
Di kamar ibu glaudi dan ayah allan.
"Yah kata Ara perusahaan pusat lagi bermasalah,,apa kita kembali ke Amerika aja ya?" tanya ibu glaudi pada ayah allan.
Ayah allan menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawabannya.
"Ya sudah kalo begitu,,ibu makan malam dulu ya yah" izin ibu glaudi karena perutnya sudah keroncongan sedari tadi.
Ayah allan mengangguk sebagai jawabannya. Setelah mendapatkan persetujuan dari ayah allan,,ibu glaudi pun keluar dari kamar ayah allan menuju ruang makan.
Disana ibu glaudi tersenyum karena anak-anaknya sudah makan. Ibu glaudi mengambil beberapa lauk dan nasi sebagai makan malamnya dan memakannya dengan lahap.
Usai makan,,ibu glaudi langsung mengecek anak-anaknya yang biasa berkumpul di ruang keluarga dengan babby sitter Al.
"Selamat malam semuanya" sapa ibu glaudi.
"Malam juga ibu" balas semua orang.
Ibu glaudi langsung duduk di sofa dan mengambil alih gendongan babby Al. Ibu glaudi bercanda tawa dengan anak-anaknya meski dalam lubuk hatinya teringat dengan Ara.
Sebenarnya ibu glaudi tak tega melihat Ara yang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya apalagi kini Ara tengah mengandung.
Namun apa boleh buat,,dirinya juga tak mempunyai ilmu dalam dunia bisnis karena dulunya ibu glaudi adalah seorang desainer terkenal saja.
Tanpa izin dari ibu glaudi,,air matanya menetes membuat semua orang panik.
"Ibu kenapa kok nangis?" tanya Aulia.
"Siapa yang nyakitin ibu biar Dika hajar sekarang" ujar Dika sambil membogem udara.
"Iya tan bilang sama kita,, beraninya dia bikin sedih" sambung Aiden.
Ibu glaudi yang mendengar itu pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak,,ibu hanya teringat dengan Ara" balas ibu glaudi.
"Loh emangnya kenapa kak ara?" tanya Aulia yang heran dan penasaran. setahu dirinya Ara tengah sehat-sehat saja,,mengapa ibu nya sedih? tanya Aulia dalam pemikirannya.
"Seharusnya dalam kondisi Ara yang mengandung seperti itu dirinya harus banyak istirahat.. Tetapi karena ibu yang tidak mengerti dengan dunia bisnis Ara jadi harus turun tangan" jelas ibu glaudi dengan nada yang lama-kelamaan lirih.
"Ibu kak Ara itu hebat dan kuat begitu juga dengan kandungannya.. Percayalah kak Ara tak akan kenapa-kenapa dan kak Ara juga melakukan ini secara ikhlas ibu" terang Dika yang sudah mengerti Ara meski sempat terpisah.
__ADS_1
Ibu glaudi mengangguk kecil dan tersenyum pada Dika. "Ya sudah ibu mau ke kamar ayah dulu yaa" ujar ibu glaudi sambil menyerahkan babby Al ke babby sitter nya.
Ibu glaudi pun berjalan meninggalkan Dika dan yang lainnya yang masih berada di ruang keluarga. Sepeninggalan ibu glaudi,,semua orang tertunduk.
Jujur saja mereka merasa kasihan pada Ara yang seharusnya beristirahat karena tengah mengandung. Akan tetapi mereka semua memiliki kesibukan tersendiri sehingga Ara yang harus turun tangan.
......................
Di Amerika
Setelah beberapa jam di udara akhirnya pesawat yang ditumpangi Ara mendarat di Bandara.
Dengan kacamata yang menempel di hidungnya Ara turun dari pesawat dan berjalan menuju keluar bandara. Ara berjalan bersama asri menuju supir pribadinya yang tengah menunggu di depan bandara.
Semua orang yang melihat Ara terkagum-kagum karena aura kecantikan Ara yang terpancar dan semakin terpancar karena dirinya tengah mengandung.
Ara masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang sendirian sedangkan asri dan supirnya duduk di depan.
Mobil itu melaju membelah jalanan Amerika yang cukup padat. Selang 50 menit akhirnya mereka sampai di mansion Leonard yang berada di Amerika.
Ara tersenyum manis melihat bangunan yang memiliki seribu kenangan bersama kakak angkatnya Rendy.
Ara berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur queen size miliknya.
'Meski kakak meninggalkan dunia ini tetapi kakak tidak akan pernah meninggalkan hati kami. Ara percaya kalo kakak lebih bahagia bersama Tuhan daripada bersama kami meski cara kakak pergi membuatku merasa bersalah. Berbahagialah kakak disana aku akan menjaga semua kenangan kita di dunia ini.. Tunggulah kami kak,,kami akan menyusul kakak jika sudah di takdirkan. Semoga kakak bertemu dengan orang-orang yang menyayangi kakak disana. Aku sayang kakak' batin Ara ketika mengingat kenangan bersama kakak angkatnya di mansion itu.
Tak berselang lama Ara pun tertidur karena efek lelah dan kehamilan tentunya.
......................
Di Indonesia tepatnya di mansion Anata.
"Abang bantuin kita dong,,kita ga ngerti" rengek Andin pada Axel.
"Iya bang cepetin,,bentar lagi kita telat loh" timpal Ara
"Suruh aja kakak mu atau ibu mu,,Abang males" ucap Axel
"Males apa gara-gara ditinggalin kak Ara" cibir Andini.
__ADS_1
"Hey kamu tuh ya mulutnya pedes banget" ujar Axel.
"Terserah adek dong mulut-mulut adek kok Abang yang atur" ketus Andini sambil menggerakkan pulpennya di atas kertas.
Tiba-tiba Ratna adik pertama Axel menghampiri Axel dan twins A.
"Hai semuanya" sapa Ratna.
"Hai dek" balas Axel.
Sedangkan Andin dan Andini mereka berdua menatap Ratna dengan tatapan sinisnya.
'cik tukang caper,,ketika kita berdua aja selalu dingin dan cuek ketika ada orang lain malah ramah,,dasar muka dua' batin Andin dan Andini mengumpat Ratna.
"Kalian lagi ngapain?" tanya Ratna seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi padahal aslinya tahu.
"Biasalah nunggu telpon dari istri" jawab Axel
"Kalo kita lagi nungguin orang buka topeng kak" balas Andini yang sengaja mengucapkan itu agar kakaknya yang bermuka dua itu membuka topengnya.
"Emang ada pesta topeng ya?" tanya Andin dengan polosnya.
"Entahlah tanya kak Ratna aja" jawab Andini.
Seketika Andini memutar otaknya dan mengerti apa yang di ucapkan sang adik. Meski Andin dan Andini kembar akan tetapi pikiran dan mulut mereka berbeda.
Pemikiran Andin itu sangat polos dan mulutnya itu selalu sopan dan tidak pernah mengumpat. Sedangkan Andini dia berbeda,, pemikiran Andini sangat licik dan mulutnya juga sangat pedas entah mengapa berbanding terbalik dengan kakaknya.
"Kalian ngomong apa sih ga ngerti abang" ujar Axel yang tak peka dengan ucapan adiknya.
Andini menepuk jidatnya karena percuma saja menjelaskan toh abangnya juga tak akan percaya.
"Udah ah jangan dibahas yuk berangkat" ajak Andin yang mengerti situasi.
Andini mengangguk dan mereka berdua pun berjalan menuju sopir yang tengah menunggu nya untuk mengantarkan mereka sekolah.
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️
__ADS_1