Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 24


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Ara pun langsung pergi ke dapur dan mengambil botol yang berisi air dingin. Ara meminum air itu hingga tandas. Setelah air itu habis Ara mengunjungi kamar bi Imas karena ia tak bisa menemukan bi Imas di dapur padahal sebentar lagi akan masuk jam makan malam.


tok tok tok


ceklek


Bu Imas pun membuka kan pintunya. "M-maaf non saya tidak bisa melakukan pekerjaan karena saya sedang tidak enak badan" jelas bi Imas. Ara pun mengangguk dan tersenyum.


Ara menggapai tangan bi Imas dan mengusap nya dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Beristirahat lah bi,,semua pekerjaan rumah akan saya handle" ujar Ara dengan nada lemah lembut.


"B-baik non terima kasih" ucap bi Imas dan membungkukkan badannya.


Ara pun bergegas ke dapur dan mencuci tangan nya. Dia langsung berkutat dengan alat-alat masak nya. Ara memutuskan untuk memasak nasi goreng spesial dengan telur mata sapi karena waktu nya tidak akan cukup jika membuat sup atau yang lain.


15 menit berkutat dengan alat masak akhirnya Ara pun telah selesai memasak nasi goreng itu. Ara pun menghidangkannya dan naik ke atas untuk membersihkan diri sekaligus memanggil Axel.


ceklek


Axel menoleh ke arah pintu yang terbuka dan tampak lah Ara dengan tampilan berantakan.


"Dari mana aja sih yank? Pulang kerja bukannya mandi malah keliaran ga jelas" gerutu Axel


Ara yang mendengar itu pun langsung berkacak pinggang. "Kenapa ngomel-ngomel gitu klo ga tau harap diam.. aku tadi baru beres masak,, bibi lagi sakit jadi aku yang harus turun tangan. Bukannya bantuin malah ngegurutu kek gitu. Dah lah aku mau mandi" omel Ara dan langsung masuk ke kamar mandi.


Axel yang melihat istrinya mode macan pun nyalinya menciut. Dan kembali berkutat dengan ponselnya.


20 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Ara yang sudah memakai piyama pendek dan melangkahkan kakinya ke arah meja rias.


"Yank mau tanya deh" ucap Axel pada istrinya


"apa?" ujar Ara yang masih memakai kan krim malam pada wajahnya.


"Emang kamu bisa masak?" tanya Axel


Ara pun menoleh ke arah Axel dan menatapnya dengan tajam. "Kenapa emangnya?" bukannya Ara malah bertanya balik.


"klo ngga bisa mending kita pesen online aja" usul Axel yang tidak sengaja menyinggung Ara.


Ara menyelesaikan perawatan wajahnya dan berjalan ke arah Axel. "Apa waktu itu masakan ku ga enak hah? sampai ngejek istri kek gitu" tanya Ara marah


"klo kamu ga suka bilang ga usah nyinggung aku hiks" sambung Ara sambil meneteskan air matanya.


"e-eh yank ngga kok masakan mu enak pake banget,,aku kira masakan yang waktu itu kamu beli makanya agak ga percaya kamu bisa masak" jelas Axel yang membuat Ara tersenyum.


"Ayo kita coba masakan ku,,klo emang ga enak berarti waktu itu aku beli.. klo enak ya sebaliknya" ajak Ara sambil menarik tangan Axel.

__ADS_1


Axel hanya pasrah dengan tarikan Ara. "Berasa jadi koper" gumam Axel pelan yang masih terdengar oleh Ara.


"Ohh berasa jadi koper yaa,,ga akan dapet makanan buat si Joni loh" ancam Ara yang membuat Axel membulatkan matanya.


"Ngga kok yank,,jadi koper enak yang penting bisa di sentuh kamu" kilah Axel yang membuat Ara merona.


"ihh gombal,,udah ah ayok makan" ucap Ara sambil menyodorkan sepiring nasi goreng.


Axel pun dengan ragu menyuapkan nasi itu. Pada saat masuk di mulut benar-benar pas di lidah. Axel pun dengan semangat memakan masakan Ara. sedangkan Ara tampak santai saja menikmati makanan miliknya.


Setelah selesai makan malam mereka berdua pun menonton televisi di ruang keluarga.


"Yank" panggil Ara


"Kenapa?" tanya Axel yang fokus dengan gamenya.


"Besok ke mansion Leonard yok,,katanya ada dek El lohh" ajak Ara.


"hmm,,ayo deh ngumpung bosen liat kertas" ucap Axel mengiyakan ajakan Ara.


Setelah jam menunjukkan pukul 10 malam mereka pun langsung beranjak tidur.


...****************...


Matahari pun menyinari bumi. Di sebuah mansion yang sering disebut mansion Leonard tengah terjadi keributan.


Rendy tak menggubris teriakan Dika dia terus berlari dan menabrak seorang pelayan.


Bruk


"Awww" ringis Rendy yang jatuh terduduk.


"M-maaf kan saya tuan" ucap pelayan itu yang sekitar berusia 21 tahun.


Rendy pun mengangguk dan tak sadar jika pulpen yang dia pegang telah jatuh ke tangan Dika.


"Yeay dapat" pekik Dika kegirangan sambil berlari ke kamarnya.


Rendy yang mendengar itu pun mendengus sebal karena tidak bisa menjahili adiknya Ara yang menurut nya sangat menyebalkan.


tok tok tok


suara pintu di ketuk seseorang.


"Biar saya saja" usul Rendy yang berjalan untuk membukakan pintu.

__ADS_1


Rendy pun membukakan pintu nya. Dan terlihat wanita cantik dengan pakaian seksi tengah tersenyum manis ke arahnya.


"Hai sayang" sapa wanita itu yang tak lain adalah Sena.


"Sena!! untuk apa kamu kemana?" tanya Rendy.


"Aku kangen,,kamu boleh balikan dengan ku kok,, karena aku tau waktu itu kamu mutusin aku gara-gara adikmu itu" ucap Sena dengan penuh percaya diri.


plak


Rendy menampar pipi Sena dengan sangat keras sampai terdengar oleh seseorang yang dibelakang Rendy.


"Gara-gara mu adik kesayangan ku harus menikah sebelum dia usia 21 tahun" geram Rendy yang ingin menghajar Sena habis-habisan.


"Loh sayang harus nya kamu makasih sama aku,,jadi kita bisa menjadi kekasih tanpa gangguan adikmu" ujar Sena sambil tersenyum manis.


"Wah harusnya kakak jangan berharap menjadi kekasih kak Rendy karena dia sudah di jodohkan dengan seseorang" ucap seseorang yang daritadi mendengar percakapan mereka.


"kau" geram Sena yang hampir menampar orang itu.


Rendy pun mencekal lengan Sena dan menghempaskan nya. "Jangan pernah menampar adikku" kesal Rendy.


"Kakak itu harusnya nutupin ulah j**ang kakak,,liat tuh leher kakak masih terlihat bekas pria hidung belang" sindir Dika.


Rendy yang mendengar perkataan langsung meneliti leher Sena,,dan benar saja ada titik seperti orang yang memakai foundation. Rendy sangat geram dan hendak memukul Sena akan tetapi tangannya di cekal oleh Ara yang baru saja sampai di mansion Leonard.


"Biar aku yang urus kak" ucap Ara sambil menyeringai.


Rendy pun mengangguk. Setelah dapat izin dari sang kakak,, Ara pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah panggilan itu terputus Ara pun mendekati Sena.


"eumm kak sebenernya kamu itu cantik banget" puji Ara pada kecantikan Sena.


Sena pun tersenyum dan mengibaskan rambutnya. "tentu makanya jangan pernah memisahkan diriku dan kakakmu rendy" ujar Sena.


Ara pun tersenyum. "Cantik tapi kelakuannya ga cantik hahaha" ucap Ara sambil tertawa kamu yaa.


"kamu yaaa..." geram Sena dan langsung ingin menonjok Ara.


Dengan cepat Ara menangkis tangan Sena dan memutarkan tangannya kebelakang. "Jangan pernah bermain dengan iblis kak" bisik Ara dan langsung menendang kaki Sena.


"Akhh" ringis Sena yang kesakitan.


Axel dan Rendy yang baru pertama kali melihat Ara menyerang seperti itu pun melongo tak percaya.


"Kak Sena cepet pulang gih sebelum iblis wanita muncul" usul Dika yang membuat Axel dan Rendy bergidik ngeri. siapakah iblis wanita itu?!

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2