnya?" tanya pemilik toko itu kembali.


"Yang termahal" jawab Axel. Pemilik toko itu pun menyuruh pegawainya untuk mengambil beberapa cincin.


Beberapa menit kemudian para pegawai itu memberikan 3 kotak cincin. "Mau yang mana yank?" tanya Axel pada vliara.


"yang kedua yank" jawab ara,, Axel pun mengangguk. Toh cincin yang di pilihnya juga bagus.


"Yang ini saja" ujar Axel sambil menunjuk kotak yang di inginkan Ara.



"Yang ini tuan?" tanya pemilik toko. Axel pun mengangguk.


Setelah memberikan ukuran jari mereka dan membayar cincin tersebut,Axel dan Ara pun keluar dari mall. Axel mengemudikan mobilnya ke arah butik yang sangat terkenal. Setelah sampai Axel menggandeng Ara dan berjalan memasuki butik itu.


"Eh nak Axel" panggil Tante Dita


"Hai tante" sapa Axel dan dibalas dengan senyum manis Dita.


"Oh iya Tante aku kesini mau nyari fighting baju nikah" ujar Axel memberi tahu tujuan mereka kemari. Dita mengangguk dan menunjukkan ruangan baju pernikahan.

__ADS_1


Ara dan Axel pun memilih gaun pernikahan mereka. Setelah selesai mereka pun pergi ke sebuah restoran. Mereka memesan beberapa makanan untuk dijadikan makan siang. Sambil menunggu makanan mereka datang Axel bertanya padanya Ara.


"Ra kamu sebenernya kerja apa sih?" tanya Axel dengan tatapan menyelidik. Ara pun berdehem. Tidak mungkin kan jika dia memberi tahu jika dia adalah seorang CEO dari perusahaan besar.


"Sekertaris" bohong Ara. Axel pun mengangguk.


"Setelah menikah kamu tidak boleh bekerja lagi yaa" tegas Axel


"Et dah Napa begitu nyet?" tanya Ara dengan bar-bar nya. Axel yang melihat perubahan Ara dalam sekejap pun membuka mata.


"Ra lu punya berapa kepribadian seh?" tanya Axel heran dengan sikapnya.


"entah" Jawab ara. Mereka pun terdiam.


setelah pesanan mereka datang,, mereka pun menikmatinya. Setelah makan siang mereka berdua memutuskan untuk pulang ke mansion anata. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Setelah sampai mereka berdua pun turun dari mobil dan memasuki mansion anata.


"Kakak cantik" teriak Andin sambil berlari ke arah vliara. Ara menoleh ke arah sumber suara itu lalu dia tersenyum manis.


Ara mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Andin. "Ada apa sayang?" tanya Ara.


"Kakak nginep lagi yaaa" pinta Andin dengan mata puppy eyes nya yang membuat Ara menghela nafas panjang.


Andin pun mengangguk pasrah. "Tapi boleh kah aku menginap di rumah kakak?" tanya Andin. Ara yang mendengar itu pun seketika gugup.


"Heh kakak aja ga pernah nginep di rumah kakak Ara masa kamu pen nginep,,ga boleh" sahut Axel.


Ara yang mendengar itu pun menghela nafas dan tersenyum. setelah beberapa menit berdebat Ara pun pulang ke mansion utama.


Sesampai disana Ara di sambut oleh asri dan beberapa pelayan dan bodyguard nya. Ara hanya menanggapi dengan senyuman manisnya.


"Assalamualaikum semuanya,,angkasa yang cakep tiada Tara pulang" teriak angkasa sambil memasuki mansion utama.


"Berisik banget lu de" sahut Ara sambil menutup telinga.


"Eh ada kakak laknat,,apa kabar kak?" sapa angkasa sambil menciumi tangan Ara.


"Baik,,Napa kau pulang? balik gih ke Amerika kakak ogah liat kamu" canda Ara dengan mengusir angkasa.

__ADS_1


angkasa yang mendengar itu pun mendengus kesal. "ngusir nih ceritanya?" tanya angkasa,,Ara pun terkekeh dan menggeleng.


"bercanda doang,,emang udah beres pekerjaan kantor nya?" tanya angkasa. dan diangguki angkasa.


Angkasa duduk di sofa bersama Ara dan sekertaris asri. "maaf nona saya ingin melaporkan sesuatu" ucap asri.


"ada apa kak?" tanya Ara karena memang asri lebih tua.


Asri pun menghela nafas nya dan mengatakan "nenek nona sakit,, seharusnya beliau di operasi akan tetapi kakek dan adik nona tidak mempunyai biaya" tutur asri.


Ara membulatkan matanya dan berfikir mengapa mama nya tidak membantu nenek berobat atau gimana gitu. Ara menghela nafasnya. "apakah ibu tidak membantu nenek berobat?" tanya Ara pelan dan asri pun menggeleng.


"Mengapa adik saya tinggal bersama nenek? bukannya tinggal bersama ibu?" tanya Ara lagi.


"Menurut detektif kami ibu anda selalu bermain fisik dengan adik nona,,sampai nenek nona merawatnya" jelas asri dan memberikan berbagai berkas tentang informasi yang di dapat.


"siapkan helikopter sekarang" perintah Ara dan asri pun mengangguk kemudian pamit.


Setelah asri pergi ara pun menelpon Axel dan memberi tahu bahwa dia akan ke Bandung selama beberapa hari. Axel pun mengizinkan asal Ara jangan telat hadir di acara pernikahan mereka.


Beberapa menit kemudian Ara sudah berada di helikopternya. Mereka pun menuju ke Bandung. Setelah beberapa jam di udara mereka pun mendarat di hotel milik GN grup. Ara bergegas turun dan menuju ke parkiran diikuti oleh asri.


Mobil itu pun membelah jalanan perdesaan. Ara dan asri menikmati pemandangan Bandung. Setelah 45 menit di jalanan mobil sport itu pun masuk ke sebuah desa. Ara pun menunjukkan agar mobil berhenti didepan sana.


Setelah mobil berhenti Ara pun berlari menuju rumah sang nenek. Asri yang melihat itu pun segera mengejar sang bos. Di sela-sela jalan Ara bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf saya sedang buru buru" ujar Ara dan orang itu pun mengangguk.


"Nya heunteu nanaon neng" ucap orang itu


"ya udah saya permisi" pamit Ara dan langsung kembali berlari menuju rumah sang nenek.


Setelah sampai Ara pun mengatur nafasnya. Seseorang yang telah menunggu Ara pun menghampiri nya. "Selamat datang nona" sambut Lisa sambil membungkukkan badannya. Ara pun mengangguk.


Ara segera masuk ke halaman rumah itu dan mengucapkan salam. Setelah beberapa kali mengucapkan salam seseorang anak laki-laki remaja pun membukakan pintu rumah. Ara pun tersenyum kepada anak itu.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yaa kesayangan author,,sampe ketemu di episode selanjutnya yaa bye..


__ADS_2