
"Pagi epribadeh" sapa Dika yang baru saja sampai di meja makan
"pagi" balas Axel dan Ara serempak
Dika pun duduk di kursi nya dan menatap penampilan Ara hari ini. "Kakak ga kekantor?" tanya Dika
"Ngga kakak udah keluar" jawab Ara santai.
Dika pun mengangguk dan mulai memakannya sarapannya. 5 menit kemudian Dika pamit untuk ke sekolah sedangkan Axel pamit ke kantor. Setelah mengantar dua laki-laki beda usia itu sampai di depan rumah,, Ara langsung pergi ke kamar dan mengerjakan beberapa dokumen perusahaan.
"Huft pengen nyemil" gumam Ara.
Ara pun beranjak dan mengganti pakaiannya. Setelah berganti pakaian,,Ara langsung mengemudikan mobilnya ke arah dipermak terdekat.
Ara langsung keluar dari mobil dan berbelanja di mall. Setelah 1 jam berkeliling di mall itu akhirnya Ara pun memutuskan untuk pulang.
"Berat bener ni makanan" keluh Ara pada dirinya sendiri.
Ara pun memasuki makanannya ke dalam garasi. Setelah memasukan makanan itu ke garasi,,tiba-tiba Ara di bekap oleh seseorang dan jatuh pingsan. Ara di bawah oleh orang itu ke daerah yang jauh dari pemukiman warga.
...****************...
Di perusahaan Anata
tok tok tok
"Masuk" sahut Axel dari dalam
ceklek
Rendy pun masuk ke dalam setelah mendapatkan izin. Axel menoleh ke arah pintu dan menyambut kakak iparnya itu dengan senang hati.
"Selamat datang bang. tumben kesini,, ada apa?" tanya Axel
"Ara mana? Dia kagak kerja?" tanya Rendy pada Axel
"Ohh gua dah suruh Ara berhenti bekerja,,dia lagi dirumah" jawab Axel yang meneruskan pekerjaannya.
"Napa nanyain ara? jangan bilang lu suka ma dia lagi" tuduh Axel pada Rendy
Rendy pun tersenyum licik. "Klo gue suka sama Ara emang ngapa?" tanya Rendy yang ingin menjaili Axel.
Axel pun beranjak pergi dari ruangannya. Saat ingin menggapai gagang pintu Rendy menanyakan Axel. "Mau kemana lu?" tanya Axel.
ceklek
"Mau ngurung bini gua takut di tikung kakak ipar" sahut Axel dan langsung pergi meninggalkan Rendy.
Setelah kepergian Axel,,Rendy pun tertawa terbahak-bahak. 'Dikerjain gitu doang cemburunya minta ampun. Mana ada lah Abang sama adek saling cinta. Klo juga cinta pasti cuman sekedar Abang adek doang' batin Rendy yang tertawa melihat tingkah posesif Axel pada Ara.
...****************...
Ting tong
__ADS_1
Axel menekan bel rumahnya karena dia takut jika istrinya akan direbut oleh kakak iparnya sendiri. Beberapa saat kemudian pintu terbuka oleh bi Imas.
"Loh tuan tumben pulang jam segini" ujar sang bibi yang kaget pasalnya Axel pulang pada saat jam kerja.
"Ara mana bi?" tanya Axel
"Non Ara lagi ke supermarket sekitar 3 jam yang lalu tuan tapi belum kembali" ujar bi Imas.
Axel yang mendengar itu pun mengangguk. "Tapi kok lama ya" gumam Axel.
"Bilang aja kangen" ujar seseorang dibelakang Axel.
"Heh lu ngikutin gue yah?" tuduh Axel pada Rendy yang baru sampai.
"Pede sekali anda,,lagi pula gue kan tau rumah ini dari adik cantik gue" ucap Rendy yang tak mau dituduh mengikuti Axel.
"Susul si Ara yok" ajak Rendy pada Axel.
"Ogah bentar lagi juga balik tu anak" balas Axel.
"Cik cepet dia mungkin di supermarket deket sini" ucap Rendy sambil menarik Axel.
Axel yang ditarik pun pasrah karena jujur saja ia mencemaskan istrinya. Rendy mendorong Axel hingga masuk mobil dan langsung menutup nya.
Mereka berdua pun pergi menuju supermaket dekat rumah Axel. Rendy yang melihat mobil sang adik yang terparkir pun yakin bahwa adiknya masih berada disini.
Axel dan Rendy pun berkeliling supermarket itu. Karena tidak menemukan Ara mereka pun langsung pergi ke ruang cctv dan melihat apa yang terjadi.
...****************...
"Eungh" lenguh Ara.
Ara melihat ke sekeliling ruangan itu. Bukannya Ara takut tapi Ara malah tersenyum. 'hmm sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan ku' batin Ara menyeringai.
"Sudah sadar rupanya" ucap seseorang yang Ara duga adalah anggota orang yang menculik nya.
"Tunggu sebentar lagi,,bos akan datang" sambung orang itu dan meninggalkan Ara yang masih terikat tangan dan kaki nya.
Beberapa saat kemudian beberapa orang masuk ke ruangan itu. Salah satu orang itu adalah orang yang sangat Ara kenal. Ara pun tersenyum.
"Wahh papah ternyata merindukan ku hingga menyulik ku" ucap Ara dengan senyuman di wajahnya.
"Cik aku menculik mu agar kamu tidak menganggu jalan Nika untuk mendapatkan Axel" ujar papa David.
"Siksa dia" titah papa David pada beberapa orang suruhan nya.
Ara pun di tampar habis-habisan. Ara terus menghitung berapa pukulan yang ia dapatkan lalu menyeringai licik. Tanpa semua orang sadari,,sejak tadi Ara berusaha membuka tali itu. Dan akhirnya tali itu pun terlepas.
Setelah semua tali terlepas Ara pun berdiri. Semua orang terbelalak kaget. Mengapa dia bisa lepas? pikir semua orang.
"Senang bermain dengan kalian" ucap Ara sambil tersenyum mengerikan.
Semua orang suruhan papa David bergidik ngeri termasuk papa David sendiri.
__ADS_1
**Brugh
Brugh
Brugh**
Ara langsung memukul semua anak buah papa David dengan tinju dan tendangan nya.
"Cik kalian Cemen masa sih sama cewek aja kalah" ledek Ara pada semua anak buah papa David.
"B-bagaimana bisa?" ucap papa David yang terkejut dengan aksi putrinya.
"Tentu saja bisa,,karena aku sedang berbaik hati aku mengijinkan papa pergi" balas Ara sambil tersenyum licik.
"Cik aku akan membunuhmu lain kali" ujar papa David.
"Really?" tanya Ara tanpa rasa takut.
"Ya,,awas saja kamu" ucap papa David
"Kamu tak kan membunuhmu. Karena perusahaan mu akan hancur dalam waktu tiga hari,,selamat menikmati kekayaan mu sebelum hari itu tiba" ucap Ara dan langsung pergi meninggalkan gudang itu.
'Apa dia mengancam ku?' batin papa David sambil menggetakan giginya.
...****************...
Di rumah Axel.
"Bagaimana apa anak buah mu menemukan Ara?" tanya Axel yang khawatir pada Ara.
Rendy pun menggelengkan kepalanya sambil terus fokus melacak mobil yang membawa Ara pergi.
Axel pun menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya.
"Semoga dia baik-baik saja" lirih Axel
"Amin" balas Rendy.
"Apa yang di Aminin kak?" tanya seseorang yang mereka cari.
"Loh yank..aku kira kamu diculik" ucap Axel yang langsung memeluk Ara dengan eratnya.
"Hehehe tenang yank aku gapapa kok" balas Ara
Rendy dan Axel pun mengangguk. Mereka berdua pun tersenyum pada Ara yang memakan Snack kesukaannya.
"Tuan,,nona makan siang telah siap" lapor bi Imas
Ara pun mengangguk dan mengajak Rendy untuk makan siang bersama. Mereka bertiga pun makan bersama dengan canda tawa.
...----------------...
Maaf ya author hari update nya sedikit karena Dede lagi agak ga enak badan. Dede usahain buat up yaa..
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️